Menulis dan Self Healing

RemajaIslamHebat.Com - Pada saat saya berulang tahun, Ayah saya memberikan sebuah hadiah. Saya sempat berkecil hati saat menerima hadiah tersebut. Sebuah tas yang di dalamnya tumpukan buku notes jaman dulu. Di benak saya untuk apa maksud nya semua ini. Namun saya tetap menerima dan membukanya karna juga penasaran. Terlihat sekali warna kertasnya yang mulai pudar dan penuh debu yang menunjukkan sudah lama sekali buku itu disimpan. Saya ambil salah satu buku notes itu, kemudian mulai membacanya. Ternyata isi buku itu adalah kumpulan diary Ayah saya yang ditulis langsung dalam bahasa Inggris. Satu per satu, perlahan tapi tuntas, saya membaca semuanya. Sesekali tersenyum, sesekali meneteskan air mata. Terlebih ketika membaca bagian dimana ketika saya lahir. Tertuang harapan dan doa untuk saya sebagai anaknya yang pertama (mewek). Tulisan itu semua, dapat saya simpulkan merupakan upaya self healing dari Ayah saya mengatasi emosinya. Emosi cinta, suka, bahagia, sedih, duka, kesepian, rindu, dan semuanya. Perasaan itu bercampur dan tertuang di tulisannya. Mengingat pada saat itu, kami harus berpisah beribu km jauhnya  karena tugas yang diemban oleh ayah saya. Menulis menjadi salah satu sarana Ayah saya mengungkapkan perasaannya. Hingga terkumpulah buku-buku diary yang kini saya simpan baik-baik.

Banyak yang tidak menyadari menulis memiliki kekuatan yang besar untuk mengobati diri sendiri (Self Healing). Metode menulis sebagai upaya mengobati diri, juga dilakukan oleh presiden ke -3 RI yaitu Bapak BJ Habibie. Tentu kita ingat betapa sedih, dan depresi beliau  ketika istri yang dicintainya meninggal dunia. Untuk mengatasi deprresinya, apa yang beliau lakukan? Akhirnya  beliau memilih  menulis. Menulis apapun. Menulis semua yang beliau rasakan. Hingga akhirnya dokter menyatakan bahwa  beliau sehat setelah selalu menulis selama kurang lebih 2,5 bulan. Menulis bisa menjadi terapi karena membantu proses pengeluaran energi-energi negatif yang ada pada diri kita sendiri. Hal positif apa yang dirasakan setelah menulis, saya pribadi merasakan lega dan kepuasan.

Mari kita terus menulis!

Penulis : Nurul Giswi Karomah

Sumber:

Fb: Nurul Giswi Karomah

HOLISTIC  SKILL

Oleh : Dr. Amie Primarni

Keterampilan yang utuh, ketrampilan yang saling bersinergi. Itulah yang sangat maksud dengan Holistik Skill. Ada empat Skill yang harus dikembangkan secara optimal agar kita menjadi Profesional.

Pertama adalah Intelektual skill, ketrampilan berfikir. Ketrampilan berfikir ini adalah ketrampilan yang dibutuhkan bagaimana mengelola penggunaan cara berfikir. Dia tahu kapan menggunakan strategic thingking, kapan menggunakan creatif thingking atau solutif thingking dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi.

Kedua adalah working skill, ketrampilan bekerja. Kemampuan kepemimpinan, komunikasi dan jejaring sosial, bersinergi dan kolaborasi adalah ketrampilan yang dibutuhkan di dunia kerja untuk mampu menyelesaikan pekerjaan dan  masalah yang dihadapi. Dia mengetahui betul apa yang harus dikerjakan agar hasil pekerjaannya optimal.

Ketiga adalah motorik skill, kecepatan, kegesitan, efektif, adalah ketrampilan yang harus dimiliki di era digital untuk bisa menyelesaikan pekerjaan dan masalah yang dihadapi.

Keempat adalah Spiritual skill, ketrampilan bagaimana menerapkan sebuah nilai spiritual dalam implementasi dilapangan. Kejujuran, integritas, kesabaran dan ketulusan adalah ketrampilan spiritual yang dibutuhkan di dunia kerja untuk menyelesaikan pekerjaan dan masalah yang dihadapi.

Untuk mencapai prestasi yang baik dan mengoptimalkan keempatnya, maka ketrampilan ini akan matang jika dihadapkan pada masalah dilapangan. Sementara pengetahuan akan meningkatkan kompetensi.

Selamat mencapai titik optimal kita, dikadarnya masing-masing dan bersiaplah berkolaborasi untuk mendapatkan hasil yang jauh lebih berdampak manfaatnya.

Sumber:

Fb: Amie Primarni

Post a Comment

0 Comments