Semua Ada Titik Akhir

RemajaIslamHebat.Com - Setiap perjalanan pasti akan menemukan titik akhirnya. Entah titik itu akan sama atau berada jauh dari semula. Semua tidak akan tahu, namun kitalah penentunya. Jika dulu kita belum tahu jalan, kemudian bertemu dan bersama mereka kita ditunjukkan. Hingga, kita berjalan bersama-sama dengan metode yang sama untuk tujuan yang satu.

Antara kita saling membangun, melengkapi, memotivasi, berbagi meski kondisi diripun kadang tidak pasti. Namun, kita selalu pastikan akan keimanan bahwa Allah selalu ada dan akan menolong hamba-hambaNya yang berjuang dalam agamaNya.

Dulu, diantara kita tersesat dan sekarang kita ada untuk bersama untuk menjemput hidayah dan pertolongan agar dimudahkan dalam mencapai tujuan. Sampai-sampai tiada kontak diantara kita, melainkan untuk perjuangan dan persatuan. Tiada nasehat diantara kita, melainkan untuk kembali pada Al qur’an. Tiada pertemuan diantara kita, melainkan untuk saling meningkatkan keimanan. Tiada ajakan diantara kita, melainkan pada peyembahan kepada Allah SWT. Sampai-sampai pada aktivitas kita selalu bertenggat dengan waktu, tempat, orang, dan materi. Memang, langkah kaki kadang bersebrangan, namun aktivitas  dan jalan kita tetaplah berjamaah.

sedangkan kini, jika kita harus melanjutkan dengan sendiri-sendiri karena selalu diawasi dan dicurigai. Maka, janganlah berhenti bukankah dulunya kita tersesat kemudian kita ditunjukkan jalan hingga kita mengetahui akan arah dan tujuan.

Sudah cukup semua itu menjadi bekal. Sinarilah ia dengan keimanan dan balutlah ia dengan ketakwaan. Tetaplah berjalan, hingga engkau sampai pada tujuan. Janganlah engkau kembali kebelakang hanya karena padangan kedepan nampaknya semakin gelap dalam sunyi dan kesendirian. Fikirkanlah, bisa jadi semakin gelapnya perjalanan akan semakin dekatnya fajar kemenangan.

Jangan pula engkau berhenti, berharap pada pertolongan. Ketahuilah, pertolongan akan datang dan kemenanganpun akan nyata namun engkau tidak akan mendapatkan bagian. Melainkan, penyesalan yang begitu mendalam, sebab engkau kehilangan kenikmatan yang dijanjikan.

Jangan pula engkau alihkan aktivitas, untuk peroleh cahaya penerang. Ketahuilah, bahwa ia hanya akan memperlambat pada langkahmu. Sebab, saat fajar menyingsing, maka engkau akan dapati dirimu telah jelas tertinggal dari mereka yang terus berjalan hanya dengan keimanan dan harap akan ridha dan pertolongan-Nya.

Ingatlah, bagaimana kita dahulu yang dengan kejumudan dan kemaksiatan. Selalu dibimbing dan diarahkan. Saat kita khilaf yang seakan memang karena niat, bukan amarah yang ada namun nasehat dan ilmu yang indah yang mereka berikan. Kemalasan dan kebodohan tidak menjadikan kita dihina, namun kita dibangkitkan dan dituntun dengan segala kesabaran dan cinta dari mereka. Menunjukkan akan sensungguhnya cinta pada saudara melebihi cinta akan diri sendiri.

Sekarang, mungkin semua berbeda. Maka, disinilah waktu dan kesempatan kita untuk menunjukkan akan siapa diri kita sebenarnya. Pada titik mana yang kita pilih untuk berakhirnya. Tetap berjalan atau kembali, berhenti ataukah mengalihkan pada jalan lainnya. Semua hanya pada pilihan dari seberapa kuatnya iman dalam dada-dada kita.  Tunjukkan, jika kita pejuang bersama mereka.[]

Diambil dari Fb: Uli Nice

Post a Comment

0 Comments