Menebar Kebencian

Oleh : Pristian Surono Putro ( Penulis Buku DakwahSekolah DalamAksi )

Saudaraku, Islam mempunyai pondasi yang kokoh, itulah Akidah, yang darinya dibangun perkara KEIMANAN. Dengan dasar keimanan itulah kita WAJIB untuk tunduk, taat, patuh kepada Allah SWT. Dengan pondasi Keimanan ini pulalah kita wajib terikat dengan Syraiah Islam dalam seluruh aspek kehidupan ( Kaafah ).
-
Saudaraku, Islam adalah Dien ( Agama ) yang diturunkan oleh Allah SWT kepada Baginda Rasulullah Muhammad SAW untuk mengatur hubungan manusia dengan penciptaNya ( Hablumminallahi ) meliputi Aqidah dan Ibadah, mengatur hubungan manusia dengan dirinya sendiri ( Hablumbinafsihi ) meliputi bab Makan-minum, pakaian, dan akhlak, Mengatur hubungan manusia dengan sesamanya ( Hablumminannasi ) meliputi persoalan Sistem Pemerintahan, Ekonomi, Pendidikan, Pergaulan, Politik luar negeri, dan persanksian.
-
Saudaraku, sebagai wujud kita beriman pada Akidah Islam maka kita diwajibkan oleh Allah SWT untuk melaksanakan Islam secara Kaafah, baik itu Hablumminalahi, Hablumbunafsihi, maupun Hablumminanasi.
-
Saudaraku, SEKULARISME adalah memisahkan agama dari kehidupan. Sekularisme memisahkan agama dari persoalan pemerintahan dan urusan publik lainnya. SEKULARISME meletakkan agama HANYA untuk wilayah privat dan seruan moral semata. Sekularisme setting Historisnya adalah peradaban barat. Saat tirani Aristokrasi, Raja atas nama agama ( Kristen ) mendzalimi masyarakat, titah Raja adalah titah Tuhan, melawan titah Raja berarti melawan Titah Tuhan yang pantas dihukum berat. Masa inilah yang disebut sebagai ABAD PERTENGAHAN yang masyhur dengan sebutan DARK AGE ( Abad Kegelapan ).
-
Dari Dark Age ini muncul perlawanan dipimpin para filosof dan cendekiawan Barat yg menuntut agar Agama ( Gereja-Kristen ) tidak ikut campur tangan soal urusan Publik, MAKA muncullah SEKULARISME. Saat agama ( KRISTEN ) harus dipisahkan dalam persoalan politik ketatanegaraan. Muncul pertanyaan lanjutan, jika Tuhan tidak diberi kewenangan mengatur Soal politik ketatanegaraan LANTAS siapa yg berdaulat untuk mengatur hal ini ? Ya MANUSIALAH yg BERDAULAT, Kedaulatan ada di tangan Rakyat. Muncullah RENAISANS, menggali pemikiran Yunani, Demokrasi dengan Tris politicanya.
-
Saudaraku, SEKULARISME Dijajakan, dan DIPAKSAKAN di Negeri-negeri Islam lewat jalan IMPERIALISME ( Penjajahan ). Umat Islam TIDAK PERNAH ditanya apakah mereka setuju atau tidak dengan Sekularisme, tau-tau langsung dipaksakan di bawah moncong Senjata ( Imperialisme Klasik ). Perlawanan Mujahidin Nusantara bergelora dibawah dorongan Para Ulama Nusantara.  Negeri-negeri Islam yang awalnya menerapkan Syariat Islam, melalui proses PENJAJAHAN, sedikit demi sedikit di sekularkan, CARANYA ? Pondasi pertama adalah dengan MERUBAH pola pikir Umat Islam dengan jalur pendidikan agar Mengasosiasikan diri dengan pola pikir penjajah yang sekukar. Yang kedua Mensekularkan Islam dengan menggebug setiap pikiran dan gerakan Pribumi yg berusaha mengembalikan Kehidupan Islam dengan diberlakukannya Syariat Islam secara Kaafah atau coba-coba menghadirkan pemikiran Khilafah Islam. Penjajah mengawasi materi Pengajaran Agama Islam, dan segera " menertibkan " setiap pengajaran yang melawan penanaman Sekularisme. Karena penjajah PAHAM BETUL Bahwa musuh Penjajahan adalah BUKAN islam sebagai doktrin Ritual, Namun musuh Penjajahan adalah Islam sebagai doktrin Politik
-
Ya, MENEBAR KEBENCIAN terhadap PENJAJAHAN.

Sumber:

Fb : Pristian Surono Putro

Post a Comment

0 Comments