UNTUKMU, SANG IBU RUMAH TANGGA

Oleh : Amalia Sinta

MUNGKIN di suatu pagi, kau terbangun terlalu dini. Lalu bercermin memandangi diri sendiri. Dulu wajah ini cantik mempesona. Dipuji banyak pria. Namun kini terasa biasa saja. Duh cantikku yang dulu, kau hilang kemana?

Kau buka lemari dan menatap deretan hanger. Tempat tergantung rapi blouse dan blazer. Yang dulu membuatmu percaya diri. Memukau klien saat presentasi. Membuat Boss semakin yakin akan kualitas seorang sarjana yang bergengsi.

Namun pagi ini yang kau ambil adalah daster. Meski punya banyak motif dan warna, tak ada rasa bangga saat memakainya.

Dengan badan yang masih lelah, kau melangkah ke dapur. Secepatnya selesaikan semua pekerjaan hingga lelah tak terukur. Berkejaran dengan terbitnya mentari di ufuk timur.

Pagi hingga malam kau berkutat dengan si balita yang kadang lucu, tapi lebih sering ngeselin. Yang kreatif tapi bikin rumah kaya kapal pecah.

Ingin sekali mulut ini berkata yang lembut, namun teriakan yang terdengar. Ingin sekali tangan ini membelai sayang, namun pukulan yang melayang.

Sungguh kau ingin berkata :

"Oh Tuhan, aku lelah.
Lelah menjadi ibu rumah tangga.
Aku rindu.
Rindu diriku yang dulu.
Yang selalu tampil cantik rapi wangi tiap pagi.."

♧♧♧♧♧

Dear Bunda,
Pernahkah merasakannya?

Sungguh segala rasa itu wajar
Sangat manusiawi merasakan rollercoaster emosi
Maka rehatlah sebentar
Beri waktu luang tuk diri sendiri

Tak perlu selalu jadi ibu siaga
Agar lebih santai menjalani hari

Tak perlu selalu jadi ibu sempurna
Agar tak mudah tersulut emosi

Yakinlah,
Lelahmu akan berbuah pahala
Ikhlasmu akan membawa surga

Sadarilah kau masih cantik. Walau tanpa lipstik, bibirmu kini lebih menarik. Karena sering tertawa lebar melihat gerak gerik konyol balitamu.

Lupakah kau Bunda,
Dulu di kantor, begitu sering kau membayangkan nyamannya memakai daster. Kini tiap saat bisa kau nikmati sepuas hati.

Tenang saja, kau tetap bisa berdandan cantik, memakai baju menarik dan membuat orang melirik saat pergi di akhir pekan, Bunda. Rona bahagia memancar dari kedua matamu saat bergandengan mesra dengan keluarga tercinta.

Dan pernahkah kau sadari, bahwa masakanmu lah yang menyehatkan si buah hati. Bahan segar yang kau olah dengan bumbu cinta. Rasa khas itu akan terpatri kuat di lidah mereka. Yang kelak akan mereka rindukan saat pulang ke rumah ini.

Iya, kelak.
Ketika mereka beranjak dewasa dan pergi jauh untuk memulai kehidupannya sendiri.

Saat rumah ini akan selalu rapi namun berselimut sepi.

Saat hatimu rindu namun tanganmu tak mampu memeluk mereka yang sudah berkelana jauh.

Jadi saat ini, detik ini,
Adalah saatnya kau genggam erat waktumu bersama mereka.

Kini bangunlah,
Tumpuk kembali kebanggaanmu sebagai ibu rumah tangga.

Tak perlu dengarkan komentar mereka yang nyinyir. Bukan mereka yang akan membantumu saat masalah mendera. Bukan mereka yang akan peduli padamu saat kau perlu bercerita.

Ingat kembali, hidupmu saat ini adalah pilihanmu sendiri. Tanpa keterpaksaan dari siapapun dan kau bahagia menjalaninya. Kau sangat menikmati kebersamaan ini.

Tanyalah pada anakmu,
Siapa yang akan selalu mereka cari saat sedih tiba?

Siapa yang ingin selalu mereka peluk untuk menenangkan gundahnya hati?

Siapa yang selalu jadi idola panutan tempat bertanya dan bergelayut manja, meski sering mengomel?

Tentu jawabannya adalah kau,
Sang Ibunda tercinta.

Betapa besar arti hadirmu untuk mereka bukan?

Maka yakinlah,
Kau kan slalu menjadi wanita tercantik, terbaik, terhebat, terkuat dan segala yang ter- di mata anak dan di hati suamimu.

Berbahagialah Bunda
Karena kaulah sumber kebahagiaan mereka..

#SharingnyaSinta

*Ditujukan untuk menguatkan para ibu rumah tangga, bukan untuk menjudge pilihan ibu bekerja

Sumber:

Fb: Amalia Sinta

Post a Comment

0 Comments