MISTERY KELANGKAAN GARAM

RemajaIslamHebat.Com - Assalamualaikum..

Sahdan, disebuah negri, pemerintahannya doyan banget ngapusi " Bohong " Mediapun turut bercuka cita menyambut Tuan-tuan mereka, sehingga " kebohongan " tuan-tuan mereka di hak paten menjadi pembenaran. Apakah pembaca budiman sudah terheran-heran melihat kelakuan mereka? Atau anda justru tertawa terpingkal-pingkal karena saking lucunya panggung peremerintahan negri kita?

Penguasa kita itu memang konyol, seperti bunyi sebuah pepatah mutiara bijak dari jaman jadul yang sangat dalam makna dan artinya. Bagaimana tidak konyol, kita harus hidup dikelilingin ketidakadilan, di saat anda sudah memberikan cinta murni sepenuh jiwa dan raga kepada penguasa itu, eh ujung-ujungnya anda malah di bohongi, dikadali, di tipu, di ngapusi, di permainkan, dan di sakiti hati anda. Suedihnyatuh disini. Huhuhuhu..

Untuk semakin menambah kekhasanahan kekonyolan yang ada di negri ini, anda bisa menyerap dari sebuah berita konyol yang cukup ngebanyol dan memberikan inspirasi di dalam tingkat yang bisa dikatakan cukup mendekati angka nol. Yaitu " Garam Langka Di Negri Penghasil Garam "

Mistery memang, apakah kelangkaan garam di negri kita di sebabkan musim hujan kemunduran? Kejam sekali mencari kambing hitam menuduh hujan penyebab kelangkaan garam, atheis! Atau Tuhan sedang muak dengan kita yang durhaka padaNya, lalai, sombong, angkuh, melawanTuhan, menolak syariatNya, mengabaikan printah NabiNya, sehingga Allah swt memberikan pelajaran buat kita? Atau di negri ini di budi daya mafia-mafia yang bermain untuk memanipulasi kelangkaan garam?

Tentu saja setelah bermunculan pidato kenegaraan kontrovesi tersebut, tim investigasi profesional anti kemapanan kami segera turun tangan dengan mengadakan penyelidikan langsung ke tengah-tengah kota jakarta, maupun mendatangi petani tambak garam. Dan setelah makan waktu sesingkat-singkat mungkin lamanya. Hasil survei dan penelitian ini akan lebih nikmat dan bergairah, kalau anda sambil ngemil pisang goreng, tempe goreng, tahu gejrot, gehu pedas, martabak telor, risoles, arem-arem, tekwan, bakwan, mendoan, yang di campur cabe-cabean di iris kecil-kecil gitu.

Pertama-tama, rupanya kelangkaan garam dapur berimbas pada melonjaknya harga di Pasar Gondangdia, Jakarta Pusat. Harga garam naik mencapai Rp 5.000 dari sebelumnya Rp 2.000 per bungkus.

Fenomena ini sudah sampai ke telinga Presiden Jokowi. Setelah mengetahui hal ikhwal kelangkaan garam, sejumlah keluhan yang disampaikan oleh para mafia-mafia garam. Dari keluhan yang disampaikan itu, kelangkaan salah satunya disebabkan karena " Musim Hujan " sehingga produksi yang tengah menurun.

"Masalah garam memang disampaikan banyak oleh bupati, wali kota, dan gubernur. Kita ingat bahwa musim hujan sekarang ini juga agak mundur sehingga produksi garam di petani juga agak turun," ujar presiden.

Agar hubungan gelap mafia garam dengan para penguasa yang kita survei menjadi semakin menarik, terang dan benderang. Mari kita simak perkataan pak petani garam yang hatinya sedang pikacu..

" Kemarau produksi garam Pantura Kabupaten Cirebon, Pantura, Indramayu, NTB, NTT, meningkat pesat. Komite Pengamanan Perdagangan Indonesia (KPPI) karena mereka sering dirugikan akibat lonjakan impor.."

Dari sini kita bisa berfikir cerdas. Siapa yang berdusta, siapa yang berbohong? Apa di sebabkan karna hujan? Petani yang di dzalimi? Atau ini memang ada kong-kalingkong penguasa dengan mafia garam? Kepentingan siapa sebenarnya import garam?

Padahal pemetintahan Indonesia sebelumnya bekerjasama dengan WTO terkait larangan import yakni menekan kiriman barang jika merugikan produk lokal. Namun lagi-lagi pemerintah saat ini sangat dzalim keputusanya, ndak berpihak kepada warga pribumi. Sehingga sesuka hatinya segalanya harus import. Ndak heran kalau hajah Elvie Sukaesih bersenangdung.

Kejam ................................!!
Kejam ................................!!
Mengapa hatimu keras bagaikan batu..!!

Dan tentu saja yang terakhir, dan yang terutama. Yaitu soal penghidupan para penguasa dan para mafia. karena kerasnya kota Jakarta, seperti yang kita tahu, dan sulitnya mencari nafkah di sini, serta ditambah keinginan untuk menjadi kaya dan rakuspun sudah sangat menggebu-gebu.

Maka dari itu banyak dari Rezim saat ini yang menginginkan legalitas perkumpulan para Mafia agar segera diakui dan dibikin membership ataupun asosiasi, agar keseinambungan dan keberlangsungan kekuasaan tetap terjaga. Dan  tentu para rezim ini akan lebih saling mudah mencari partner atau melakukan kerjasama dan bagi hasil dalam melakukan ritual export-import yang menguntungkan, sehingga rakyat jelata menjadi tambah kere-kere.

So... Pepatah unik mengatakan:

" Jangan pernah tanyakan apa yang sudah NEGARA berikan untukmu, tapi tanyakan berapa persen SAHAM yang bisa mereka ambil dari NEGARA "

Sumber:

FB: Adi

Post a Comment

0 Comments