Masalah Rejeki itu Sudah dituliskan

RemajaIslamHebat.Com - Jangan mengira bahwa harta kita itu karena kerja kita. Kekayaan kita itu karena usaha keras kita. Sebab, itu adalah dua hal yang berbeda.

Kerja itu usaha dan ikhtiar kita dalam menjemput rejeki. Sedangkan rejeki itu adalah ketentuanNya (qadha).

Jika bekerja adalah sebab akan datangnya rejeki maka seharusnya orang yang lebih tua harus lebih kaya dari yang muda. Kenapa...?
Sebab, ia pasti telah bekerja lebih lama.

Lihatlah jika ia telah berumur 50 th dan mulai bekerja sejak umur 15 th, itu berarti sudah 35 th ia bekerja. Jika ia telah berumur 60 th maka ia telah bekerja selama 45 th. Tapi apakah dengan lamanya mereka bekerja menjadikan mereka lebih kaya dari yang muda...?

Faktanya, tentu tidak !

Kadang ada mereka yang tidak dan bahkan belum bekerja atau masih belia, namun  harta telah dipunya, tabungan hajipun ada,  barang-barang dan berbagai properti pun telah menjadi atas namanya.

Namun, kadang pula ada mereka yang telah bekerja siang dan malam. Saat gajian tiba, uangpun hilang ntah jatuh ataupun dicuri orang.

Maka, seharusnya bukan masalah akan rejeki kita. Sebab, ia telah ditentukan dan dicukupkan sampai akhir kehidupan.

Yang menjadi masalah adalah bagaimana kita menjemput rejeki itu. Lewat jalan mana kita mengambil rejeki itu. Dengan cara apa kita mendapatkan rejeki itu.

Dan disinilah penentu dan pengukur akan kemuliaan seseorang itu. Cara ia memperoleh bukan pada apa dan berapa yang diperoleh.

Berdangang dengan jujur dan bekerja dengan amanah maka itu jalan yang dibenarkan. Dan akan bernilai pahala dalam setia usaha didalamnya.

Berdagang dengan curang dan bekerja yang terlarang maka itu jalan yang salah. Akan bernilai dosa dalam setiap usaha didalamnya.

Meski, kedua hal ini sama-sama bisa mendapatkan rejeki dan mungkin bisa juga pada yang terlarang dan curang akan berpenghasilan lebih dari yang jujur dan amanah.

Tapi ingat bagaimana Allah melihat.  Yang bukan pada hasil namun pada proses dan pilihan caranya.

Maka sebagai muslim sejati bukan memuliakan diri dengan harta namun memuliakan diri dengan cara. Harta memang dibutuhkan, namun Allah jualah yang mencukupkan.[]

Sumber:

FB: Uni Nice

Post a Comment

0 Comments