Ekpresikanlah Perasaan Sayang Pada Anak

RemajaIslamHebat.Com - Lanjut sharing pendidikan anak nya ya...

Rasa sayang anak kepada orang tua atau sebaliknya adalah hal yang naluriah dan alami bila tidak ada faktor yang merusaknya...
Namun tidak semua orang bisa mengekspresikannya dalam bentuk nyata, sehingga satu sama lain bisa merasakannya..., terkadang ada orang tua yang kaku, dingin, komunikasi seperlunya, sangat jarang kontak fisik atau berbicara dengan bahasa yang ahsan, lembut penuh kasih sayang...

Bisa jadi karena faktor pembawaan orang tua yang dibawa dari pola asuh keluarga sebelumnya yang kurang hangat, sehingga ketika menjadi orang tua jg tidak tahu bagaimana menciptakan kehangatan di dalam keluarga.
Bisa juga karena faktor stres karena kesibukan dan beban hidup sehari-hari dan kurang imbangan dengan taqarrub kepada Allah, sehingga emosi kadang tak terkendali dan meletup di depan anak-anak...

Akumulasi dari semua ini terkadang berdampak pada suasana keluarga yang tidak menyenangkan. Anak-anak menjadi pendiam dan takut untuk mengungkapkan sesuatu. Anak biasa memendam masalah tanpa diketahui orang tuanya, masalah kadang berlalu begitu saja tanpa diketahui benar tidak solusinya. Anak menjaga jarak dengan org tua at sebaliknya, karena sungkan, malu, bahkan takut untuk menyampaikan sesuatu yang dipikirkan maupun yg dirasakannya...
Apa pengaruhnya ?, toh prestasi akademisnya baik-baik saja. pergaulan nya pun masih dalam kontrol yang baik ?

Hal ini kadang yang tidak disadari orang tua, karena biasa mengukur  kondisi anak hanya dari penampakan lahiriah.

Pernahkah orang tua mendalami gejolak jiwa apa yang dirasakan anak ?. Tidak butuhkah mereka selain dari kebutuhan fisik dan perhatian yang seadanya ?

Dalam hal ini, kita orang tua harus bisa berempati dan seolah menjadi anak-anak lagi..., apa yg kita harapkan dari orang tua, ketika kita menjadi anak?

Sejujurnya, anak mengharapkan perhatian lahir batin, potensi naluri keibuan yang sangat kuat, semestinya bisa membaca luar dalam dari anaknya, ibarat sebuah aquarium yang bisa menampakkan isinya...

Seorang anak pasti menyukai Ibu yang memiliki cara komunikasi yang baik, verbal ataupun bahasa tubuh...
Anak suka disapa dengan lembut, diajak bercerita, dipeluk, dibelai, disayang..., terlebih anak balita, akan merasa sangat nyaman jika dipeluk disisi kiri dimana ada detak jantung Ibunya...

Ibu yang pandai bercerita, akan memancing anak juga untuk bercerita apa yg dirasakannya..., sehingga mereka tidak akan merasa puas, jika belum mengungkapkan apa yang terjadi hari ini. Entah itu konflik dengan teman nya, kesulitan pelajaran di sekolah, sampai naksir teman sekelasnya pun dia tidak malu untuk mengungkapkannya...

Dengan keterbukaan seperti ini, akan memudahkan Ibu untuk mengarahkan naluri-naluri anak dengan penyelesaian yang benar dalam pandangan Islam..., karena setiap gejolak dan tahap perkembangan naluri tsb bisa terukur oleh Ibunya...

Sedikit cerita lucu, ketika putri saya yg ketika itu kelas 6 SD, bertanya "kapan umi pertama kali jatuh cinta ?", (dijawab gk ya...hehe...��) terus harusnya bagaimana kalau kita jatuh cinta ?. ooh...., dengan begitu saya tahu, dia mulai ada rasa tertarik dengan lawan jenis, alhamdulillah..., saya tidak telat untuk mengetahuinya, sehingga seawal mungkin saya bisa mengarahkannya dengan benar, dengan penjelasan hakikat perjodohan dan pengalihannya dengan cara taqarrub kpd Allah, berdoa sebagaimana doa istikharah. Artinya, dalam aspek perkembangan naluri jenis ini, kita bisa memastikan anak sudah tahu bagaimana mensikapinya..., Alhamdulillah ternyata tuntas sejak awal, shg ketika SMP anak ini telah stabil...

Demikian perkembangan naluri kepemimpinan, bisa terdetek dengan melihat hubungan sosial anak dengan teman maupun lingkungannya. Sejauh mana rasa ego nya bisa dikendalikan, rasa empati, dan kemampuannya mengurai konflik, dan ini biasanya menjadi dominan ketika "masa geng", saat ingin pengakuan eksistensi diri dalam sebuah kelompok sosial tertentu..., dst...dst...

Dari uraian diatas, intinya adalah, komunikasi dan kehangatan sangat dibutuhkan dlm sebuah keluarga agar terjadi keterbukaan satu sama lain, yang sangat membantu untuk mengarahkan anak....

Karena, anak yang tumbuh dalam kasih sayang, kelak dia akan tahu bagaimana caranya menyayangi...

Anak yang tumbuh dalam keterbukaan,  maka InsyaAllah kelak tak kan terlalu banyak masalah kepribadian yg tak terurai, tanpa solusi hingga mengganggu kematangannya dalam mengelola diri...

Anak yang tumbuh dalam suasana bahasa yang ahsan, santun maka kelak diapun akan berbahasa yang sama, mampu mengendalikan perkataan, dalam keadaan emosi sekali pun...

Anak yang terbiasa tumbuh dengan motivasi, maka diapun akan percaya diri, untuk meraih apa yang menjadi cita-citanya...

Dan, anak yg tumbuh dalam suasana ibadah yg kental, kelak dia akan selalu ingat, kemana tempat nya kembali dan bergantung, ketika menghadapi masalah dalam kehidupan...

Karena itu, jadikan lah rumahmu adalah tempat ternyaman bagi tumbuh kembangnya anak...

Semoga bermanfaat...

(Foto ilustrasi yang sweet, bila binatang saja bisa begitu sweet dengan anaknya, apa lagi kita)

Sumber:

Fb: Reta Fajriah

Editor : Hardi Jofandu

Post a Comment

0 Comments