Apakah Ketertarikan pada Lawan Jenis Ada Pada Anak Usia 4 Tahun?

Oleh : Yanti Tanjung

NALURI naw'u (melestarikan jenis) seperti halnya naluri beragama (tadayyun) dan naluri memperrahankan diri ( baqa) sudah ada sejak usia dini bahkan sejak anak itu dilahirkan. Maka dia akan muncul karena dua hal, karena ia memikirkannya atau karena rangsangan dari luar dirinya.

Jika kita menstimulasi anak usia dini agar mau menirukan kita shalat, baca alquran, berdzikir dll maka anak akan tumbuh kecendruangannya dan ikut menirukan untuk memenuhi kebutuhan naluri beragamanya.

Jika kita menstimulasi anak usia dini agar berjiwa pemberani, percaya diri, pemarah, menguasai orang lain dll maka anakpun akan tumbuh kecendrungannya dan ikut menirukannya untuk memenuhi kebutuhan naluri baqanya.

Begitupun naluri naw'u, jika anak usia 4 tahun itu terstimulasi baik tentang kata-kata porno atau adegan porno atau rangsangan-rangasangan yang menumbuhkan kecendruangannya tertarik pada lawan jenis maka anak akan tumbuh kecendrungannya dan menuntut untuk dipenuhi.

Bahkan untuk anak usia dini, mengingat berpikirnya belumlah terbentuk dan belum memiliki kesadaran rasional maka yang ada justru kesadaran emosional yang muncul dari naluriyyah ini.

Maka disinilah penting orang tua memberikan stimulasi tersebut berrdasarkan fithrah islamnya, tsaqafah-tsaqafah islam yang berguna bagi pengelolaan nalurinyah bukan  informasi-informasi dan stimulus-stimulus yang bertentangan dengan aqidah islam.

Wallahu a'lam bishshowab.[]

Tulisan tambahan Fb Yanti Tanjung :

KARENA AKU BUKAN SEORANG QADHI

Maafkan jika saya tak bisa bantu menyelesaikan tuntas masalah perselingkuhan suamimu, karena saya hanya bisa memintamu bersabar dan bertahan walau derita fisik berkali-kali kau rasakan, jadilah istri shalehah...

Maafkan aku yang hanya bisa ikutan bersedih karena ketidakpedulian suamimu akan beratnya beban mendidik yang kau tanggung, kupinta jadilah ibu tangguh...

Maafkan, jika saya juga tak bisa selesaikan masalah anakmu usia SD yang terpapar porno dan melakukan pelecehan seksual pada teman sekelas, saat itu dirimu dimana bunda...

Maafkan diriku yang hanya bisa mengelus dada dan menjerit menerima curhatanmu bahwa telah terjadi nonton bareng film biru anak-anak disekitar tetangga yang melibatkan anak-anakmu

Maafkan diriku yang tak selalu sedia menjawab keluhan-keluhanmu tentang anakmu yang sudah kecanduan narkoba

Maafkan diriku yang tak bisa memisahkan anak remajamu dari pacarnya...

Sungguh dirikupun ngeriii.....dan tak pernah membayangkannya, aku ingin keluarga dan anak-anak kita baik-baik saja...

Tapi inilah negeri yang sudah menghapuskan agama dari urusan kita. Andai saja aku seorang qadhi  yang menerapkan hukum ilahi di negeri ini...[]

Sumber:

Fb: Yanti Tanjung

Post a Comment

0 Comments