MAKA NIKMAT TUHANMU YANG MANA LAGIKAH YANG KAMU DUSTAKAN?

Oleh: Trisna Fadliyah

HARI INI ODOJ ku mendapat jatah juz 27. Lembaran ke-5 dari juz 27 ialah surah Ar-Rahman.

Sebenarnya surah ini sudah sering saya baca bahkan sudah hampir saya hafal, tapi baru setelah ber-ODOJ saya berniat mencari tahu makna dari surah ini, karena sudah lama saya penasaran dengan satu kalimat yang diulang-ulang hingga 31 kali oleh Allah yaitu "Fabiayyi Alaai Robbikuma Tukadziban"(Maka nikmat Tuhanmu yang mana lagikah yang kamu dustakan?)

Ada apakah gerangan?

Tiga tahun yang lalu saya pernah menanyakan perihal ini sama alm abba dan hingga sekarang masih kuingat jawabannya, waktu itu beliau menjawab "Dalam ayat tersebut Allah sengaja menggunakan kata DUSTA bukan INGKAR. Mengapa? Karena hal itu menunjukkan nikmat Allah yang diberikan kepada manusia tidak bisa DIINGKARI, yang bisa dilakukan manusia hanyalah MENDUSTAKANnya!

Bukankah kalau kita kaya raya dan banyak harta lalu kita berkata kalau itu semua adalah hasil kerja keras kita? Ketika kita mendapat gelar sarjana, penghargaan, dan jabatan yang tinggi lantas kita berkata karena otak kita yang cerdas? Lalu kita selalu sehat dan jarang sakit, lantas kita berkata karena kita menjaga pola makan dan hidup sehat?

Benarkah???

Semua nikmat yang diperoleh seakan-akan hanya karena usaha kita. Tanpa sadar telah melupakan dan mendustakan peran Allah (Fabiayyi aalaa'i robbikuma tukadzdzibban)

Kita dengan mudah menyepelekan pada semua keberhasilan dan mendustakan nikmat Allah, padahal semua nikmat itu datangnya dari kasih sayang Allah "Dan jika kamu menghitung nikmatKu, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya...." (Q.S. An-Nahl: 18)

Karena itu nak..sebagai manusia kita harus banyak-banyak bersyukur, berhenti mengeluh dan jalani hidup dengan ikhlas. Jika kamu tidak bisa mensyukuri nikmatNya yang sedikit, jangan harap kamu bisa mensyukuri yang banyak!

Insyaa Allah kalau kita senantiasa bersyukur, maka Allah akan menambah nikmatNya pada kita, itulah mengapa Allah mengulang-ulang terus kalimat tersebut hingga puluhan kali agar manusia selalu bersyukur atas nikmat dariNya, kata abba mengakhiri nasehatnya waktu itu.

Dan hari ini, ketika saya membaca surah ini lagi, saya jadi teringat kembali dan begitu merindukan sosok beliau, tempatku bertanya masalah agama. Terima kasih abba, semoga ilmu yang telah kau ajarkan padaku menjadi amal jariahmu, dan semoga saya bisa menjadi pembuka jalanmu mendapatkan syafaat diakhirat kelak dengan mempelajari Al Qur'an. Amin ya Rabb.[]

Post a Comment

0 Comments