Nasehat Inspiratif Ustadz Felix Siauw tentang Rohingya

Oleh: Ustadz Felix Siauw

BAYANGKAN saat anda, istri, dan anak-anak anda diancam untuk dibunuh, begitupun dengan kedua orangtua anda, dan tak ada jalan untuk bernegosiasi dengan mereka

Pasukan pembunuh itu sudah datang ke desa-desa dan rumah-rumah tetangga anda, membakarnya, mengejar yang tersisa lalu membantai mereka walau di jalan dan sawah

Tak ada yang selamat walau anak-anak, ataupun wanita hamil, dan saat itu anda tak bisa melapor pada penguasa untuk minta perlindungan, sebab mereka dibelakangnya

Kemana lagi anda mau lari? Ke perbatasan ditolak, sebab bukan bagian dari warganegaranya, itupun bila anda selamat bisa sampai ke perbatasan, masih hidup

Hanya sebab agama dan ras anda berbeda, anda diperlakukan dengan cara yang begitu hina, hanya sebab itu, semua hal yang salah dapat ditimpakan kepada anda

Ini kisah bukan hanya cerita, tapi apa yang terjadi pada saudara kita di Rohingya, mereka Muslim yang dilupakan siapapun, rak diinginkan negerinya, tak diakui dunia

Tahun 2008 kali pertama saya mendengar kabar mereka, saat perahu yang normalnya hanya 30 orang dimuati 150-200 orang, mengambang di lautan sampai ke Aceh

Tak hanya satu kapal tapi puluhan, yang sampai ke Indonesia yang beruntung, yang lain tenggelam dan sampai ke negeri bukan Muslim hanya untuk disiksa lagi

Badan mereka kurus tinggal tulang, tatapannya penuh harapan, dan kisah-kisah mereka bahkan lebih mengerikan dari film horor sebab terjadi langsung pada mereka

Apa solusi bagi mereka? Tidak ada. Kita hanya bisa berdoa dan membantu dengan harta, tapi kita tak bisa melakukan lebih, sebab konflik fisik tak selesai dengan itu

Sementara dunia diam, hanya karena pelakunya bukan Muslim, apabila Muslim pelakunya, tak usah sampai ada korban pun pasti sudah ramai seluruh dunia

Saya hanya ingin menyampaikan ada saudara kita yang mereka perlu perhatian kita, setidaknya dalam doa dan bantuan harta, sebab saya dosa bila tak menyampaikan.[]

Tulisan lain Ustadz Felix Siauw:

Hiduplah Woles

Bila ada yang lebih pintar darimu, lebih cerdas darimu, lebih alim darimu, lebih salih darimu, nikmati ilmu, akhlak, dan adabnya, maka engkau akan bertumbuh

Bila ada yang kurang ilmu, kurang ajar, kurang adab, kurang salih, kurang akal, maka itu pelajaran agar tak terjebak hal yang sama, juga amanah dakwah

Hidup ini jangan dipersulit lagi dengan hasad pada mereka yang lebih baik, juga jangan menambah sengsara dengan memaki mereka yang harusnya dikasihani

Bersyukurlah atas semua karunia, bersabarlah atas apa yang kita ingini. Jadikan yang lebih sebagai harapan, dan jadikan yang kurang sebagai teguran

Indahnya hidup itu dimiliki, saat kita mampu belajar dari yang lebih dan juga yang kurang, mampu bergandeng walau beda, mampu memahami walau tak sama

Sebab ukhuwah itu bukan hanya di lidah, tapi saat kita mampu mengutamakan iman diatas segalanya. Karena kita tahu saat di yaumil qiyamah, kita saling membela

Bila harus keras menasihati, diri sendiri lebih layak ditunjuk. Kita lebih tau aib sendiri, sedang aib orang lain hanya bisa kita tebak saja, bisa jadi benar bisa jadi salah

Bila kita memang punya kelebihan, tak perlu diumumkan, biar orang lain yang menilai. Kalaupun manusia tidak menilai, Allah tak luput dari setiap perhitungan

Sudah, masih banyak tugas dakwah, tak selesai meski sampai mati pun. Mengapa kita sibuk dengan aib orang lain, padahal yang ditanya Allah nanti, aib kita sendiri.[]

Post a Comment

0 Comments