Dialog dengan Anak, dimulai dengan nyaman Dialog saat bersama Pasangan

RemajaIslamHebat.Com - Bismillah. Menjadi kebiasaan saya, saat selepas mengikuti sebuah seminar pasti akan menceritakan isi materi ke pak suami. Perihal apa yang diterima selama acara. Seperti sore tadi melipir sejenak, kami sengaja berdua melakukan DIALOG ke pinggir danau yang ada di dekat rumah. Menceritakan tantangan orang tua, kita di zaman sekarang mengenai perilaku anak soal bullying. Ibu Elly Risman, menyajikan fakta yang luar biasa. Mendengar apa yang disampaikan itu oleh saya, suami kembali teringat di masa lalunya semasa sekolah di smp. Hal yang demikian sudah ada memang sejak dulu, hanya saja memang tidak separah sekarang kondisinya. Yang seringkali mengakibatkan kematian.

Perihal bullying, pak suami bilang kalau dulu pernah juga sempat menjadi korban. Rasanya jadi paham, bagaimana kondisi yang dialami saat itu sebagai anak. Perasaan tidak mau berangkat ke sekolah otomatis. Apalagi jika orang tua tidak paham situasi apa yang dihadapi anaknya disekolah. Persis yang disampaikan bu elly, dampak bullying itu sangat menganggu konsep diri anak.

Kemudian saya bilang, salahsatu resep mujarabnya anak menjadi lebih tangguh, dan konsep dirinya lebih matang adalah dengan memuji disaat yang tepat. Dan para ayah sangat disarankan melakukan itu. Terutama ke anak perempuan.

Katanya, iya memang benar. Perjalanan setiap pagi mengantar anaknya sekolah, membuatnya paham. Anak perempuan yang dekat dengan ayahnya, gak mudah GR saat ada teman lelaki yang mencoba menarik perhatian. Karena baginya sudah cukup dari ayah, sang lelaki perkasa yang senantiasa menjaga. Ecieeeee, uhukk

Pak suami bilang, kalau kebutuhan dipuji itu gak cuma perempuan dewasa, sampai anak perempuan batita aja juga suka. Mendengar itu, saya tersipu malu. Nah itu bapak tauk banget Jadi paham donk yaks, gimana menghadapi hati dan perasaan perempuan dan anaknya..Eeeaaa, emaknya segera ambil kesempatan.

Anak yang mendapat kecukupan kasih sayang, kelekatan serta kesempatan mengutarakan isi hati, insya Allah akan tumbuh menjadi anak yang KUAT. Mampu menghadapi persoalan diluar rumah, karena dukungan dari dalam rumahnya telah terpenuhi dengan BAIK.

Buatlah agenda, kegiatan bersama anak-anak yang variatif, bikin kantung jiwa anak menjadi penuh berwarna. Hingga tak perlu lagi mencari cara dan perhatian dari orang lain diluar sana.

Jadi mari yuk, dekap anak kita dengan kecukupan kasih sayang, hargai dan pahami perasaan mereka. Bu Elly Risman berpesan, kenali bagaimana keseharian bersama anak-anak dengan banyak DIALOG. Tidak tergesa-gesa. Pahami bahasa tubuhnya. Insya Allah ini menjadi bekal orang tua untuk bisa berdekatan dengan anak.

Nurliani
-ibu yang tertatih belajar

#DialogDenganAnak
#MenghadapiBullying

Tulisan lain fb Nurliani Ummu Nashifa-Zhafira :

Belajarnya Sang Ayah dari Pak Guru

Bismillah. Tahun 2009, saat anak kami baru 2 yang besar masih balita. Mulai itulah, kami belajar dan memahami kalau mengasuh itu butuh ILMU.

Mengetahui bahwa perintah agama meletakkan PERAN dan TANGGUNG JAWAB yang UTAMA pendidikan dalam RUMAH TANGGA itu terletak pada SUAMI dan AYAH.

Peran ayah, bukan hanya sekedar mencari nafkah. Terlibat mendidik, bahkan menentukan segala apa yang menjadi prinsip dari dalam rumah bagi ibu, dan anak-anaknya harus diputuskan oleh sang Ayah.

Adalah seorang guru kami, yang banyak sekali berperan. Abah Ihsan Baihaqi Bukhari. Sejak 2009 hingga sekarang, telah banyak ilmu yang beliau berikan.

Kami memang tak lantas menjadi sempurna. Masih berbuat khilaf. Tapi komitmen untuk terus belajar lah yang membuat kami kemudian, selalu mau membuka diri dan fikiran mau berubah dan memperbaiki diri.

Beliau lah guru kami tersebut yang mengajarkan sang ayah dirumah kami untuk tidak bersikap jaim saat bersama anak. Bersimbah peluh selepas bekerja, tidak menjadikan alasan untuk enggan perlu terlibat. Terlibat penuh dengan segala OTORITAS nya mendidik dan mengasuh anak-anak yang memang menjadi TANGGUNGAN nya.

Memberi kesempatan ayah untuk mendidik, bertujuan agar Allah ringankan kelak hisabnya di yaumul akhir.

Sang guru kami ini memang sederhana tampilan dan kehidupannya, namun sungguh luar biasa wacana dan konsep berfikirnya. Tak heran, menjadi jalan tengah saat berbeda pendapat. Maka beliaulah yang kami sepakati untuk menjadi penyeimbang.

Terima kasih pak guru, jasa mu tiada tara. Semoga Allah merahmati beliau dan keluarga dalam kebaikan dan kemuliaan hidup dunia dan akhirat.

Alhamdulillah alla kulli haal. Terima kasih pak suami, semoga senantiasa terus istiqomah mendidik keluarga kita sepanjang kesempatan usia yang diberikan. Aamiin ya Rabb

Noted : "Barangsiapa tidak terdidik oleh orang tuanya, maka akan terdidik oleh zaman. Barangsiapa tidak memperoleh tata krama dari orang tuanya, guru-gurunya dan para sesepuh, maka zaman akan mengajarkannya." Oleh Ibnu Khaldun

Nurliani
Ibu yang belajar

*Program1821 membuat diri kami memaksa NGOBROL bersama anak-anak.

#AyahMendidik
#SesuaiDalamQuran

Sumber:

Fb: Nurliani Ummu Nashifa-Zhafira

Post a Comment

0 Comments