Bolehkah Ta'aruf Dengan 2 Laki-Laki Sekaligus?

Assaalamu’alaikum Ustadzah, bolehkah seorang perempuan menerima atau menjalankan ta’aruf dengan 2 orang laki-laki sekaligus secara bersamaan?

Jawab

Sebelum menjawab boleh atau tidak maka lebih baik kita semua memahami apa ta’aruf tersebut. Ta’aruf, bisa disandarkan pada aktifitas berupa  proses perkenalan 2 insan lawan jenis yang hendak melangsungkan hubungan keduanya ke jenjang yang lebih jauh, yaitu melamar kemudian menikah.  Proses perkenalan ini membedakan dengan hubungan pada umumnya muda mudi saat ini yaitu pacaran.

Dalil yang menunjukkan hal ini adalah hadits  Fathimah binti Qais ketika dilamar oleh Mu’awiyah bin Abi Sufyan dan Abu Jahn. Lalu Fathimah binti Qais meminta nasehat Rosulullah SAW, maka beliau bersabda
“ Adapun Abu Jahn, maka dia adalah laki laki yang tidak pernah meletakkan tongkatnya dari pundaknya. Adapun Mu’awiyah , dia adalah laki-laki miskin yang tidak memiliki harta. Menikahlah dengan Usamah bin Zaid.” (HR.Muslim)

Asy- Syaikh Ibnu Utsaimin dalam Asy – Syarhul MUmti ( 130-129/5 cetakan Darul Atsar) berkata “Bolehnya berbicara dengan calon istri yang dilamar wajib dibatasi dengan syarat tidak membangkitkan syahwat atau tanpa disertai dengan menikmati percakapan tersebut. Jika hal tersebut terjadi maka hukumnya haram, karena setiap orang wajib menghindar dan menjauh dari fitnah”

Dengan dalil tersebut diatas maka jelaslah ta’ruf memiliki adab dan tujuan yang harus dipahami oleh kedua insan yang hendak melakukannya.

Secara singkat  penjelasan ta’aruf adalah sebagai berikut:

1. Ta’aruf adalah proses mengenal calon istri atau calon suami dengan harapan terjadi kecocokan yang kan mendorong kepada proses selanjutnya yaitu pernikahan

2. Ta’aruf tidak selalu harus bertemu fisik, namun bisa dengan mencari informasi  dari mahram atau keluarga terdekat atau dari orang yang dekat. Sebagimana yang dilakukan oleh Fathimah binti Qais menanyakan laki-laki yang hendak menikahinya kepada Rosulullah SAW.

3. Ta’aruf juga bisa dilakukan  dengan berkunjung atau bertamu. Tentunya dengan tetap ada dalam koridor syari”at. Yaitu tidak khalwat. Sebagaimana sabda Rosulullah SAW “Janganlah sekali kali seorang pria dan wanita
berdua,bersepi-sepian, kecuali jika wanita itu disertai mahramnya.” (HR.Bukhari)

4. Tujuan Ta’aruf adalah mengenal calon untuk memunculkan semangat menyegerakan ke jenjang pernikahan.

5. Butuh untuk di rinci point-point yang diinginkan diketahui yang mengerucut kepada tujuan ta’aruf
6. Waktu ta’aruf memang tidak ada batasan. Namun lebih cepat lebih baik karena kan menjauhkan
dari fitnah berupa kemaksiyatan.

Dari penjelasan diatas InsyaAllah sudah jelas, bahwa ta’aruf butuh keseriusan dan kedewasaan pihak yang berproses, sehingga memang lebih baiknya diselesaikan satu persatu.

Dijawab oleh Ustadzah Lailin Nadzifah

Post a Comment

0 Comments