Pilih Ngaji dimana ya ?

Oleh : Hilmi Firdausi

BANYAK pertanyaan yang masuk ke saya, kira-kira redaksinya kayak begini "Tadz, ane bingung nih...sekarang banyak banget pengajian, ngakunya paling sunnah, paling Ittiba' Rasul...lalu ane harus ikut yang mana ???"

Pertanyaan yang bikin pusing pala barbie . Kalo semuanya ngaku bener, ya ikut aja semuanya....Xixixixi. Nggak denk. Gini deh, ini ada rambu-rambu dari saya. Ngikut boleh, nggak juga ane ga maksa. Kalo semuanya ngaku sunnah, semuanya ngaku merujuk pada Al-Qur'an dan hadits Rasul serta ijtihad para ulama salafussholih, maka rambu-rambu yang perlu diperhatikan dalam memilih pengajian yang tepat antara lain ;

1. Setiap Kajian yang menghadirkan Ustadznya, cek apakah ustadznya dalam membawakan suatu masalah menjelaskan dengan lengkap pandangan para ulama terutama dari 4 Mazhab besar, lalu dikomparasi. Bukan bawa 1 mazhab saja lalu menyembunyikan yang lain. Kalau kata guru ane...dzholim tuh ustadz.

2. Lihat juga ustadznya, suka mentahdzir ustadz lain ga ? Klo hobinya tahdzir mentahdzir...tinggalin!

3. Nah...cek juga jamaahnya, apakah mereka santun, menghormati jamaah lain yang berbeda, saling menghargai perbedaan furu', tidak hobi memvonis sesat, bid'ah terhadap satu amalan yang juga ada dalilnya. Kalau itu semua dilanggar sama mereka...Kaboooorrr aja.

4. Masih tentang jamaahnya, cek apakah mereka ekslusif, tidak mau bergaul dengan orang diluar kelompoknya, benci banget sama Harokah, ormas islam dan elemen-elemen pendukung perjuangan Islam...kalau iya, jangan dideketin.

5. Kalau ada kelompok pengajian yang anti ukhuwah, anti persatuan ummat, bahkan ulamanya bilang halal darah demonstran, cepet-cepet tinggalin deh yang kayak gini.

6. Update masalah Al-Aqsa', kalau ga perhatian dan peduli dengan Al-Aqsa, bahkan ngasih statement nyeleneh tentang Al-Aqsa'....jauhi sejauh-jauhnya.

7. Lalu kalau Kajian ga mau menghadirkan ustadz dari kelompok lain, antipati bahkan anti bermajlis dengan jamaah lain...Ceban deeeh, kelaut aje.

8. Nah ini yang terakhir, kalo ada jamaah pengajian plus ustadznya yang ngaku paling bener sendiri, lalu berlagak seperti pemegang kunci Surga, yang lain salah semua, sesat semua, neraka semua....nah mari sama-sama kita katakan "emangnya Surga Neraka punya Nenek moyang lo?" Padahal setau saya, nenek moyang bangsa ini adalah seorang pelaut.

Demikian rambu-rambu yang semoga jadi bahan pertimbangan teman-teman dalam tholabul 'ilmi. Pesan saya, jangan terlalu semangat menuntut Ilmu, karena Ilmu tidak salah apa-apa . Semangatlah belajar Islam, dari buaian hingga (sebelum) masuk ke kuburan...ingat Kuburan beneran bukan grup Band kuburan.

Sumber:

FB : Hilmi Firdausi

Editor kata: Hardi Jofandu

Post a Comment

0 Comments