Penjajahan

RemajaIslamHebat.Com - Penjajahan ( Imperialisme ) adalah METODE BAKU ( Thariqah ) Negara-negara Barat untuk menancapkan kuku Ideologi Kapitalisme-Sekularisme di Negeri-negeri Islam, termasuk di Indonesia. Penjajahan gaya lama ( imperialisme ) yang paling menonjol adalah dengan intervensi bersenjata oleh penjajah. Dan perlawanan fisik inilah yang dilakukan oleh Kaum muslimin Indonesia dengan bambu runcingnya. Dan alhamdulillah atas berkat rahmat Allah SWT penjajah bisa ditendang pulang.
-
Penjajah mengetahui bahwa Umat Islam mempunyai semangat juang tinggi ketika berhadapan secara fisik. Karena dalam kondisi ini penjajah memang sangat jelas secara kasat mata. Dan cara imperialisme klasik ini secara ekonomis memakan biaya dan SDM yang mahal.
-
Maka cara lain yang dilakukan oleh Penjajah adalah dengan apa yang kita sebut dengan NEOIMPERIALISME, yakni penjajahan GAYA BARU. Penjajahan seperti ini dinilai secara ekonomis lebih murah, dan lebih menguntungkan. Jebakan hutang, perjanjian internasional, pembuatan draft undang-undang, westernisasi dibidang pemikiran, politik, ekonomi, dan sosial budaya, mencangkokkan para komprador diberbagai bidang kebijakan strategis. Penjajahan gaya baru ini ( NEOIMPERIALISME ) ini membutuhkan PENGINDERAAN yang mendalam serta pemikiran yang mendalam, dan akan sulit jika sekedar menggunakan mata penglihatan sekilas, dan dangkal.
-
Membuka MATA KESADARAN umat akan Neoimperialisme ini membutuhkan kekuatan ekstra, karena proses penyadaran ini pada level pertama justru akan berhadapan dengan para komprador status quo, level berikutnya akan berhadapan dengan kelompok kepentingan pragmatis, sementara penjajah sebagai aktor Politiknya senantiasa mengawasi, dan mengontrol dibalik layar agar Neoimperialismenya terjaga. Dan Penjajah baru akan turun tangan langsung dengan intervensi fisiknya setelah " Proxy " dan " Asimetris " ini dinilai gagal.

Sumber:

Fb: Pristian Surono Putro

Tulisan lain FB Pristian Surono Putro :

aJIB Tenan
-
Oleh : Pristian Surono Putro ( Penulis Buku Dakwah Sekolah Dalam Aksi )
-
Kasman Singodimedjo tahun 1925 menjadi utusan Jong Islamieten Bond ( JIB ) Untuk mendirikan kepengurusan JIB di Purworedjo dan Kutoardjo. Bagaimana jejaknya ?
-

01 Januari 1925 berdiri di Jakarta. Itulah JIB ( Jong Islamieten Bond ). Tujuan JIB, Pertama : Mempelajari agama Islam, & menganjurkan agar ajaran-ajaranya diamalkan ). Kedua : menumbuhkan simpati umat Islam & pengikutnya, disamping toleransi yang positif terhadap orang² yg berlainan agamanya.
-
Pidato Syamsurizal ( Ketua pertama JIB ) pada kongres JIB pertama : " Allah SWT mewajibkan kami tidak hanya berjuang untuk bangsa dan negara kita tetapi juga untuk umat Islam di seluruh dunia. Hanya, hendaknya disamping aliran-aliran Islam, kita selalu memberi tempat kepada aliran-aliran Nasionalis. Selain kewajiban yg utama ini, kami wajib berjuang untuk umat Islam seluruhnya, sebab kami orang Islam adalah hamba Allah SWT, dan kami mengabdi hanya kepadaNya, Yang Maha Kuasa, Maha Arif, Maha Tahu, Rabb alam semesta. Inilah prinsip Islam yg menjiwai JIB ".
-
Syam kelahiran Karang Anyer 11 Oktober 1903. Memimpin JIB usia 22 tahun. JIB menerbitkan majalah An Noer ( Het Licht ) pada bulan maret 1925.
-
JIB tentang tanah air :
" Kita pemuda intelek Islam berpandangan lebih luas terhadap kebangsaan, dimana kita berasal dari daerah dimana bangsa itu berdiam. Tugas yang Allah SWT berikan kepada kita bukan hanya berjuang untuk tanah air dan bangsa dimana kita berasal, tetapi untuk semua dunia Islam. Sudah barang tentu perhatian utama kita adalah tanah air kita dimana Islam menjadi agama kebanyakan penduduk. Tetapi didamping tugas yg tertinggi itu, kita masih punya tugas lain yaitu; berjuang untuk umat Islam diseluruh dunia. Itulah yang menjadi jiwa organisasi kita, antara Islam dan kebangsaan atau cinta tanah air harus berjalan bersama dan tidak dapat dipidahkan satu dengan yang lainnya. Harapan kita adalah JIB menjadi wadah organisasi yang mampu menjadi persatuan pemuda Nusantara, karena dasarnya memberi kemungkinan yg lebih luas dibandingkan dengan organisasi kedaerahan lainnya ".
-
Program Intern JIB adalah melakukan komunikasi masif kepada Pelajar AMS dan Mulo ( setingkat SMP-SMA masa sekarang ).
-
" Setelah JIB berdiri, maka pada saat itu dilakukan suatu propaganda perluasan anggota dengan cara menghubungi murid-murid MULO dan AMS yg bersimpati. Dalam waktu relatif singkat , jumlah anggota sudah meluas, sehingga pada tgl 08 Februari 1925 diadakan pertemuan pertama di Jakarta ( semacam rapat terbuka ). Efek dari pertemuan tersebut demikian besar dan luasnya, sehingga bayak pelajar-pelajar MULO dan AMS menyatakan diri untuk ikut bergabung di dalamnya. Melihat perkembangan JIB sedimikian itu, maka timbul kekhawatiran dari sementara organisasi-organisasi kedaerahan, dan pers Belanda yg tergabung dalam INHEEMSE Pers. Tuduhan yg dilontarkan pers Belanda kepada JIB adalah JIB sebuah organisasi politik yg mau memperjuangkan kemerdekaan nasional " ( Laporan Intern Wiwoho Purbohadidjoyo ( Wakil ketua JIB )
-
Kursus, dan Diskusi terkait Islam menjadi ciri khas JIB.
-
" Pada Kursus-kursus dan malam debat ( diskusi ), akan diusahakan sedapat mungkin peninjauan politik, khususnya dari segi Islam " ( Syamsurizal di Kongres pertama JIB ).
-
Melihat JIB dimasa lampau ini, saya jadi teringat sebuah pergerakan Islam yg beberapa waktu lalu dengan seruan khasnya THIS IS MY MOVEMENT dan agenda pergerakan pelajar di seluruh Indonesia dengan tajuk Muslim Youth Movement ( MYM ). Dan saya termasuk salah satu yang sangat berbahagia, bisa ikut ambil mensukseskannya. JIB menghadapai tantangan zaman dimasa yang lalu, maka Pemuda muslim hari ini juga menghadapi tantangan Zaman ini.

Sumber:

Fb: Pristian Surono Putro

Post a Comment

0 Comments