BEHIND THE SCENE Permulaan Tahun Hijriyah

RemajaIslamHebat.Com - Sahabat muslimah, hari ini tanggal 21 September 2017 bertepatan dengan 1 Muharram 1439 H merupakan salah satu hari yang penting bagi kaum muslim. Bagaimana tidak, Sebab Kelahiran 1 Hijriyah  dan 1 Muharram menyimpan fakta sejarah dan berpengaruh pada penentuan hari penting lain nya. Sahabat muslimah IMJ tentu sudah tidak asing dengan Tahun baru Hijriah walaupun suasana semarak dan gegap gempitanya jauh berbeda dengan tahun baru Masehi. Nah kali ini IMJ akan menghadirkan bahasan tentang fakta di balik layar penentuan 1 Hijriyah.

Masyarakat Arab pra Islam dalam kehidupan sehari-harinya sudah menggunakan kalender dengan sistem bulan (qomariyah), dengan terbitnya hilal sebagai tanda masuk bulan baru atau tanggal 1. Namun kala itu masyarakat belum mengenal penomoran tahun. Masyarakat Arab dahulu menjadikan peristiwa-peristiwa besar sebagai acuan penamaan tahun, sebagaimana kita kenal tahun kelahiran Rasul dengan sebutan "Tahun Gajah", karena pada waktu itu terjadi penyerang Ka'bah di Mekkah oleh tentara bergajah yang dipimpin oleh Abrahah, Gubernur Yaman.

Sejarah penomoran tahun Qomariyah bermula pada tahun 682 Masehi, 'Umar bin Al Khattab (632H-634H) yang saat itu menjadi khalifah mendapati sebuah masalah. Negeri islam yang semakin besar wilayah kekuasaannya menimbulkan berbagai persoalan administrasi. Surat menyurat antar gubernur atau penguasa daerah dengan pusat ternyata belum rapi karena tidak adanya acuan penanggalan. Masing-masing daerah menandai urusan muamalah mereka dengan sistem kalender lokal yang seringkali berbeda antara satu tempat dengan laiinnya.
Dengan adanya masalah ini, maka pada tahun ketiga masa pemerintahan khlifah ‘Umar, Abu Musa Al-Asyari r.a (sahabat yang ditugasi menjadi gubernur di Bashrah ) mengirim surat kepada khalifah ‘Umar yang isinya: “Telah datang kepada kami beberapa surat dari amirul mukminin, sementara kami tidak tahu kapan kami harus menindaklanjutinya. Kami telah mempelajari satu surat yang ditulis pada bulan Sya’ban. Kami tidak tahu, surat itu Sya’ban tahun ini ataukah tahun kemarin.”

Dipicu oleh surat ini, maka Khalifah menyetujui usulan untuk membuat penanggalan sendiri dan langsung membentuk panitia yang diketuai langsung oleh beliau dengan enam anggota sahabat Nabi terkemuka, yaitu Utsman bin Affan, Ali bin Abi Tholib, Abdurrahman bin Auf, Sa'ad bin Abi Waqas, Tholhah bin Ubaidillah, dan Zubair bin Awam.
Para sahabat yang diajak musyawarah oleh Umar bin Khatthab, mereka menyimpulkan bahwa kejadian yang bisa dijadikan acuan tahun dalam kalender ada empat: tahun kelahiran Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam, tahun ketika diutus sebagai rasul, tahun ketika hijrah, dan tahun ketika beliau wafat. Namun ternyata, pada tahun kelahiran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan tahun ketika beliau diutus, tidak lepas dari perdebatan dalam penentuan tahun peristiwa itu. Mereka juga menolak jika tahun kematian sebagai acuannya, karena ini akan menimbulkan kesedihan bagi kaum muslimin. Sehingga yang tersisa adalah tahun hijrah beliau (Fathul Bari, 7:268).

Alasan lain tidak menjadikan tahun kelahiran Nabi shallallahu’alaihiwasallam sebagai acuan; karena dalam hal tersebut terdapat unsur menyerupai kalender Nashrani, dimana mereka menjadikan tahun kelahiran Nabi Isa sebagai acuan. Tidak juga menjadikan tahun wafatnya Nabi shallallahu’alaihiwasallam sebagai acuan, karena dalam hal tersebut terdapat unsur tasyabuh dengan orang Persia (majusi). Mereka menjadikan tahun kematian raja mereka sebagai acuan penanggalan.

Disebutkan oleh al-Hakim dalam al-Mustadrak, dari Said bin al-Musayib, beliau menceritakan:
Umar bin Khattab mengumpulkan kaum muhajirin dan anshar radhiyallahu ‘anhum, beliau bertanya: “Mulai kapan kita menulis tahun?.” Kemudian Ali bin Abi Thalib mengusulkan: “Kita tetapkan sejak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam hijrah, meninggalkan negeri syirik.” Maksud Ali adalah ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam hijrah ke Madinah. Kemudian Umar menetapkan tahun peristiwa terjadinya Hijrah itu sebagai tahun pertama (al-Mustadrak 4287 dan dishahihkan oleh adz-Dzahabi)

Penetapan Muharram sebagai awal tahun Hijriyah juga memiliki banyak pertimbangan, antara lain, pada bulan itulah Rasulullah bertekad sambil menyusun rencana untuk pindah ke Yatsrib; karena setelah Ramadhan adalah Syawal, Dzulqa'dah, dan Dzulhijjah yang lazim disebut "asyhurul-hajj" atau bulan-bulan haji. Kesibukan persiapan haji telah dimulai sejak Syawal hingga pertengahan Dzulhijjah, setelah itu umat Islam diharap membuka lalu memulai lembaran baru dalam hidupnya pada bulan Muharram.

Khalifah Umar bin Khattab akhirnya secara resmi menetapkan awal tahun Qomariyah bagi kaum muslim bertepatan dengan momen hijrah Rosul sebagai pengingat akan peristiwa hijrahnya Rosul meninggal negeri syirik menuju negeri yang bertaqwa kepada Allah SWT. Maka berdasarkan pakar ilmu hisab awal tahun Hijriyah 1 Muharram bertepatan dengan tanggal 15 Juli 622 Masehi.[Info Muslimah Jember]

Post a Comment

0 Comments