Peran Strategis Muslimah Ormas

Oleh: Kholda Naajiyah

ORMAS Islam jadi bulan-bulanan. Keberadaannya jadi sorotan. Terutama ormas yang dituding radikal. Nah, di antara aktivis ormas itu, adalah para sosok muslimah. Ya, selain para aktivis laki-laki, hampir semua ormas punya aktivis-aktivis muslimah. Ada yang kegiatannya sebatas mendukung anggota pria, tetapi tidak sedikit yang sangat menonjol di kalangan umat.
.
Baik kegiatan tersebut secara offline, maupun online. Barisan dakwah para muslimah ini membahana, memenuhi ruang-ruang umat melalui pemahaman Islamnya yang benar dan menyeluruh. Mengajak umat kembali pada Islam kafah dengan cara-cara yang santun, simpatik, cerdas dan menyejukkan.
.
Jangan remehkan aktivitas mereka. Bahkan, perannya cukup strategis dalam ikut membesarkan tubuh ormas. Ikut menggelindingkan perubahan ke arah Islam. Kini, ujian menghadang para aktivis ini. Jika ormas-ormas Islam dilarang, bagaimana dengan tugas mereka mencerdaskan umat, khususnya kalangan perempuan? Siapa yang akan menggantikannya?
.
Sosok Mulia
.
Muslimah aktivis adalah pilihan Allah SWT. Tanpa bermaksud menyombongkan diri, para aktivis ormas ini adalah orang-orang yang memiliki kemampuan di atas rata-rata. Bagaimana tidak, mereka memilih menjalani peran ganda yang capeknya luar biasa, meski tanpa imbalan materi. Manusia egois kebanyakan pasti berpikir ulang, ngapain capek-capek memikirkan orang lain. Tidak bagi aktivis muslimah.
.
Bagi yang belum menikah, optimalisasi dakwah jadi pilihan. Tiada hari tanpa kegiatan. Bila gadis-gadis seusianya menghabiskan waktu untuk bersolek, nonton, pacaran atau jalan-jalan, para aktivis muslimah ini tidak tertarik sama sekali. Bahkan terbersit di benak pun tidak.
.
Mereka lebih suka menghabiskan waktunya untuk mengikuti kajian. Melantunkan ayat suci Alquran. Melangkahkah kakinya ke medan dakwah. Sigap menopang berbagai kegiatan syiar Islam. Kalau terasa sedikit lelah, zikir dan doa jadi obatnya.
.
Bagi yang sudah menikah, tambah lagi sibuknya: menjadi istri dan ibu, sekaligus pengemban dakwah. Bukan memilih jadi wanita karir yang boleh jadi, imbalan materinya tentu menggiurkan. Melainkan memilih jadi ibu rumah tangga yang fokus mengurus suami dan anak-anak di rumah. Demi visi melahirkan generasi Islam terbaik.
.
Dari sisi manajemen waktu, betapa sibuknya para aktivis yang notabene juga manajer rumah tangga ini. Pekerjaan rumah saja tidak ada habisnya, masih ditambah lagi kesibukan di luar rumah demi umat. Memikirkan tetangganya yang belum mendapat hidayah. Memikirkan anggota majelis taklim yang harus dibinanya, dst.
.
Dakwah sebagai poros hidup menyebabkan para aktivis ini harus pandai mengatur waktu dan tenaga,  untuk sukses di rumah, juga sukses di umat. Urusan rumah beres, amanah dakwah juga dapat dijalankan dengan maksimal. Memberi banyak manfaat bagi muslimah lain khususnya, dan umat pada umumnya. Maka tak terbayangkan jika ormas Islam diberantas. Apa jadinya jika aktivis muslimah ini berhenti berdakwah? Bagaimana nasib masyarakat yang masih awam Islam?
.
Jangan Berhenti
.
Hari ini, masih banyak muslimah yang belum bisa membaca Alquran. Masih banyak muslimah yang belum paham kedudukannya sebagai hamba Allah. Masih banyak muslimah yang belum paham aturan berhijab. Masih banyak muslimah yang awam bila diajak bicara tentang Islam. Padahal mereka adalah ibu, pelahir dan pendidik generasi. Betapa besar tampuk amanah di pundak mereka. Tetapi, jika mereka tidak paham Islam, apa jadinya? Generasi seperti apa yang akan dilahirkan?
.
Maka, untuk mengentaskan kebutaan mereka terhadap ajaran agamanya sendiri (Islam), mereka butuh sentuhan dakwah. Siapa yang akan membina mereka? Sementara sekolah khusus muslimah dengan pelajaran agama Islam dari aqidah sampai syariah, jelas tidak ada. Apalagi sekolah khusus ibu-ibu, yang sambil belajar ngaji, sambil mengasuh anak-anaknya.
.
Pemandangan seperti itu hanya ditemukan di pengajian ibu-ibu, majelis taklim dan sejenisnya. Dan, pengajian itu kebanyakan digerakkan oleh para aktivis muslimah yang eksis di ormas-ormas Islam. Para nyai, para ustazah dan para cendekiawan muslimah hasil binaan gerakan Islam.
.
Melalui sentuhan tangan para aktivis ormas inilah, para muslimah yang semula awam menemukan hidayah. Meniti jalan hijrah. Mereka semakin mengerti hakikat hidup. Makin paham hak dan kewajibannya dalam berislam. Makin salehah dan tenang tanpa stres. Tidak mudah tergoda dengan hedonisme dunia.
.
Para muslimah yang tersentuh dakwah Islam ini, lebih tawadhu' dan qona'ah. Tidak neko-neko. Tidak suka merepotkan orangtua, suami, tetangga, apalagi negara. Para muslimah tersebut rela meninggalkan kelezatan dunia demi mengabdi pada keluarga, mendidik anak dan fokus akhirat.
.
Sungguh beruntung jika masyarakat wanitanya memiliki sifat dan karakter seperti ini. Apakah potret muslimah seperti ini membahayakan? Dianggap tidak berguna bagi masyarakat sehingga harus dihentikan gerak langkahnya?
.
Dukungan Penuh
.
Tentu, upaya dakwah tidak boleh berhenti. Aktivis muslimah harus tetap berkiprah, baik melalui ormas maupun tidak. Tetapi, ormas atau harokah atau gerakan dakwah, apapun namanya, memang wadah paling ideal untuk bergerak bersama. Menyatukan pemikiran dan langkah secara strategis. Harus dipertahankan keberadaannya. Lebih dari itu, Allah-lah yang menjadi motivasi utama muslimah untuk berdakwah. Bergerak terus meski hambatan dan tantangan menghadang.
.
Tak terkecuali, peran sebagai pendukung suami yang notabene juga aktivis. Meski kiprah suami boleh jadi menyebabkan dirinya dinomorduakan demi dakwah, aktivis muslimah tidaklah baper (bawa perasaan). Meski kiprah suami boleh jadi mempertaruhkan nyawa dan keluarga, muslimah aktivis tidaklah gentar. Risiko dunia akhirat siap.
.
Masya Allah. Alangkah indahnya karakter muslimah aktivis organisasi kemasyarakat ini. Tidak kendur ketika dipukul mundur. Tidak jatuh ketika diinjak-injak. Sesungguhnya pukulan dan tantangan itu adalah sebuah ujian dari Allah SWT yang cepat atau lambat akan datang. Menguji siapakah yang istiqomah di jalan dakwah. Semoga kita termasuk aktivis yang mampu menghadapi terjalnya jalan ini. Selamatkan umat. Selamatkan Islam. Selamatkan dunia.(*)
.

Sumber:

FB: Kholda Naajiyah

Post a Comment

0 Comments