Memahami Kebutuhan Anak

Oleh: Evi Fitriani
Divisi Edukasi - KPI

PENTINGNYA, memahami Kebutuhan pada Anak

Ketika anak belum terbentuk proses berfikirnya, pada saat itu anak hanya dapat menilai suatu benda dan perbuatan, dan mengkaitkan informasi yang kita berikan dengan fakta yang dia indera.

Misalnya bunda katakan jangan suka jajan sembarangan, khawatir tidak halal dan thoyib. Apabila ibunda hanya sekali diberikan informasi pastinya anak belum bisa memahami, atau mungkin justru dia akan menangis jika tidak di turuti, maka perlunya kita mengulang-ngulang informasi yang akan kita berikan.

Atau misalnya kita pahamkan dia tentang kerudung, bahwa kerudung itu wajib nak, perempuan itu wajib menutup aurat.

Ketika ibunda hanya sekali saja memberikan informasi, maka ketika dia berada dilingkungan atau di sekolah nya banyak teman-temannya tidak menutup aurat, maka dia anak protes atau bahkan melepas kerudungnya.

Dan jangan sampai kita sebagai orangtua tidak paham akan kebutuhan pada anak.
dalam islam ada 3 kebutuhan yang harus dipenuhi.

1.  Kebutuhan naluri mempertahankan diri (gharizah bada') misalnya anak butuh dipuji, butuh bicara dengen lembut, butuh dihargai, dll.

2. kebutuhan naluri melestarikan keturunan (Gharizah nau') misalnya anak butuh curahan kasih sayang, butuh di cium, dipeluk, diperhatikan.

3. Kebutuhan naluri beragama (Gharizah tadayyun) misalnya kebutuhan anak dibacakan tilawah Al-qur'an, kalimat thayyibah, zikir, dibawa saat shalat, ke masjid, dll.

Dalam memahami kebutuhan anak sangat diperlukan oleh para bunda karena apabila tidak dapat memenuhi kebutuhan ini dengan benar, maka itu anak menjadi masalah bagi anak.

------------------------------------
Referensi
1. Materi Parenting Memahami Kebutuhan pada Anak oleh Ustadzah Yanti Tanjung.
------------------------------------

Sumber:

Fanspage: Komunitas Parenting Ideologis

Post a Comment

0 Comments