PELAKOR

Oleh : Hilmi Firdausi

DIIRINGI dengan backsound horor, mari sama-sama kita bahas tentang PELAKOR. Ada yang bilang PELAKOR itu asal kata dari Valakor, hantu bule dari film Conjuring yang menurut saya sih ga seseram hantu-hantu lokal . Tapi mungkin yang lebih tepat PELAKOR adalah singkatan dari PErebut LAKi ORang...ini lebih horor (buat emak-emak) dibanding semua jenis hantu yang terdaftar di Bursa Hantu Jakarta, atau Bursa Hantu Surabaya kayak Kuntilanak, pocong, genderowo, suster ngesot dan konco-konconya.

Kenapa PELAKOR lebih bullyable dibanding PEBINOR (PErebut BIni ORang) ? Apa mungkin karena wanita lebih emosional menanggapi masalah ini, lebih berempati dan lebih berasa senasib sepenanggungan ? Atau apakah kasus PELAKOR lebih likeable hingga dibuat banyak tema sinetron ? (Emang iya ya...). Entahlah, tapi kalau melihat kasus-kasus PELAKOR yang terjadi, kesannya para PELAKOR itu wanita tak termaafkan. Padahal....???

Nah...mari kita lihat, kenapa bisa muncul para PELAKOR. Para wanita pasti akan bilang, ini ceweknya aja kegenitan, keganjenan, lihat laki orang mapan dikit langsung dipepet-pepet kayak Bis di Pantura waktu balapan. Bisa jadi memang demikian adanya. Cewek PELAKOR tidak peduli cowok itu sudah beristri apa belum, jika dirasa cocok dan berpotensi untuk digoda, maka aksi PELAKOR akan jalan terus. Sebenarnya, perselingkuhan itu tidak mutlak salah PELAKOR, disini andil suami juga menjadi faktor utama. Sedahsyat apapun godaan PELAKOR,  kalau lakinya tidak bergeming, tidak tertarik, tidak memberi harapan dan tidak tergoda sama sekali,  maka godaan si PELAKOR hanya akan bertepuk sebelah tangan. Kombinasi yang paling pas untuk sebuah perselingkuhan adalah godaan PELAKOR,  suami yang tidak setia plus kesempatan yang tercipta.

Islam sangat memahami benar bagaimana mencegah perselingkuhan dalam sebuah pernikahan. Islam juga mengakomodir bagi lelaki yang ingin beristri lebih dari satu namun dengan cara yang baik, maslahat dunia akhirat. Jika syariah Islam dalam pernikahan dijalankan dengan baik, niscaya tidak akan lahir PELAKOR & PEBINOR yang akhir-akhir ini sangat meresahkan & menimbulkan kegalauan dikalangan emak-emak terutama yang LDM-an. Saya pernah bahas itu semua di tulisan-tulisan terdahulu bagaimana menyikapi fenomena ini. Semua saya tuangkan di buku Sebuah Souvenir. #promositeruss

Saya akhiri tulisan singkat ini dengan sebuah nasihat sederhana " Ujian kesetiaan buat seorang suami ialah pada saat ia telah punya segala, dan ujian kesetiaan buat seorang istri ialah pada saat suaminya belum punya apa-apa... ".
Eta renungkanlah !

Sumber:

FB : Hilmi Firdausi

Post a Comment

0 Comments