Pak Haji Ada Bahaya!

RemajaIslamHebat.Com - Ada suatu masa orang yang menunaikan ibadah Haji dianggap menjadi orang yang sangat BERBAHAYA. Ada suatu ketika orang yang menunaikan ibadah Haji harus diawasi, dan diwaspadai. Ketika masa apakah itu ? Yakni ketika Ibadah Haji tidak hanya berdimensi ritual semata, yakni suatu masa ketika ibadah Haji sebagai " Gerakan Sosial-Politik ".
-
Sampai-sampai seorang Intelijen Penjajah kafir Belanda harus melakukan investigasi khusus untuk meneliti " Kampung Jawwah ", sebuah kampung Pemukiman para Gurunya Ulama Nusantara yang ada di Makkah. Intelijen Kafir Belanda ini bernama Snouck Hurgronje. Karena mereka para Haji itu selain menunaikan Rukun islam yang kelima, mereka juga Thalabul 'ilmi dalam taman-taman Halqah para Ulama' dunia, mempelajari bahasa arab, mempelajari tsaqafah Islam yg beragam.
-
Para Haji nusantara pada waktu itu tidak sekedar mengisahkan " Tukang bubur naik Haji ", namun beliau-beliau memompa semangat Jihad alumni Haji Nusantara untuk membebaskan diri dari Penjajahan, mengarahkan Ulama para Alumni Haji Nusantara bagaimana memimpin masyarakat Nusantara dalam mendalami hukum Syara', bahkan seorang " Sultan Ngabdul Khamid " Pangeran Diponegoro,Pejuang Islam dari Jawa Tengah secara khusus meminta informasi kepada KH.Badruddin untuk mempelajari dan menggali struktur militer Khilafah Utsmaniyah ketika Sang Kyai menunaikan ibadah Haji. Untuk apa ? Agar Sang pangeran bisa mengcopy Paste struktur militer ini dalam melakukan Jihad membebaskan Tanah Jawa dari Imperialisme.
-
Mereka berbahaya karena para Haji Nusantara masa itu saling bertukar informasi dengan Para Haji seluruh Dunia tentang kondisi negeri-negeri Islam,mereka saling nasihat menasihati dalam kebaikan dan kesabaran, beserta pentingnya persatuan umat Islam di seluruh dunia. Efeknya persatuan umat Islam ketika dalam suasana Haji menggetarkan Penjajahan di Nusantara.
-
" Pak Haji, Negeri kita sekarang dalam bahaya, bahaya itu adalah NEOIMPERIALISME ( penjajahan gaya baru ) & Neoliberalisme, dinantikan wejangan panjenengan untuk menjadi garda terdepan dalam memimpin umat untuk menyuarakan " Selamatkan Indonesia dengan Syariah ", kami nantikan kepulangan panjenengan Pak Haji ".

Tulisan lain dari fb Pristian Surono Putro :

Konon salah satu tujuan FDS adalah menangkal yang disebut paham Radikalisme. Termasuk konon juga kabarnya yang menolak FDS, Ngaji di Pesantren adalah salah satu cara membentengi paham Radikalisme.
-
Saya pernah ditanya salah seorang pelajar SMA,  bahwa ia dianjurkan dan diajak temannya untuk mondok di Pesantren. Saya mengerti bahwa seruang ngaji yang dimaksud sebenarnya mempunyai makna politis, bukan semata untuk mencari ilmu, memahami, dan mengamalkannya. Makna politis seruan ngaji diPesantren ini adalah konon untuk membentengi pengaruh Radikalisme.
-
Terhadap pelajar tadi saya menjelaskan bahwa ajakan ngaji di Pesantren itu bagus sekali, luruskan niat untuk dalam rangka mencari ilmu, penuhilah seruan itu. Karena dengan ngaji di Pesantren kita akan mendapatkan ilmu yg bisa kita gunakan dalam mengarungi medan kehidupan ini. Lantas bagaimana menjelaskan makna politis seruan ini ? Ya cukup kita jelaskan bahwa bangunan Islam terdiri dari Aqidah dan Syariah, Konsekuensi Akidah adalah terikat syariah. Nah luruskan niat bahwa Ngaji di Pesantren adalah dalam rangka thalabul ilmi untuk lebih mendalami bangunan Akidah dan Syariah. Dan jujurlah dengan ilmu yang didapatkan. Karena orang yang paling takut kepada Allah SWT adalah Ulama. Saya melihat dengan penjelasan ini cukup. Pelajar yang hanif pikirannya insyaAllah bisa dengan mudah memahami.
-
Baik yang FDS maupun yang kontra mempunyai salah satu target adalah membendung Peham Radikalisme. Walaupun penolakan FDS tidak sesederhana variabel ini. Lantas apa itu paham Radikalisme ? Minimal sekali kasus penolakan tepuk anak shalih bisa menggambarkan apa yang dimaksud Radikalisme, termasuk pidato Victor.
-
Hendaknya kita semua menyadari bahwa Pendidikan adalah dalam rangka membentuk para pelajar bersyakhsiyyah Islamiyah. Ini sebenarnya yg paling mendasar. Berbagai problem kaum muda Pergaulannbebas, narkoba, LGBT, geng motor, dan seabrek kriminalitas lainnya masih menghiasi kehidupan kita.

Sumber:

Fb: Pristian Surono Putro

Post a Comment

0 Comments