YANG MANA YANG MAU KAU BELI, NAK?

Oleh : Amalia Sinta

DI POSTINGAN saya kemarin, ada yang bertanya tentang cara komunikasi dengan anak agar mau mengurangi isi tas belanjanya.

Ini saya tuliskan lengkap di sini yaa..
Supaya bisa di baca yang lain juga.

Kemarin saya ke toko buku dengan Kak Tera (4y4m) dan dia mengambil banyak buku. Ini percakapan saya ketika negosiasi supaya kakak mau memilih dua buku ajah untuk dibeli.

Mam : "Wah tas belanjaan Tera penuuh.. isinya buku apa ajah?"
----> menghargai 'jerih payahnya' memilih buku

Tera : "Iya Mah, ini Teya ambil buku A gambarnya blablabla.. buku B tentang blablabla.. buku C ada ini itunya Mah blablabla..."
----> antusias menjawab karena merasa diperhatikan

Mam : "Oowh.. bagus2 yah.. Tera paling suka yang mana?"

Tera : "Suka semuaaa"

Mam : "Yang paliiing kepengen yang mana?"

Tera : "Kepengen semua Mah"

Mam : "Kita cuma bisa beli 2 buku yaa. Jadi Tera pilih dua yang paling Tera suka."
-----> mengajarkan kesabaran, gak semua yang anak pengen, bisa langsung terpenuhi saat itu juga.

Tera : "Kenapa cuma beli dua?"

Mam : "Karena uang yang kita punya, gak cuma buat beli buku. Kita juga perlu beli makanan, minuman, bensin.."
----> mengajarkan anak tentang prioritas dalam pembelian

Tera : "Tapi Tera mau buku ini semua.."

Mam : "Mama bantu pilihin ya. Kalo buku A ini bagus cerita tentang ikan-ikan di laut, ada kapalnya juga buat diwarnain. Tera boleh beli ini. Kalo buku B ga usah ya, ini buat anak yang lebih besar. Gambarnya sedikit, tulisannya banyak kecil-kecil. Kalo buku C...."
----> menawarkan solusi. Anak gak dibiarin bingung sendiri.

Tera : "Yaah..tapi Teya mau yang lain juga.."

Mam : "Besok2 lagi kalo kita ke sini lagi dan buku Tera yang di rumah udah dibaca semua, Tera boleh beli lagi yaa"

Tera : "Yaah..tapi Teya sedih.."

Mam : "Oh sedih ya ga beli semua. Sini mama peluk.. iya memang sedih ya kalo ga bisa beli semua sekarang. Mama peluk ya biar sedihnya ilang.."
----> Menerima emosi anak, mengajarkan bahwa boleh dan wajar mengalami rasa kecewa atau sedih

Peluk erat selama beberapa saat.
----> terapi penyembuhan dari rasa kecewa atau sedih yang sedang dialami anak

Mam : "Eh mama udah pengen banget lowh bacain buku baru Tera yang tentang ikan. Tera mau ga?"
----> Rasakan nafas anak. Setelah dirasa dia udah tenang dan berhasil mengatasi emosinya, kita alihkan ke hal yang menyenangkan

Tera : "Mauu Mah.."

Mam : "Oke abis dibayar kita cari kursi buat baca yaa.. eh gimana sekarang udah gak sedih kan?
Senang kan karena kita dapet buku ikan yang bagus dan buku C.."

Tera : "Iyaa.. yeey.  Ayo kita bayar di kasir Mah.. trus abis itu Teya yang buka plastiknya yaa.."

Dan anaknya melenggang santai ke kasir..

♧♧♧

Negosiasi macam ini memang membutuhkan waktu yang lama dan tenaga yang tidak sedikit.

Tapi layak diperjuangkan, karena negosiasi efektif untuk mencapai tujuan emaknya tanpa melukai perasaan si kakak.

Bisa ajah emak shortcut bilang :
"Udah buruan pilih dua ajah. Kita udah mau pulang. Mau ditinggal di toko?"

Si anak akan bertambah sedih, merasa gak dihargai, dan akhirnya acara beli buku yg harusnya menyenangkan malah berakhir menyedihkan. Bisa-bisa pake aksi tantrum di lantai.

Atau bisa juga anak malah marah dan mengamuk dan kesannya terhadap buku jadi negatif.

Cara di atas bisa diterapkan dengan melihat usia dan kecakapan komunikasi yang dimiliki anak ya. Untuk anak yang masih terlalu kecil dan belum lancar ngomong, belum bisa diterapkan.

Kalo Tera sekarang usia 4th 4bln, udah lumayan bisa diajak negosisasi buat cari win-win solution.

Oya note pentingnya adalah, pastikan emaknya dalam keadaan kenyaang biar bisa sabar

Kalo emak lagi laper atau cape, mending bapaknya yg ngajak nego anaknya. Dengan catatan si bapak gak lagi kelaperan juga hehe..

Ini juga bisa diterapkan ketika berada di toko mainan, toko roti, toko baju, atau apapun..

Yang penting lagi, proses negonya jangan di antrian kasir yaa.. bisa ditimpuk orang-orang di belakang kita!

So, this may help :

- Bertanyalah apa dan mengapa anak memilih barang yang diambilnya
- Tanyakan kegunaannya
- Bantu pilihkan jika dia ga bisa memilih sendiri
- Biarkan anak mengekspresikan emosinya
- Beri pelukan untuk menenangkan dan mengobati rasa kecewa dan sedihnya.

♧♧♧

Mungkin ada yang bertanya-tanya,

"Ngapain sih ribet amat?"

"Kenapa gak beliin semuanya aja sih?"

"Kalo duitnya ada, ya gak masalah kan?"

Iya, gak masalah kalo punya gudang uang.

Tapi saya gak punya.
Dan saya gak tau duit kami akan selalu ada atau engga, buat selalu memenuhi keinginan anak beli ini itu.

Saya juga gak mau anak jadi gak bisa mengendalikan rasa 'ingin memiliki barang' ketika berada di toko.

Bisa-bisa gedenya jadi shoppaholic dengan tingkat kecanduan yang parah

Dan anak juga perlu dilatih untuk bersabar, menunda keinginan.

Sudah cukup banyak contoh orang dewasa yang gak bisa sabar, semua keinginan pengennya cepet terealisasi. Sehingga cara apapun ditempuh. Sikut sana sini, jilat sana sini, tipu sana sini..

Semoga anak-anak kita tumbuh menjadi pribadi yang sanggup mengendalikan keinginan dalam dirinya sendiri sehingga tidak sampai merugikan orang lain kelak..

Slamat mencoba Mommies..
Dan selamat menikmati hasil manisnya kelak..

Sumber:

Fb: Amalia Sinta

Post a Comment

0 Comments