Tiada Jalan Bagi Penentang!

RemajaIslamHebat.Com - Ramadhan belum lama meninggalkan dan syawalpun masih berjalan. Namun, sikap represif dan anti Islam itupun telah ditampakkan. Yang semakin lama topeng itupun semakin terbuka jelas. Bagaimana, saat bulan puasa kemarin kami berusaha menjaga dan meningkatkan keimanan dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Memohon ampunan, memohon petunjuk, dan memohon pertolongan serta keridhoanNya dalam menyelesaikan masalah yang sedang menguncang umat di dunia. 

Demikian halnya kalianpun nampak melakukan. Meski sebelumnya, kalian gencarkan, opinikan, dan sebarkan fitnah akan Islam. Mengkaitkan dengan teroris, ancaman, dan pemecah belah bangsa.

Namun, di bulan Ramadhan kemarin kalian nampak lebih tenang, mendekatkan diri kepadaNya untuk peroleh kemenangan akan ketakwaan, seperti yang janjikan. Fitnah kalian hentikan, usaha-usaha untuk membungkam umat pun kalian nampak tiadakan. Hingga di satu bulan itu, nampak hikmat dalam beribadah. Lebih tenang, lebih damai, dan semoga bisa bersatu dalam naunganNya, harapan kami.

Kalian lakukan kegiatan-kegiatan yang nampak agamis. Membagi-bagikan sembako dan amplop atau bisa disebut dengan sedekah, berbuka bersama, serta melakukan berbagai kunjungan atau silahturahm. Meski sebelumnya hal ini telah sering  kalian lakukan hanya saja dengan istilah blusukan. Yang  tentunya, semua itu banyak diberitakan di berbagai stasion TV dengan balutan sanjungan dan pujian. Yang seakan menunjukkan inilah Muslim sejati.

Maka, akan sangat mungkin ada dari orang-orang yang kurang melihat  dan kurang mau untuk berfikir, akan mengira perdamaian telah dimulai. Padahal,  bara api itupun masih mengangah yang tetap dijaga dengan semilirnya dan hembusan lebut angin. Kini, api itupun telah kalian nyalakan hanya dengan tuangan Undang-Undang yang kalian
buat dengan nafsu kalian.

Kalian katakan, “Negara tidak boleh kalah dengan Ormas-ormas radikal”. Padahal, yang kalian maksud tidak lain adalah Ormas-ormas yang taat dalam agama dan memegang teguh pada ajaran agama, maka bukankah mereka yang bertakwa. Dimana, bertakwa ialah penghambaan hanya pada Allah dengan menjalankan seluruh perintahNya dan menjauhi laranganNya. Terus, apakah mereka ini yang kalian katakana membahayakan kesatuan bangsa.

Sebenarnya, jika ditanya kalian agamanya apa….?!??!!???!!! Sampai meragukan ajaran-ajaran dalam agama sendiri. Membuat kesimpulan-kesimpulan yang tanpa dasar dari agama, hingga kalian citrakan keburukan pada agama.

Jika ditanyakan, puasa satu bulan penuh kalian kemarin sebenarnya untuk siapa…???!!!!!. Sebab, ketakwaan itupun tak nampak pada pandangan mata, namun sikap sewenang-wenang dan menyakiti umat Islamlah yang nampak nyata. Bagaimana, kalian bisa mengatakan berpuasa untuk Allah, padahal tindakan kalian menentang hukum-hukum Allah. Kalian katakan Hukum Allah berbahaya. Hukum Allah tidak relevan. Hukum Allah memecah belah persatuan.

Lain lagi istilah yang kalian sandangkan pada kami yang memperjuangkan pada hukum Allah dengan radikalis, ekstrimis, teroris, dan istilah-istilah lainnya yang berbau pada pengancaman.

Kalian larang hukum Allah diterapkan, kalian hadang setiap usaha pada pemahaman Islam hingga kalian labelkan keburukan pada kami yang memperjuangkan.   Dan kalian agung-agungkan hukum manusia penentang. Bagaimana bisa tidak dikatakan sebagai penentang jika mereka membuat tandingan-tandingan akan aturan dan hukum-hukum Allah yang sebagai pencipta seluruh alam.

Ketahuilah, seberapa besar kekuatan kalian, seberapa besar harta yang kalian gunakan, seberapa banyak jumlah kalian, seberapa luas wilayah kekuasaan kalian, dan bahkan seberapapun besar ancaman dan penyiksaan kalian. Hal itu tidak akan menjadikan kami gentar. Sebab, janji dan pertolongan Allah jauh lebih nyata bagi kami. Keimanan akan kekuasaan Allah jauh lebih ada dalam dada-dada kami. Tiada celah bagi kami untuk mundur dari perjuangan ini.

Kami tidak menyatakan untuk perang, sebab apapun yang kami perjuangkan itu hanya untuk KITA bukan hanya untuk KAMI, tapi untuk KITA, KITA BERSAMA !. Kenapa kami menginginkan penerapan hukum Allah, sebab kami mencintai negeri ini, mencintai umat muslim dan agama ini.

Kami memahami akan bagaimana akibat penerapan hukum ini, ia yang akan menjadi pemersatu umat, kemuliaan bagi ia yang menyakininya, kesejahteraan bagi ia yang bernaung dengannya, dan menjadi Rahmat bagi seluruh alam dengan penerapannya.

Sedangkan, kalian yang mengatakan cinta negeri ini, dengan mengatakan bahwa Pancasila, NKRI, UUD 1945 adalah  harga mati. Namun, faktanya kalian sendiri yang menjual aset Negara, kalian yang menjual kekayaan alam, kalian yang membiarkan asing merampok negeri ini, kalian yang mencabut subsidi untuk rakyat, menaikan TDL, dan kalian pula yang selalu menyakiti kami umat Muslim.

Maka, jika kalian mencintai negeri ini, kembalikan semua pada Islam, hanya Islamlah yang akan menyelamatkan  hidup di dunia dan hidup setelahnya. Jangan malah kalian nampakkan kesewenang-wenangan dalam kekuasaan. Iya !, memang kini kalian sedang berkuasa. Namun, Allahlah yang berkuasa memberikan dan mencabut kekuasaan kepada siapa dan dari siapa yang Dia kehendaki.

Kalian mengatakan lebih islamis dan lebih agamis. Namun, dari kalian-kalianlah lahir kebijakan-kebijakan yang liberialais, sekuleris, dan neoimperialais. Maka, kalian sendirilah yang anarkis, faktanya kalian biarkan pamuda-pemuda aset bangsa berkeliaran dijalan-jalan dan tempat-tempat maksiat, namun kalian membubarkan pengajian-pengajian. Membebaskan aktivitas-aktivitas LGBT, namun mengawasi Rohis. Mempertahankan sistem-sistem buatan manusia, namun menolak sistem dari Pencipta.

Ketahuilah, kemenangan Islam telah di depan mata. Maka hentikanlah ulah kalian atau Allah SWT yang akan menghentikan dengan pembubaran kekuasaan kalian,  sebagimana kalian membubarkan pengajian-pengajian Islam. Hentikan, menfitnah umat Muslim atau Allah SWT akan menghinakan kehidupan kalian. Hentikan, mendzolimi umat Muslim atau Allah SWT akan mengazab dengan siksa dunia dan akhirat.

Janji Allah akan kemenangan Islam pastilah terjadi, jangalah kalian membutakan diri. Apalagi dengan usaha-usaha untuk menghadang pada penegakan. Sesungguhnya, jika kalian menghadang perjuangan Islam kalian tidak menghadang kaum Muslim, namun kalian menghadang akan ketentuan Allah SWT. Maka, tanyakanlah siapa yang lebih berkuasa…???

Sumber: Fb: Uli Nice

Post a Comment

0 Comments