AYAH, Mendidik Anak itu Tanggung Jawabmu!

Oleh : Yuli KD Anshory

Keseeeelll banget kalo ada laki-laki yang ngakunya Ayah, tapi dia ngga mau terlibat mengasuh dan mendidik anak. Bagi saya, keterlibatan Ayah dalam mengasuh dan mendidik anak itu wajibul kudu. Ini bukan hanya sekedar soal preferensi yaa. Saya memiliki pemahaman seperti ini, karena memang tuntunan syariat. Bukankah Rasulullah Saw bersabda : Setiap kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya itu (Hadits).

Seorang suami (Ayah) adalah qowwam (pemimpin) di dalam rumahnya, maka salah satu kewajiban pemimpin di rumah adalah mendidik istri dan anak-anaknya dengan baik. Sooo, plis ya para Ayah, ngga boleh Anda nih bilang ke istri : "Ibu/Umi/Bunda... Tugasku itu nyari nafkah, kalo pendidikan anak-anak seterah bunda aja dah".. Atau atau, pernah ngga ada yang ngalamin begini, saat Ayah diajak hadir kegiatan Parenting : "Udalah yang ikutan umi ajah, Ayah mah bosen. Paling teorinya gitu-gitu aja . Ntar umi sharing aja  apa materinya ke Ayah". Hmm.. seolah yang harus meng upgrade ilmu keorangtuaan itu adalah Ibu-Ibu dan Ibu. Sementara, ga penting buat Ayah mah. Gituh? Eerrggh.

Hey Ayah! Tau ga? Justru, Anda sekalian itu harus merancang goal pendidikan di rumah. Anda kan pemimpin. Anda direktur loh di rumah. Mau di bawa kemana anak istri Anda? Mau seperti apa corak pendidikan di rumah? Apa orientasi yang mau ditanamkan kepada anggota keluarga? Orientasi duniawikah? Atau ukhrawi? Sudahkah merenda mimpi besar dengan anak-anak dan partner hidup Anda?....

Wahai para Ayah... Kami (para istri) tau, tugasmu mencari nafkah sudah berat nian. Semoga engkau tak merasa berat dengan tugas mendidik kami : anak-anak dan istrimu. Kami yakin, jika paradigma berpikirmu shahih dan lurus, engkau --wahai para Ayah--, pasti akan menjalankan peran mendidik kami ini dengan bahagia. Karena bukankah kami ini Qurrota A'yun bagimu?

Terimakasih untuk para Ayah --wabil khusus paksu-- yang sudah sangat enjoy menjalankan keQowwamannya di rumah. Kalian pasti akan menjadi inspirasi bagi kami. Kalian pastiii akan menjadi sosok yang ngangeniiin buat kami.

Para Ummahaat, yuk mari bantu suami kita menjalankan tugas dan tanggungjawabnya di rumah, agar bisa bersinergi mewujudkan generasi shalihin shalihaat yang jiwa mereka ngga kempes karena kehilangan sosok Ayah dalam hidupnya.

Semangaaaattt yaaa buat para Ayah dimanapun ��
Semoga Allah memberkahi kalian, dan membalas setiap tetesan keringat dan kelelahan dengan surgaNya. Aamiin..[]

Tulisan tambahan dari fb Yanti Tanjung :

Bertemu Allah

Anak ini ketika awal distimulasi tentang kehidupan setelah mati dia pernah bertanya kemana orang-orang yang sudah dikubur? Diberilah penjelasan bahwa semua manusia yang mati akan bertemu denga Allah.

Suatu waktu, anak ini malas shalat berjamaah. Maka mencoba mengaitkan ma'lumatnya tentang kebersamaan kita di surga, kalau kita shalat berjamaah berharap kita bertemu di surga yang sama..

Keluarlah ungkapan spontan dari lisan uminya

"Nak, nanti di surga bertemu sama umi ya..karenanya kita selalu bersama, dengan shalat berjamaah dapat pahala 27 kali lipat dan berharap bertemu umi di surga. "

" Hariz tidak mau bertemu umi di surga, Hariz mau ketemu Allah..."

" Masya Allah, umi juga Nak..."

Post a Comment

0 Comments