Sudah Cukup Jangan Pacaran Lagi!

Oleh : Annisa Afriliani Hana

SUDAH banyak kejadian, pacaran berujung hamil duluan. Lelakinya tak siap tanggung jawab, sedangkan si perempuan belum siap jadi ibu, akhirnya aborsi jadi pilihan. Atau ada lagi yang lebih kejam, tak mau bertanggung jawab setelah menghamili pacarnya, sampai-sampai si lelaki nekat menghabisi nyawa kekasihnya sendiri. Akhirnya dua nyawa melayang, kekasih dan janin dalam kandungan. Miris!

Kasus seperti itu kian menjamur di kehidupan liberal seperti saat ini. Yang terbaru, kasus dibakarnya seorang perempuan yang sedang hamil 6 bulan oleh pacarnya sendiri karena enggan bertanggungjawab atas kehamilannya. Dan parahnya, sang perempuan dicekik kemudian dibakar setelah sebelumnya mereka sempat berhubungan intim di area hutan. Naudzubillah....!!!

Perzinahan merajalela, kian menjamur dan menjadi semakin biasa di kalangan anak muda (meski yang tua banyak juga yang berzina). Atas nama cinta mereka berzina. Lupa bahwa Allah melaknat perbuatan tersebut. Keimanan seakan menguap pergi saat nafsu merajai diri. Nikmat sejenak. Lupa akan adzab yang panjang di hari pembalasan kelak.

Layak kita renungkan:
Al-Imam Ath-Thabari rahimahullah mengatakan, ”Dan zina merupakan sejelek-jelek jalan, karena ia adalah jalannya orang-orang yang suka bermaksiat kepada Allah subhanahu wata’ala, dan melanggar perintah-Nya. Maka jadilah ia sejelek-jelek jalan yang menyeret pelakunya kedalam neraka Jahannam.” (Tafsir Ath-Thabari, 17/438)

Allah melarang pacaran. Karena sejatinya pacaran adalah aktivitas mendekati zina. Mana ada orang pacaran rame-rame, pasti maunya berduaan. Khalwat. Allah mengharamkan aktivitas berdua-duaan antara lelaki dan perempuan yang bukan mahramnya.

“Dan janganlah kalian mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk.”(Al-Israa’: 32)

Mana mungkin pacaran ga ngapa-ngapain. Pasti lah minimal saling pandang, maksimal zina. "Ooh engga saya mah pacarannya Islami, ga pernah pegangan tangan, ga pernah jalan berdua, selalu ditemenin orang ke 3." Yakin gak dosa?

Tetep aja dosa. Meski gak pernah pegangan tangan, tapi hati dag-dig-dug kan saat bertemu si doi? Tersipu-sipu kan saat dia memandangmu? Nah, hati-hati zina hati. Tidaklah layak kita mempersembahkan rasa cinta dan sayang pada lelaki yang belum halal bagi kita. Mengotori hati.

So, daripada nabung dosa setiap hari, mending berhenti pacaran. Sebelum kebablasan sampai berzina, mending taubatan nasuha. Yakinlah...jalan menuju cinta sejati hanyalah lewat pernikahan saja. Islam punya mekanisme syari untuk menuju pernikahan yang diridhoi tanpa harus pacaran. Kalau kita mau, Allah pasti tunjukkan jalannya. Ingat, lelaki yang soleh hanya untuk wanita yang solehah.

Nanti aja deh pacarannya setelah nikah, dijamin bahagia dan gak takut dikejar-kejar dosa. Pacaran setelah nikah itu ibadah. Sedangkan pacaran sebelum nikah itu maksiat. So, sudah cukup jangan pacaran lagi!

Selamat menjadi jomblo fii sabilillah, sampai ada lelaki shalih yang datang menghadap ortumu untuk melamarmu

SUMBER:

FB: Annisa Afriliani Hana

Post a Comment

0 Comments