Agar Rumah Tangga Bebas dari Perselingkuhan

RemajaIslamHebat.Com - Sahabat Muslimah, siapapun orangnya, pasti rasanya sedih sekali jika kita diuji dengan cobaan perselingkuhan. Sakitnya tuch disini!! Semoga keluarga kita dihindarkan dari ujian masalah ini. Aaminn..

Namun jika kita mau membuka mata, kita harus jujur bahwa masalah perselingkuhan ini sangat merebak luas di tengah-tengah masyarakat. Seakan-akan pasangan sah kita sudah tidak mampu memikat hati kita lagi dan kita tertarik dengan orang lain yang sudah jelas-jelas Alllah haramkan untuk kita.

Apalagi di tengah sistem liberal, ponografi dan pornoaksi merebak dimana-mana, membuat masalah perselingkuhan semakin marak..Astagfirullahal ‘Adzim..

Tentu, kita harus segera mengambil pelajaran dari kasus-kasus yang ada, sehingga kita bisa menjaga keluarga dan lingkungan kita dari virus perselingkungan ini..

Luruskan Niat dan Arah Pernikahan.

Menikah adalah untuk ibadah. Untuk mendekat kepada Allah. Sehingga masing-masing pasangan harus berusaha menata pikiran, perasaan dan perbuatan semata sesuai dengan hukum syara’ termasuk dalam menata perasaan cinta pada pasangan kita.

Di dalam buku Ibnu Qayyim Al-Jauziyah yang berjudul Taman Orang-orang Jatuh Cinta dan Memendam Rindu dituliskan,” Allah menjadikan penyebab kesenangan adalah keberadaan istri. Bisa saja cinta kita kepada istri tumbuh karena sebab-sebab tertentu. Tetapi cinta itu akan cepat lenyap dengan lenyapnya sebab.”

Sehingga jika kita menikah karena wajahnya yang rupawan maka ketika kerupawannya hilang, maka hilanglah cinta kita. Jika kita menikah karena tingkahnya yang menggemaskan, maka bisa jadi ketika istri kita hamil dan tingkahnya justru menyebalkan, maka hilanglah cinta kita.

Namun jika kita menikah karena Allah maka insya Allah rasa cinta itu akan terjaga..karena Allah sudah memberikan cara-caranya supaya kesakinahan hadir dalam keluarga kita.

“Tiga kunci kebahagiaan seorang laki-laki adalah istri shalihah yang jika dipandang semakin sayang dan jika kamu pergi membuatmu merasa aman” (Al-hadist)
Karena itu, jika ada yang lain hadir dalam rumah tangga kita, segeralah melakukan evaluasi..lalu luruskan niat dan arah keluarga menuju Allah.

Komunikasi untuk mendekatkan Jiwa.

Dari bangun tidur hingga tidur lagi, 70% waktu kita digunakan untuk berkomunikasi, bagaimana kita menangkap komunikasi orang lain dan bagaimana kita mengkomunikasikan apa yang ingin kita nyatakan. Dalam komunikasi ini, faktor persepsi atau dzonn sangat mempengaruhi.

Bayangkan bagaimana perasaaan pasangan kita ketika setiap kali dia bercerita, kita menampakkan respon yang kurang antusias, atau kita tinggalkan dengan mengerjakan pekerjaan yang lain atau kita jawab dengan kalimat , "Aku sudah tahu, jangan diulang-ulang” dsb.. Atau pertanyaan-pertanyaan kita selalu penuh kecurigaan atau kita mudah marah pada pasangan kita ketika melakukan kesalahan..Sering memaksakan pembicaraan dan berbagai sikap lain yang membuat hilangnya rasa nyaman dalam keluarga kita.

Padahal Allah memerintahkan kita untuk berbicara dengan ma’ruf dan selalu bersikap lembut terhadap pasangan.
“ Sesungguhnya seorang hamba benar-benar mengucapkan suatu kalimat yang tidak ia pikirkan akibatnya, ternyata ia terjerumus ke dalam neraka karenanya lebih jauh daripada jarak antara timur dan barat” (HR. Bukhari Muslim)

Masalah komunikasi menjadi lebih rumit lagi, jika salah satu atau kedua belah pihak sudah punya rasa tidak suka, maka apapun yang dilakukan pasangannya akan nampak salah.

Padahal Allah berfirman: “Dan bergaullah kamu dengan istri-istri kamu secara patut.  bila kamu tidak menyukai mereka (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak (Q.S An-nisa:19)

Biarlah engkau yang tercantik di hatiku.

Shahabat muslimah..
Sekalipun kecantikan atau ketampanan bukan yang utama dalam meentukan kebahagiaan penikahan, namun kita harus menunjukkan itikad untuk berhias untuk pasangan, sehingga pasangan kita merasa dihargai.

Termasuk dalam kategori merawat kecantikan adalah menjaga lisan kita untuk tidak menceritakan wanita lain kepada suami sehingga seolah-olah suami memandangnya sendiri sehingga menmbulkan imajinasi-imajinasi terhadap wanita tersebut. Karena itu Nabi SAW melarang seorang wanita memberitahukan sifat-sifat wanita lain di hadapan suaminya.

Yang juga termasuk merawat perasaan suami adalah member sambutan hangat di saat suami harus pulang mendadak karena hatinya tergoda oleh kecantikan wanita lain diperjalanan.

Jagalah Pergaulan Kita

Rusaknya pergaulan laki-laki dan perempuan dalam sistem sekuler kapitalis saat merupakan cobaan yang amat besar terhadap keluraga-keluarga muslim. Rangsangan seksual dihadirkan dimana-mana.. karena itu shahabat muslimah harus bisa membentengi diri lebih awal dengan menjalankan aturan-aturan pergaulan antara laki-laki dan perempuan.

Diantaranya selalu menjaga pandangan, mengenakan jilbab dan kerudung sempurna ketika keluar rumah, tidak berdua-duaan (khlawat), tidak ikhtilat dll.. dengan menjalankan aturan-aturan ini maka paling tidak kita dan pasangan terjaga dari berbagai rangsangan seksual yang tidak pada tempatnya.

Yang tidak kalah pentingnya adalah kita dan pasangan senantiasa siap belajar sepanjang waktu, terus berbenah memantapkan kepribadian dan berjuang bersama umat Islam lain sehingga perhatian kita tidak mudah teralihkan pada hal-hal yang menghancurkan hidup kita.. Wallaahu a’lam

Penulis : Nauroh Alifah

Post a Comment

0 Comments