TALQIYAN FIKRIYAN (3) TALAQQI, TALAQQI FIKRI ATAU TALAQQIYAN FIKRIYAN

RemajaIslamHebat.Com - Pada kesempatan ini, saya hanya ingin memperjelas istilah “Talqiyan Fikriyan” yang sering kita gunakan untuk membahas proses berpikir yang berulang-ulang. Entah dari mana asal muasal istilah ini sehingga saya pun terbiasa menggunakannya. Maklumlah saya bukan orang yang beruntung memiliki bahasa arab sebagai bahasa ibu. Wajarlah kalau kepekaan bahasa arab saya juga jauh dari standar.

Istilah ini sudah berlangsung lama. Saya mendengarnya dari Ustadzah saya dulu ketika kami membahasa Kitab at Tafkiir karya Syaikh Taqiyuddin An Nabhani Rahimahullah. Barangkali karena dalam Kitab tersebut juga tidak ada tanda syiddah pada huruf Qo, maka kami pun membaca tulisan dalam kitab dengan tulisan arab gundul tersebut sebagai Talqiyan Fikriyan. Selanjutnya saya menggunakan istilah tersebut dalam beberapa tulisan ringan untuk menyebut tentang sebuah metode dalam pendidikan.

Barulah kira-kira beberapa hari yang lalu, saya mengkonfirmasi istilah tersebut kepada Guru saya, Syaikh Abdurrahman al Baghdady. Sebenarnya saya hanya ingin menanyakan tentang makna Talqiyan Fikriyan secara bahasa dalam pandangan Beliau. Sekaligus juga saya ingin menanyakan bagaimana penerapannya  dalam Tahfizh Al Qur’an.

Ternyata beliau agak asing dengan istilah tersebut Ketika saya menjelaskan faktanya, mengenai apa yang saya maksud, baru Beliau mengerti. Oh berarti yang anda maksud adalah Talaqqi Fikri. Mengulang-ulang dalam menghafal yang dikuatkan oleh proses berpikir. 

Talaqqi adalah mengulang, yakni guru menyampaikan lalu murid meniru. Talaqqi dalam menghafal adalah mengulang-ulang hafalan di depan guru yang memperbaiki bila salah. Selanjutnya ketika dalam menerangkan, guru memberikan pengertian terhadap materi yang akan dihafal, yakni agar ketika mengulang-ulang murid menggunakan proses berpikir, maka hal ini disebut sebagai Talaqqi Fikri.

Kemudian saya menanyakan tentang bagaimana bila kita menggunakan kata sifat untuk menyampaikan metode pembelajaran tersebut. Syaikh mengatakan, berarti disebut sebagai talaqqiyan fikriyan. 

Oh begitu. Yang bertanya pun hanya manggut-manggut.

Makanya bertanya dulu sebelum membuat istilah dalam bahasa arab. Bisa saja salah membaca, atau salah cetak dalam kata dan huruf. Hehehe, sebagai murid saya hanya nyengir pasrah.  Walau dalam hati mau berkilah, bukan saya Ustadz yang bikin istilah ini. Tapi ya sudahlah. Alhamdulillah. Bersyukur mendapat tambahan ilmu.

Yah…, demikianlah,  bahasa Indonesia terkadang memang memiliki banyak kata serapan yang terbentuk ketika lisan salah menyebut satu kosa kata. Bisa jadi seperti silaturrahim dan silaturahmi. Talqiyan fikriyan ini, juga salah satu contohnya. Mengenai talqiyan fikriyan, saya perhatikan istilah ini sudah menjadi nama sebuah metode yang menjadi ikon sekolah-sekolah yang menerapkan talaqqiyan fikriyan kepada murid-muridnya. #sudahtelanjur

Jadi bagaimana? Yah lanjut saja, dengan penjelasan detil menurut bahasa aslinya sebagaimana dalam tulisan ketiga ini. Kalau mau pakai bahasa aslinya, tentu lebih baik. Kalau tidak ya anggap saja sebagai sebuah nama. Sebuah nama untuk sebuah metode yang bersifat talaqqiyan fikriyan..

Sumber:

Fb: Lathifah Musa

Post a Comment

0 Comments