Nasab Ilmu Dakwah Sekolah

RemajaIslamHebat.Com - Sebuah ilmu didapatkan dari proses belajar. Dalam proses belajar ini akan semakin kuat kesannya ketika kita mengkombinasikan antara melihat, mendengar, dan mempraktikkan langsung. Dengan begitu sangat penting peran seorang Guru dalam proses ini. Ia akan membimbing, memberikan kesempatan dan peluaang, serta melakukan evaluasi. Begitu pentingnya peran Guru, sehingga para Ulama mengingatkan para pelajar akan dari mana guru ia mengmbil ilmunya. Sampai-sampai ada Ulama menjelaskan bahwa belajar tanpa guru ibarat berguru pada syetan.
-
Pun begitu dalam dakwah ini. Sejak 2010 menerjuni medan Dakwah Sekolah,aku mempunyai Guru. Yang mendorong, memberikan contoh, dan tentu saja mengevaluasi. Dari sisi Konten isi materi Dakwah Nasab utama Dakwah sekolah dalam Halqah Hizbut Tahrir dengan segala kitab-kitabnya dan seluruh intrumen managerialnya. Sementara dari sisi role model, tekhnis, dan uslub,dalam dakwah sekolah aku mempunyai dua nama guru, yakni Ustad Akbar Mubarrak,M.Pd dan Almarhum Akhina AL Kaarim Ustad Hamid Amali.
-
Untuk guru pertama, Ustad Akbar mengajariku dengan penuh keikhlasan tentang pengorbanan, keseriusan, curcol, keceriaan, memberikan suntikan motivasi dan keberanian. Semoga beliau senantiasa diberi kesehatan,dan kemudahan dalam segala hal. Untuk guru yang kedua, Akhi Hamid Amali ( Almarhum )dengan beliaulah saya pertama kalinya mendengar kisah penaklukkan  konstantinopel dengan begitu heroic, termasuk ilmu daging tentang seluk beluk managerial Dakwah Sekolah di rohis, serta managerial Dakwah dikalangan Mahasiswa dan Pelajar, karena waktu itu beliau menjadi Jenderal dakwah sekolah Jogjakarta-Purworejo, yakni menjadi Pembina Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus ( BKLDK ).

Status lain fb Pristian Surono Putro :

Takbir Keliling : Syiar Islam
-
Waktu masih nyantri di Madrasah dulu, saat menjelang idul fitri adalah moment yg ditunggu-tunggu oleh santri, dan tentu dinanti oleh masyarakat, yakni MALAM TAKBIRAN. Bersenjatakan Rebana+Bedug, Mic, dan seperangkat sound, dan tentu modal utama berupa MULUT yg siap berteriak-teriak sepanjang malam sampai pagi. Dan yg agak berbahaya diantara teman-temanku ada detasemen khusus yakni Detasemen Mercon.
-
Aktivitas takbir keliling ini dengan penuh semangat keliling desa meneriakkan Kalimat Takbir, tahlil, dan Tahmid. Saling bergantian kami para santri memegang Mic untuk meneriakkan kalimat Takbir, dengan suara khasnya masing-masing. Sepanjang jalan penuh berjejalan manusia.
-
DAHSYAT sekali bukan ?
-
Ini menunjukkan kekuatan Umat Islam sekaligus syiar Islam. Ditambah dimasyarakat kita ditambah asesoris bermain sepak bola api, dan menyemburkan api. Pernah coba nyemburin api setelah berkumur pakai minyak tanah, Panas dan terasa nyiyir mulutku. Pas main sepak bola api didoakan dulu kaki-kaki santri oleh guru Kyai.
-
Coba bayangkan saat masa-masa awal dakwah Nabi, seorang Abu Bakar yg lemah lembut, dan dikenal baik oleh masyarakat aja dihajar babak belur gara-gara meneriakkan kalimat Syahadad, bahkan dipersekusi oleh orang arab Quraisyi saat itu ketika membaca Al quran dipaksa di dalam rumahnya saja dan jangan keras-keras saat baca. Demikian juga sosok sahabat genarasi awal dipersekusi oleh aparat Jahiliyah saat itu.
-
Apakah di Negeri ini ada yg melarang Takbir keliling ? Apakah di negeri ini ada yg mempersekusi kegiatan syiar Islam ? Entahlah.

Sumber:

Fb: Pristian Surono Putro

Post a Comment

0 Comments