Prinsip-prinsip Ketuhanan

Oleh: Felix Siauw

TERLEPAS dari berbagai pendekatan yang ada, semua yang ada di negeri ini sepakat bahwa kita selalu menginginkan negeri ini lebih baik, terus lebih baik dari sebelumnya

Kecuali mereka yang serakah, yang takkan pernah merasa puas kecuali setelah mulutnya tersumpal tanah, atau penjajah dari luar yang ingin merusak negeri ini

Ada yang merasa negeri ini akan lebih baik bila mengikut negeri lain yang sudah duluan "baik". Maka semua programnya adalah meniru negeri maju, taqlid pada mereka

Tapi dalam ukuran Islam, "baik" itu bukan semata hanya urusan duniawi, jalan yang bersih, teknologi yang maju, atau trasportasi yang bisa diandalkan, tidak itu saja

Tapi "baik" yang dimaksud Al-Quran dan Al-Hadits, adalah ketika manusia menjadi manusia sesungguhnya, yaitu saat manusia itu bertransformsi menjadi khalifah di muka bumi

Saat manusia menjadi khalifah di muka bumi, dia pasti akan selalu menggunakan prinsip-prinsip Ketuhanan yang dipinta oleh Allah, untuk mengatur bumi dan isinya

Manusia sebagai khalifah di muka bumi, bermakna dia selalu bertanggungjawab dalam tiap amal-amalnya, apakah sesuai dengan apa yang Allah inginkan baginya

Bila prinsip Ketuhanan ini hadir dalam individu, jadilah akhlak. Bila mewujud dalam keluarga jadilah sakinah. Bila mewujud dalam ekonomi itu muamalah syariah

Prinsip "khalifah fil ardh" ini bisa diterapkan dari yang kecil hingga yang besar, bila di level negara, itulah Khilafah. Itu sebagaimana dicontohkan Khulafaur Rasyidin

Yang kita yakini, apa yang Allah perintahkan pastilah buahkan kebaikan dunia akhirat, prinsip-prinsip Ketuhanan yang jadi sumber kebaikan bagi manusia semua

InsyaAllah, kita meyakini, bila kita ingin memberi kebaikan bagi negeri ini, diri kita sendirilah yang harus kita sesuaikan dengan prinsip-prinsip Ketuhanan itu

Mengubah diri dan orang lain, masyarakat dan ummat, lalu kita jadikan negeri ini lebih baik dari sebelumnya. Itulah manhaj kenabian yang akan hantarkan kebangkitan Islam.[]

Post a Comment

0 Comments