Salah Satu Teladan Terbaik Negeri ini

RemajaIslamHebat.Com - Kehadirannya tidak disadari banyak orang dari peserta aksi. Namun sesaat sebelum beliau menyampaikan orasinya, barulah peserta aksi menyadari kehadiran beliau di tengah-tengah masa aksi. Langsung saja, para peserta ikhwan menyalami beliau  bahkan menangis terharu melihat kehadiran beliau di tengah aksi siang ini.

Salah satu peserta aksi akhwat yang berdiri disampingku juga meneteskan airmata, ia berkata : “kak tak kuasa saya melihat wajah beliau, rasa haru, sedih dan bangga menjadi satu.”

Ialah Ust Ismail Yusanto. Ketika beliau naik ke atas mobil tempat tuk berorasi, beliau melambaikan tangannya pada semua peserta aksi tanpa berucap apapun, tapi raut wajah dan matanya menunjukkan banyak rasa, saya melihat kedua matanya berkaca-kaca sambil memberikan senyuman.  Suasana yang sangat haru bagi saya :’(.

Inilah umat yang cinta pada salah satu ulamanya, umat yang mendukung ulamanya dan umat yang ingin bersatu dalam negeri yang beriman.  Sebelum HTI dicabut badan hukumnya, Ust Ismail ialah juru bicara HTI namun saat ini beliau ialah ulama yang disayangi dan dicintai umat Islam. :’)

Isi dari orasi beliau yang membakar semangat peserta aksi:

“Saudara-saudara sekalian. Kita tidak boleh tinggal diam, seolah-olah setelah kita merdeka maka semua telah selesai. Mengapa? Karena setelah kita merdeka dari penjajahan fisik, penjajahan militer, penjajahan secara langsung. Sesungguhnya masih ada disekitar kita penjajahan tidak langsung, non militer, ekonomi, politik bahkan juga sosial dan budaya. Oleh karena itu kita tidak boleh berhenti berjuang.

Apalagi dalam pandangan Islam kemerdekaan yang harus kita tuju ialah kemerdekaan sebagaimana yang disampaikan Rib'i bin 'amir, salah satu panglima  dalam perang al-qadisiyah ketika ia berhadapan dengan pimpinan Persia Rustum. Ditanya pada Rib'i, apa yang sesungghnya kalian inginkan dengan semua ini?  Dan jawaban  inilah yang boleh menjadi dasar bagi kita tentang kemerdekaan hakiki ini. Ia menjawab : “Yang kami inginkan ialah pembebasan manusia dari penghambaan pada manusia,menuju  kepada penghambaan Tuhannya manusia ialah Allah Swt."

Ini kemerdakaan yang harus kita tuju dan harus terus kita perjuangkan, dankemerdakaan hakiki  baru terwujud ketika kita bisa sungguh-sungguh beribadah dalam seluruh aspek kehidupan kita, pribadi, keluarga bahkan bermasyarakat.

Wujud konkritnya ialah kembali pada arti ibadah tersebut. Ibadah ialah taat pada Allah. Ialah kita terikat pada syariat Allah. Kita baru betul-betul merdeka jika kita mewujudkan syariat ini menjadi tolok ukur dalam kehidupan pribadi, keluarga,  bermasyarakat dan bernegara.

Perjuangan bagi terwujudnya pelaksanaan syariat Islam secara kaffah. Ialah perjuangan yang akan membawa negeri ini meraih kemerdekaan hakiki. Ini wujud sesungguhnya cinta yang nyata  pada bangsa dan negara ini. Dan dengan kata lain bagi siapa saja yang menghalangi usaha penerapan syariah . Maka ia pantas dituding sebagai orang yang palsu cintanya pada negara dan bangsa ini.

Sungguh apakah ia sadar atau tidak sadar sudah mencegah negri ini dari keridhoan Allah Swt.  Sadar atau tidak sadar membawa negri ini pada jurang kenestapaan. Sebagaimana yang terlihat saat ini. Lebih dari 40 juta rakyat Indonesia mengalami kemiskinan.

Apakah ini yang dimaksud keadilan sosial bagi rakyat Indonesia? Apakah ini yang dimaksud mewujudkan kesejahteraan rakyat Indonesia. Maka kita tidak boleh berhenti berjuang.

Bahwa perjuangan ini tidak ringan, akan ada hambatan dan tantangan. Maka dalam kesempatan ini kita bulatkan tekad yang muncul dari pancaran iman dari Allah SWT. Kalau saya teriakan Islam maka dijawab =tegakan , Syariah =terapkan, ulama=bela.

Yang bertentangan dengan pancasila ; komunisme, marxisme, leninisme, kapitalisme, sekulerisme.  Islam tidak bertentangan dengan  pancasila . Inilah bahaya perppu. Perppu mengkriminalisasi paham yang sesungguhnya itu bagian dari ajaran Islam, mengkriminalisasi ormas yang memperjuangkan paham yang dianggap bertentangan dengan pancasila. Inilah bukti yang menjadi dasar lahirnya rezim represif. Mengkriminalisasi aktivis dakwah Islam, mereka-mereka yang terus memperjuangkan paham yang dianggap bertentangan dengan pancasila. Dan terancam pidana hukuman penjara bahkan seumur hidup.

Ibarat pisau yang sangat tajam, pisau ini bisa dipakai oleh rezim siapapun , dan rezim bisa berganti. Dipakai untuk memberangus kelompok yang tidak disukainya. Bahkan kelompok atau  ormas yang hari ini mendukung perppu ini, suatu hari dia bisa kena diberangus dengan perppu itu.

Ulama yang memperjuangan syariah,  memperjuangkan Islam juga harus kita bela, seperti akhuna Habib Rizieq. Semoga beliau selalu mendapat perlindungan dari Allah Swt, dan semoga bisa kembali berjuang ke negeri ini bersama.

Resiko paling besar dri perjuangan ini ialah mati, apakah orang yang tidak berjuang  tidakkan mati? Berarti mati bukan resiko  dari perjuangan ini.  Karena orang yang tidak berjuang pun akan mati. Maka janganlah kita takut pada mereka. Siapapun mereka yang disana. Yang menghalangi perjuangan Islam.

Kalau kita berpegang teguh pada agama Allah, maka insyaAllah kita akan dekat kepada Allah dan mendapat perlindungan dari Allah. Dan mendapat syurganya Allah. Kalau mereka  yang menghalangi dakwah Islam, bagaimana mungkin ia berharap pada syurganya Allah, sementara ia menghalangi tegaknya agama Allah.”

Dan yang mengharukan juga saat saudara kita sesama muslim dari berbagai ormas menyatakan bahwa “ Kita umat Islam bagaikan satu tubuh, jika ada yang hari ini saudara kita sakit, kita juga turut merasakan sakit.”

Ya Rabb,  jum’at yang penuh berkah ini kami semua berkumpul tuk memperjuangkan agama-Mu. Maka saksikan dan dengarkanlah doa-doa kami.

Sumber:

Fb: Rindyanti Septiana

Post a Comment

0 Comments