Memperisapkan KKN agar Sesuai Syariah

Oleh: Syaifullah Sanggala


SEBENTAR lagi pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) UHO akan segera dilaksanakan, ribuan mahasiswa dari berbagai jurusaan dan program studi akan melakukan salah satu dari pilar tridharma perguruan tinggi yakni pengabdian pada masyarakat. Di universitas halu oleo kendari sendiri dalam setahun dilaksanakan 2 (Dua) kali yakni setiap semester akan dilaksaanakan program KKN. Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat oleh mahasiswa dengan pendekatan lintas keilmuan dan sektoral pada waktu dan daerah tertentu[1]. Pelaksanaan kegiatan KKN biasanya berlangsung antara satu sampai dua bulan dan bertempat di daerah setingkat desa. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi di Indonesia telah mewajibkan setiap perguruan tinggi untuk melaksanakan KKN sebagai kegiatan intrakurikuler yang memadukan tri dharma perguruan tinggi yaitu: pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.[2]

Dalam prakteknya sebagai seorang muslim yang setiap tindakannya harus terikat dengan hukum syariah maka mengetahui hukum syara’ terhadap perbuatan tertentu hukumnya wajib bagi setiap mukallaf, agar bisa memutuskan sikap terhadap perbuatan tersebut apakah harus mengerjakan atau meninggalkannya.[3] oleh karena itu maka yang harus dilakukan pertama kali saat akan melakukan KKN adalah mempelajari fiqih atau hukum-hukum pergaulan yang berkaitan dengan interaksi antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahrom, mewaspadai terjadinya ikhtilath dan khalwat, foto bareng yang bukan mahrom, serta melakukan dakwah islam kepada teman-teman dalam kelompok atau posko KKN, menjelaskan sejak dari awal bahwa anda adalah seorang muslim yang taat dalam beragama dan juga seorang pengemban dakwah.

Berkontribusi aktiflah dalam rapat pembuatan program kerja KKN desa dan berupayalah membangun pondasi islam yang kuat dalam setiap detail program kerja yang akan dilakukan. Dan pastikan juga selaras atau relevan dengan lintas keilmuan yang anda miliki, selain itu juga yang harus  dilakukan adalah melakukan pengamatan terkait dengan lokasi KKN, bagaimana fakta warga, jumlah penduduk, hal yang tidak diinginkan warga, peraturan desa, dan jangan lupa pula membangun silahturahmi yang kuat antara kelompok KKN Anda dengan warga tempat anda melakukan pengabdian.

--------------------------------
*Penulis Adalah Peraih Video KKN Terfavorit Versi AnakUHO.com
**Koordinator KKN UHO 2015.2 Kel. Kombeli, Kec. Pasarwajo, Kab. Buton
Daftar literatur :
[1] “Kuliah Kerja Nyata”. Universitas Gadjah Mada.
[2] Yunior, D.S. "Masih Perlukah Kegiatan KKN?". Suara Merdeka.
[3] Muhammad Ismail, Fikrul Islam.Hal.79. Al-Azhar Press

Post a Comment

0 Comments