TAHNIAK, MENGGUGURKAN ASI EKSKLUSIF

RemajaIslamHebat.Com - Assalamualaikum wr wb.
Bunda shalihah, hal yang paling membahagiakan bagi seorang ibu setelah melahirkan buah hatinya adalah memberikan ASI ekslusif bagi buah hatinya pada 6 bulan pertama dan dilanjutkan dengan memberikan ASI disertai MPASI setelah 6 bulan hingga 2 tahun. Trend ASI ekslusif belakang ini mulai meningkat selaras dengan meningkatya kesadaran ibu terhadap kewajibannya  menyusui bayinya.

Di dalam Islam terdapat banyak hak-hak yg diperoleh seorang anak yang baru dilahirkan seperti pelaksanaan aqiqah, penyusuan, memberikan nama yang baik, dll. Nah, ada satu perbuatan yang juga dianjurkan oleh Rasullullah untuk dilakukan ketika seorang bayi lahir, yaitu tahnik.

Dari ‘Aisyah, beliau berucap,
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ يُؤْتَى بِالصِّبْيَانِ فَيُبَرِّكُ عَلَيْهِمْ وَيُحَنِّكُهُمْ.
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam didatangkan anak kecil, lalu beliau mendoakan mereka dan mentahnik mereka."

Tahnik adalah melumurkan buah kurma ke dalam mulut bayi yaitu di bagian langit-langit mulut bayi, dimana sebelumnya kurma yang dilumurkan terlebih dahulu dilumat. Para ahli bahasa mengatakan bahwa tahnik ialah mengunyah kurma lalu menggosokan kurma tersebut ke langit-langit mulut bayi. Tujuannya adalah agar bayi bisa terlatih untuk mengunyah dan membantu menguatkan bayi untuk makan.

Namun beberapa ibu enggan mentahnik bayinya dengan alasan agar anaknya tetap mendapatkan ASI secara ekslusif. Karena dengan mentahnik bayi yang baru lahir berarti anak tersebut tidak bisa disebut mendapatkan ASI ekslusif. Lalu benarkah mentahnik bayi yang baru lahir menjadi penyebab gugurnya pemberian ASI Ekslusif?

Ternyata, tahnik tidak menggugurkan ASI ekslusif. Karena hakikatnya tahnik adalah menempelkan/mengoleskan kunyahan kurma ke langit-langit mulut bayi.

Jadi setelah ditahnik masih terhitung ASI eksklusif sehingga konsekuensinya jika bayi tersebut laki-laki maka cara bersuci dari kencingnya dengan dipercikkan saja.
Semoga, bunda shalihah tidak ragu lagi ya untuk mengikuti sunnah Rasulullah dalam mentahnik bayi.
Wassalamualaikum wr wb
------------------------------------
Referensi :
Dari berbagai sumber

Sumber:

Fanspage: Komunitas Parenting Ideologis

Penulis : Rahma Elsitasari
Divisi Edukasi - KPI

Post a Comment

0 Comments