Sekolah Gratis Dihapuskan

RemajaIslamHebat.Com - Sebelum wacana tentang sekolah gratis ini dihapuskan, saya cukup lama berpikir, "Memangnya ada yang betul-betul gratis? Dimana sekolahnya tuh?" Ketahuilah, sekolah gratis yang disebut-sebut itu cuma khayalan, kenyataannya tak bisa seutuhnya mereka bebas dari biaya. Sebab pemerintah tak menyejahterakan sekolah itu merata, tak ada pemerataan disini. Jadi, dimanakah sekolah gratis itu?

Tiba-tiba sekarang ada wacana sekolah gratis dihapuskan. Saya rasa, yang dihapuskan adalah dana bantuan atau beasiswa untuk anak didik, maksudnya mungkin kesana. Jadi, tak akan ada lagi tunjangan pendidikan bagi siswa tak mampu bayar. So, sekolah gratis dihapuskan 'katanya.' Jelas keputusan ini membuat anak-anak terancam putus sekolah, 'jika' dana bantuan yang mengalir kepada mereka dilenyapkan. Lalu, siapa yang akan membiayai pendidikannya lagi? Toh, sekolah gratis dihapuskan 'katanya.'

Berikutnya saya serius bertanya lagi, sebetulnya tujuan anak-anak sekolah dibagikan KIP atau Kartu Indonesia Pintar itu untuk apa? Untuk menunjang kebutuhan pendidikannya yang hanya diberikan bisa 1 tahun sekali, itupun kalau si anak beruntung. Meskipun mereka memegang KIP di tangan orangtuanya, tetapi ternyata kartu sakti itu tidak menjadikan mereka benar-benar pintar dengan gratis.

Dan hari ini, kebijakan untuk meniadakan Sekolah Gratis menjadi wacana baru yang tidak sekedar diisukan. Ramai pro kontra bermunculan di kalangan masyarakat, dengan kelas ekonomi tidak elit. Sebab yang elit tak akan merasa was-was apabila pendidikan gratis itu benar-benar dihapuskan. Sayangnya, Indonesia kita masih banyak ditinggali oleh mereka yang tak sanggup memasuki gerbang sekolah.

Sementara kita hari ini, yang mungkin telah menyelesaikan pendidikan hingga kemana-mana, begitu santai tanpa beban apapun kebijakan para egaliter yang terjadi. Kita telah tumbuh di lingkungan individualis yang selalu abai dan acuh tak acuh terhadap kondisi bangsa ini. Tak terbersitkah hati menuntut kebijakan dzholim ini? Sebab yang dirugikan banyak sekali, anak-anak Indonesia akan lebih banyak yang tak bersekolah dan ujungnya hanya akan melenakan hidup mereka dengan pergaulan bebas tanpa pendidikan.

Digratiskan dengan dana bantuan yang tak banyak pun, masih banyak anak sekolah yang tak kebagian jatah mereka. Terlalu banyak permainan disana-sini, hampir-hampir saya muak melihatnya. Dan hari ini, pemerintah telah merestui untuk menghapuskan pendidikan gratis. Lalu, apa untungnya punya Kartu Indonesia Pintar? Apakah kita akan menjadi pintar dengan tidak berada di sekolah? Apakah anak anda akan menjadi anak yang pandai ketika mereka terpaksa diam di rumah sebab tak ada biaya untuk pergi ke sekolah? Dan, apakah anak-anak di negeri ini tidak diwajibkan ke sekolah?

Pendidikan 9 tahun hingga tamat SMP dilanjutkan ke jenjang 12 tahun setamat SMA pun hanya program yang diwacanakan atau wacana yang tak diprogramkan dengan benar. Masih banyak dari mereka yang harus tercekik tak bisa makan hanya untuk menjadi pintar. Astaga, harga pendidikan di negeri ini terlampau mahal dan anak-anak itu tak lagi sanggup membelinya. Kepintaran hanya berhak dimiliki mereka yang ber'uang', karna di negeri ini mereka yang tak punya apa-apa tak boleh menjadi pintar.

Selamat datang di negerinya Pak owi, ketika punya kartu pun kamu sudah disebut pintar, tak perlu sekolah gratis.

Sumber:

Fb: Baiq Suci Dwi Anggraini

Post a Comment

0 Comments