Aceh Kecam Genosida Rohingya, Tuntut Pemerintah Kirim Tentara

RemajaIslamHebat.Com - "Kirim tentara Muslim, bebaskan Muslim Rohingya," demikian tulisan pada spanduk yang diarak sepanjang jalan dari mesjid Raya Baiturrahman menuju Bundaran Simpang Lima Banda Aceh pada aksi solidaritas berbagai ormas yang tergabung dalam Aliansi Ukhuwah untuk Rohingya, Jumat (15/09/2017).

Hadir sebagai orator pada aksi itu, Teungku Abdul Wahid, Wakil Ketua FPI Aceh, dia menyeru seluruh umat Islam untuk bersatu, “Berbagai masalah telah terjadi di depan mata kita, mereka (Red. Rohingya) dizalimi dan HAM tidak bergerak, umat Islam harus sadar tanpa persatuan dalam Khilafah kita selamanya akan ditindas," tegasnya disambut pekik takbir peserta aksi.

Menurutnya, Presiden harus bertindak dengan mengirim tentara-tentara Islam yang tergabung dalam TNI ke Rohingya. Dia juga mendoakan agar TNI dan Polri berpihak umat Islam sebagai wujud ukhuwah, "Maka orang Islam sekarang wajib sadar, perjuangan terus Khilafah. Kita mendoakan TNI dan Polisi, mereka tidak menjadi tentara-tentara Dajjal," ungkapnya.

Sebagai konsekuensi aqidah, ukhuwah adalah pengikat antara satu Muslim dengan seluruh Muslim dunia, “Umat Muslim ibarat satu tubuh, satu bagian yang sakit anggota tubuh yang lain akan tidak nyaman,” ungkap Ustaz Rahmat Ibnu Umar, Da'i Aceh sebagai salah satu orator.

Menurutnya, pembantaian di Myanmar adalah benturan peradaban. Kaum Muslimin sengaja dibenturkan dengan non Muslim untuk kepentingan rezim Kapitalis dan Komunis.

Hadir pula pada aksi itu Ustaz Herman, perwakilan Daarut Tauhid Banda Aceh, dalam orasinya dia mempertanyakan ketidakberdayaan umat Muslim untuk menolong Muslim Rohingya, “Saudara-saudaraku sekalian, hari ini dunia menyaksikan sebuah kezaliman terhadap Islam kemudian dunia bungkam, itu menjadi pertanyaan besar hari ini. Apa yang sudah kita lakukan untuk mereka? Mereka membutuhkan uluran tangan kita," imbuhnya.

Aksi yang juga menggalang dana untuk dikirimkan kepada Muslim Rohingya ini diakhiri dengan pernyataan sikap oleh Ustaz Khairul Ichsan, dan juga doa bersama untuk persatuan umat Islam dunia.[] SP

Post a Comment

0 Comments