Merdeka kok Pakai Setengah-setengah

Oleh Dr. Kintoko, S.F.,M.Sc,Apt, herbalis.
(Master Pemberdayaan Umat, Peneliti Herbal Indonesia, Kepala Pusat Bisnis dan Teknologi UAD, Kelapa Sentra HKI UAD)

APAPUN yang namanya tangung-tanggung hasilnya tidak maksimal. Itupun juga yang terjadi dengan Indonesia. Merdeka kok pakai setengah-setengah. Bagaimana tidak? Kita ini sudah 72 tahun merdeka, namun belum sepenuhnya merdeka, dengan kata lain merdeka yang sifatnya masih pilih pilih dan pilah pilah.

Penjajah memang sudah hengkang dari bumi pertiwi 72 tahun yang lalu, namun mereka masih mencengkeram bumi pertiwi dan menyanderanya tanpa bisa kita membelanya. Berbagai perundang undangan yg sifatnya imperialis seperti UU penanaman modal asing, UU minerba, dll adalah wujud penjajahan gaya baru (neoimperialisme) sehingga mereka dengan leluasa dapat mengambil dengan sempurna dan leluasa seluruh kekayaan alam Indonesia baik itu sumber daya hutan, laut, migas dll, dikuras habis dan hanya menyisakan kemiskinan dan kerusakan ekosistem lingkungan hidup.

Lihatlah Freeport, Exxon Mobile, Caltex dll. Belum lagi ketergantungan di hampir seluruh sektor strategis terutama pangan dan obat - obatan. Ironis, negara bahari yg kaya dgn lautnya dengan diversitas hayati nomor wahid di dunia harus import garam, demikian juga istilah negara agraris yg tanahnya loh jinawi bak tongkat kayu jadi tanaman harus import beras, kedelai, jagung, dll. Belum lagi ketergantungan bahan aktif obatnya mencapai 96% import dengan nilai 11 trilyun setahun.

Sedangkan Ibu Pertiwi menyediakan semua bahan baku membuat bahan obat. Patut dipertanyakan oleh setiap anak negeri yang peduli kepada nasib ibu pertiwi benarkah Indonesia sudah merdeka??

Bagi mereka yang memiliki cara pandang ideologis, pasti menjawab bahwa secara fisik penjajah telah pergi, namun mereka meninggalkan sistem kepemimpinan boneka yang melayani kepentingan asing melalui instrumen peraturan undang undang untuk melanggengkan penjajahannya atas Indonesia Raya.

Karena esensi penjajahan itu adalah mereka bebas mengeruk sumber daya yang dimiliki negara tersebut tanpa ada yang mengganggunya Bahkan, mereka yang sadar akan kedaulatan Indonesia dan ingin membebaskannya justru dikriminalisasi melalui senjata politik antipancasila, anti NKRI dan anti kebhinekaan.

Mereka lah sejatinya para pelayan kepentingan asing dengan berkedok nasionalisme. Jadi, masihkan kita menganggap Indonesia Raya telah benar benar merdeka??? Jawabnya adalah merdeka kok pakai setengah setengah

Fb: Wadah Aspirasi Muslimah

Post a Comment

0 Comments