Aksi 299 ; Suara Umat Tolak Kedzaliman

RemajaIslamHebat.Com - Sahabat muslimah,, Beberapa hari ini, media massa baik elektronik, cetak maupun online sedang ramai memberitakan Aksi 299.

Aksi yang kabarnya akan diikuti sekitar 50 ribu orang, puluhan ormas dan dihadiri banyak tokoh nasional ini cukup mendapat banyak dukungan dari masyarakat dan netizen.

Pasalnya, aksi ini merupakan penolakan terhadap Perppu Ormas dan kebangkitan PKI. Perppu Ormas menuai banyak kontra di tengah-tengah masyarakat karena memandulkan peran pengadilan, juga ditengarai untuk membungkam Ormas Islam dan dakwahnya. Pasal 59 ayat 4 huruf C dijadikan dalih penguasa menggebuk Ormas Islam yang bertentngan dengan Pancasila. Sementara tuduhan pemerintah menuding Ormas Anti Pancasila tak perlu dibuktikan di pengadilan.

HTI, sebagai ormas pertama yang terkena delik Perppu ini dengan dicabut SKnya secara sepihak justru mendapatkan banyak simpati dari masayarakat.

Suara-suara penolakan terhadap hadirnya Perppu Ormas semakin gaduh terdengar dari berbagai kalangan, termasuk para tokoh, kaum intelektual, ulama, hingga masyarakat biasa. Tak tanggung-tanggung 1000 advokat bersatu untuk membela HTI dan berjuang mengawal proses hukum demi menggugat perppu Ormas tersebut.

Perppu ormas dinilai tidak layak dikeluarkan karena sejatinya tak ada kegentingan yang memaksa sebagai prasyarat diterbitkannya perppu oleh presiden.

Selain itu, Perppu ormas juga telah menikam salah satu ajaran Islam, yakni memberikan nasehat kepada penguasa dan membongkar makar-makarnya. Hakikatnya Allah swt mewajibkan setiap muslim untuk berdakwah, menasehati sesama muslim, termasuk menasehati penguasa yang menyimpang dari ajaran Islam (muhasabah lil hukam).

Muhasabah lil hukam merupakan aktivitas politik Islam yang tidak boleh ditinggalkan.   Aktivitas ini dapat dilakukan oleh individu, jama’ah maupun lembaga representatif umat (majelis umat). Aktivitas mengoreksi penguasa bagian dari aktivitas menyerukan yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar.

Rasulullah SAW bersabda,

Artinya: “Barangsiapa di antara kamu yang melihat kemungkaran maka hendaklah ia mengubahnya dengan tangannya, jika ia tidak mampu maka dengan lisannya, jika tdk mampu maka dengan hatinya dan itulah selemah-lemahnya iman." (HR. Muslim)

Sahabat muslimah,, Dalam pandangan Islam, menyampaikan kritik terhadap penguasa yang zhalim merupakan jihad yang utama.   Sebagaimana Rasulullah saw bersabda:

  "Seutama-utama jihad adalah menyampaikan kalimat yang adil (haq) kepada penguasa (sulthan) yang zhalim.” (HR. Abu Dawud no.4.346, Tirmidzi no.2.265, dan Ibnu Majah no 4.011)

Lewat perppu ormas sejatinya HTI sedang dibungkam dari menyampaikan ajaran Islam, yakni Khilafah. Padahal sangatlah jelas bahwa Khilafah bukan ideologi sebagaimana yang selama ini didengungkan, melainkan institusi politik Islam yang dicontohkan oleh Rasulullah saw.   Menolak Khilafah sama saja menolak ajaran Islam. Menganggap khilafah sebagai ide yang absurd sama saja menolak sejarah yang pernah ada.

Berorganisasi dalam rangka menegakkan amar ma'ruf nahyi mungkar merupakan perintah Allah swt dalam Al-Quran surat Al-Imron: 104,

"Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung." (QS. Ali 'Imran 3: Ayat 104)  Berbeda dengan
kebijakan pemerintah hari ini, yang lewat perppu membubarkan ormas, melakukan persekusi terhadap para anggotanya, serta memonsterisasi ajaran Islam yang diembannya.

Hal tersebut sungguh merupakan upaya penikaman terhadap umat Islam dan ajaran Islam. Jika berpendapat saja dilarang, bagaimana mungkin negeri ini akan mencapai kemajuan dan kebangkitan? Sedangkan buah pikiran merupakan sarana untuk mencapai kebangkitan sebuah bangsa.

Maka, sudah selayaknya Perppu pembubaran ormas ditolak, sebab akan membahayakan sikap kritis ke depannya. Bukan tidak mungkin akan banyak korban-korban lain yang berjatuhan.

Lebih gawat, perppu ormas akan menjadi senjata mematikan bagi pihak-pihak yang tidak sejalan dengan rezim berkuasa. Ini jelas berbahaya! Negara demokratis akan menjelma menjadi negara otoritarian dan diktator!

Dengan demikian, perppu Ormas layak ditolak karena lemah pondasi penerbitannya dan berbahaya bagi eksistensi sikap kritis di negeri ini. Wallahu'alam bi shawab. [Info Muslimah Jember]  ...

Post a Comment

0 Comments