Tak Seperti Menu Prasmanan

RemajaIslamHebat.Com - Ketika pergi kondangan (ke + undangan = kondangan, hehe) dan membawa serta semua anak lengkap satu paket, saya merasa tamu lainnya sering memperhatikan kami. Atau mungkin saya saja yang merasa kege-eran karena terlalu sungkan anak-anak sangat antusias bolak-balik mengambil es krim atau puding (ups, ketahuan deh...). Oleh karena itu, saya biasanya tidak pernah berlama-lama di TKP (tempat kejadian pernikahan). Paling-paling lima belas menit saja, sudah makan pulang (SMP). Klasik lah.

Tetapi memang setiap orang yang menghadiri undangan, kalau saya perhatikan, mereka memilih menu sajian prasmanan yang ada karena dua alasan. Yaitu memilih yang enak dan mudah. Enak karena memang makanan kegemaran. Mudah karena tidak perlu antri, hidangan terdekat atau gampang dimakan.

Bagi Bapak-bapak yang membutuhkan protein tinggi, daging atau sate sering jadi pilihan mudah dan enak karena tidak repot dengan duri dan tulang. Di prasmanan Betawi, semur jengkol, biarpun gengsi, tetap menjadi primadona. Tetapi bagi Ibu-ibu yang peduli dengan bau mulutnya, tentu semur jengkol adalah pilihan sulit. Daging juga menu yang membuat body goal langsing sulit dipertahankan, deuh segitunya..... Ya memang para wanita biasanya memilih yang segar dan hangat semisal karedok, salad buah, soto atau bakso. Berbeda halnya dengan pilihan anak-anak yang bosan nasi, tentu mereka maunya puding, es krim, apalagi kalau ada jajanan somay, takoyaki, cilor, maklor, cilung....eh salah, itu mah nama-nama jajanan.

Mak, saya memang bukan catering provider ataupun wedding organizer, tetapi tulisan ini saya buat sebagai suatu perumpamaan. Ada hal-hal krusial dalam hidup yang wajib kita ambil sebagai satu paket agar hidup kita selamat, tetapi umumnya khalayak memilih pilihan yang mudah dan enak, sama seperti memilih menu prasmanan.

Apakah itu? Itulah Islam. Ya, Islam adalah paket lengkap yang kumplit mengatur hidup kita mulai dari ibadah, muamalah, syariah, pendidikan, ekonomi, hukum, sampai pemerintahan. Saya jamin tidak ada agama yang mengatur kehidupan selengkap Islam.

Akan tetapi sayangnya, kaum muslimin hanya memilih menjalankan aturan Islam dengan pilihan yang enak dan mudah. Padahal kriteria enak dan mudah itu relatif bagi setiap orang. Misalnya begini, ada segolongan muslim yang menganggap Islam mereka sudah cukup dengan ibadah ritual; syahadat, sholat, puasa, zakat, syukur-syukur bisa berangkat haji,  juga cukup pernikahan, kelahiran  dan kematian yang pakai aturan Islam. Sementara untuk urusan ekonomi masih riba, hukum masih kolonial, pendidikan en pemerintahan masih sekuler ya sudah sih ikutin saja. Woles aja. Kan enak dan mudah.

Padahal banyak juga muslim yang sok sibuk sampai tidak sempat sholat, masih pelit hingga tidak mau haji dan zakat, masih manja jadi tidak mau puasa, masih menabrak aturan pernikahan karena MBA, masih pingin hijabin hati sebelum berhijab syar'i, dll dsb.... Sementara lelaki muslim, mayoritas pasti sudah pada dikhitan, meskipun saya yakin itu pasti sakiiit, juga bukan pilihan yang enak dan mudah.

Kalau begitu, kita pilih yang mana dong dari Islam. Guys, ladies, mba, Bu, mas brow, Islam itu tak seperti menu prasmanan. Kita memang memilih untuk beragama Islam, tetapi dalam Islam tidak ada pilihan kecuali tunduk, patuh, menyerah, pasrah, agar selamat, sebagaimana arti asal kata-nya "aslama".

Alloh memerintahkan kita ber-islam secara kaaffah:
ٌ

[Hai orang-orang yang beriman, masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kalian menuruti langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.] QS. Al Baqarah: 208

Alloh Menginginkan kita taat tanpa rasa keberatan:

Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya. QS an Nissa : 65

Alloh juga Melarang kita beriman kepada sebagian ayat Alquran dan menolak sebagian lainnya:

Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, dan bermaksud membeda-bedakan antara (keimanan kepada) Allah dan rasul-rasul-Nya, dengan mengatakan, "Kami beriman kepada sebagian dan kami mengingkari sebagian (yang lain)", serta bermaksud mengambil jalan tengah (iman atau kafir),

Merekalah orang-orang kafir yang sebenarnya. Kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir itu azab yang menghinakan.  QS an Nisa ayat 150-151

So sahabatku, tak perlu kita ikuti pernyataan artis "itu tuh", yang bilang bahwa ini bukan negara Islam, sehingga harus mengikuti maunya orang islam. Yang bener tuh, kita sudah memilih jadi muslim, maka kita harus ikuti maunya Alloh SWT. Aturan Alloh itu satu paket sempurna, tidak bisa dipilih-pilih, tidak bisa ditambah ataupun dikurangi. Termasuk aturan bernegara, sama lengkapnya seperti aturan membina keluarga sakinah mawaddah warahmah.

Teruntuk sahabat yang masih merasa berat (karung beras kali ah....).  Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya (QS 2: 286), sesungguhnya bersama dengan kesulitan ada kemudahan (QS Al insyiroh: 5-6).

Penulis : Diajeng Kusumaningrum

Post a Comment

0 Comments