Pendidikan, Pemuda, dan Islam

RemajaIslamHebat.Com - Pendidikan menjadi estafet tertinggi dalam kemajuan dan peradaban suatu bangsa. Dimana diharapkan akan output dari pendidikan adalah generasi-generasi yang unggul dan berkepribadian Islam tentunya.

Pendidikan adalah solusi dari ketertinggalan, solusi dari keterpurukan, solusi dari keterhinaan, solusi dari ketidakberdayaan, solusi dari kehancuran. Itulah pendidikan yang menjadi tumpuan utama dalam keberlangsungan hidup. Namun, ketika dunia pendidikan sekarang telah nampak akan potret buramnya dalam segala sudut dan ruangnya. Maka kemana kita harus mencari cara ? kemana kita harus mencari solusinya ?

Tawuran, pergaulan, narkoba dan seks bebas, sampai pembunuhan dan aborsipun telah terjadi pada dunia pelajar. Yang mana mereka adalah manusia yang terdidik, harapan kemajuan suatu bangsa. Maka, usaha untuk perbaikan  pendidikan itupun terus dilakukan.

Dari kurikulum, peningkatan kualitas dan kerja guru dengan sertifikasi yang ditawarkan, sampai pada pencanangan pendidikan karakterpun dilakukan.
Namun, faktanya semua itu belumlah tuntas dan bahkan tidak tuntas dalam memberika solusi. Kasus demi kasus pun semakin menjadi, semua usaha itupun nampak tidak berarti.

Kami butuh solusi yang bukan hanya sebagai pengganti, seperti kurikulum yang terus berganti, namun tidak berarti kecuali hanya kata modernisasi. Kami butuh solusi yang ia bisa memberi solusi dan bisa memberi perbaikan nyata untuk negeri dan bangsa ini, yaitu solusi Islam.

Islam telah menunjukkan akan keberhasilan dalam dunia pe ndidikannya saat ia diterapkan. Darinya pendidikan mampu lahirkan kemajuan, peradaban, hingga kekuatan yang tiada bandingan.  Itulah pendidikan Islam yang melahirkan generasi dari pemahaman aqidah yang kuat, dari penguasaan tsaqofah yang benar, dari ilmu pengetahuan yang luas, dan dari kepribadian yang taat.

Semua itu hanya terwujud dalam pendidikan islam, lingkungan islam, dan juga dalam penerapan peraturan islam dalam seluruh segi kehidupan. Dimana, pendidikan islam yang akan menanamkan pemahaman, pengasuhan hingga pembentukan kepribadian. Yang kemudian, lingkungan akan menjadi lahan aktualisasi diri dan kemampuan mereka sekaligus sebagai pengontrol bagi mereka. Ditambah pula aturan yang akan menjadikan mereka mengetahui batas-batasan serta tujuan-tujuan yang hendak mereka capai. Itulah keberhasilan pendidikan yang tidak bisa berjalan sendiri atau bahkan terpisah dari lingkungan dan masyarakat, serta peraturan yang diterapkan seperti yang terjadi saat ini.
 
Dimana pendidikan berjalan dalam jalan mereka yang seakan berbeda dengan masyarakat. Mereka seakan memiliki dunia sendiri sedangkan masyarakat berada di dunia lain. Padahal, apa tujuan mereka, yang tidak lain adalah untuk kemajuan dan perubahan bangsa. Yaitu, dengan menyatunya mereka dengan masyarakat.

Masyarakat bukanlah hanya kumpulan dari individu-individu yang menetap dalam suatu wilayah tertentu, seperti yang mungkin kita pahami selama ini. Namun, masyarakat ialah kumpulan individu dengan perasaan, pikiran, dan peraturan yang diterapkan. Sehingga, jika pelajar terpisah dari masyarakat, maka sebenarnya apa yang mereka perjuangkan tidak lain hanya untuk kemajuan diri, eksistensi diri, dan juga untuk kehidupan sendiri.

Itulah kondisi para pelajar saat ini, tiada perjuangan kecuali hanya untuk diri dan keluarganya. Begitu sempitnya pendidikan saat ini, yang menjauhkan mereka dari fakta dan realita kehidupan. Bahkan kepada berbagai ancaman dan bahaya pun mereka seakan buta. Kemudian ia hanya disibukkan bagaimana agar ia bisa nampak berbeda dari yang ada, padahal masyarakat dalam kondisi yang terus terpuruk. Masyarakat membutuhkan gerak dari mereka, namun faktanya apa ?

Para pelajar kini hanya dicetak sebagai calon-calon pekerja, karyawan yang tidak lain sebagai buruh ntah apapun posisinya,  pekerja pabrik ataupun direktur. Semua sama saja mereka hanya bekerja diperusahaan orang dan yang pastinya adalah perusahaan asing. Kita lihat dominasi perusahaan asing yang beroperasi di negeri kita…!!!.

Kepada siapa kini kita mencari kerja…? Kepada siapa kini  kita gantungkan kehidupan…? Kepada siapa kini, kita curahkan waktu, tenaga, dan pikiran…? Kepada perubahan dan perbaikan kehidupan bangsa atau hanya kepada kepentingan para pengusaha sebab kita telah berharap akan pendapatan dan perbaikan pada kehidupan ekonomi kita.

Kita tidak lain seperti budak, yang tidak memiliki pilihan dalam menetukan kehidupan. Kita sekolah untuk kepentingan mereka dan kita bekerjapun hanya untuk kepentingan mereka. Toh, buktinya kehidupan kita pun semakin sengsara. Terus siapa yang bahagia…? Ya…, tidak lain mereka para penguasa dan pengusaha yang bisa membeli tenaga, waktu, dan pikiran kita dengan harga yang murah.

Wahai para pelajar… sadarlah…!!! Bukalah mata hati kalian !!!

Tidakkah kalian melihat fakta, tidakkah kalian melihat realita, tidakkah kalian merasa, ataukah kalian sudah tidak peduli…? Atau kalian sudah terbutakan hingga harus pasrah bahwa kehidupan memang seperti ini!. Hingga kalian merasa tidak mampu untuk bangkit lagi !. Hingga kalian berfikir tidak akan mampu keluar dari kondisi buruk ini !.

Wahai, pelajar… Kalian adalah para pemuda !!!

Pemuda yang menjadi tumpuan dan harapan umat. Kalianlah harapan
kami…!!! Kalianlah mimpi kami…!!!

Manakah, pemuda sesosok Umar bin Khatab saat ini…?
Manakah, pemuda sesosok Khalid bin Walid hari ini…?
Manakah, pemuda sesosok Muhammad Al Fatih zaman ini…?

Kami, umat merindukan sesosok mereka pada diri kalian. Sesosok keberanian mereka dalam dada-dada kalian. Sesosok ketaatan mereka dalam hati-hati kalian. Sesosok kekuatan mereka dalam aliran-aliran darah kalian. Sesosok ketaguhan mereka dalam nafas-nafas kalian.

Sadarlah… bangkitlah… Umat merindukan kalian wahai pemuda !!!

Sumber:

Fb: Uli Nice

Post a Comment

0 Comments