KETIKA SUAMI (MUNGKIN) BERTEMU MANTANNYA

Oleh : Amalia Sinta

"Saya udah mudik duluan mba, seminggu ini di rumah mertua. Suami nyusul pulangnya deket lebaran. Ada hape jadul di rumah mertua, gak sengaja saya liat-liat. Eh masih ada sms suami sama mantannya dulu. Kalimatnya mesra banget mba, saya sakit hati bacanya."

♧♧♧

"Saya nemu foto suami sama mantannya, mba. Foto berdua di SMA nya. Saya sedih suami masih nyimpen foto mereka."

♧♧♧

"Ternyata dulu mereka surat-suratan, masih tersimpan rapi di lemari buku. Saya bacanya ga kuat mba, sepertinya mereka bener-bener saling cinta setengah mati"

♧♧♧

Seminggu ini banyak inbox masuk, curhat tentang hal yang senanda. Kegalauan para emak yang mudik, dan kemungkinan suaminya bertemu dengan mantannya di kampung halaman.

Emm..saya sangat memahami keresahan hati semacam ini. Apalagi kalau ternyata masih tersimpan bukti sisa kenangan antara suami dengan mantannya.

Nyebelin ya? Iya.

Pengen ngamuk ke suami karena masih simpan segala foto, surat dll itu?

Emm..bentar bentar..
Coba jawab dulu pertanyaan ini :

- apakah suami pernah selingkuh dengan mantannya?
- apakah suami lalai memenuhi kewajibannya menafkahi keluarga?
- apakah suami jadi gak peduli ama anak-anak?

Kalau semua jawabannya adalah TIDAK, maka Tenang ajah mak.

Lelaki itu mahluk yang gampang lupa soal nyimpen barang. Lah naruh kacamata dan hape nya sendiri ajah sering lupa kan?

Apalagi barang yang disimpen ga keliatan mata.

"Mah, dasi papa disimpen dimana?"
"Mah, kemeja biru yang baru dibeli itu ditaruh mana?"

Gini kan keadaan sehari-hari di rumah kita, mak?
Padahal itu barang ya nyantel di hanger dalem lemari. Tapi teteep ajah gak keliatan di mata pak suami.

Nah apalagiii, barang yang udah bertahun disimpan, di rumah ibunya yang udah bertahun lamanya dia tinggalkan.

Iya, emang dulu dia pernah simpan. Tapi itu saat dia belum jadian ama kita. Trus apa dia salah? Tentu tidak.

Palingan sekarang dia udah ga inget kok. Boleh banget kalo mo konfirmasi ke orangnya langsung, tapi sebaiknya sih ga pake ngamuk, apalagi tuduhan penuh kecurigaan.

Ga enak banget lowh dituduh padahal gak benar. Apalagi tuduhan serius macam perselingkuhan.

Setelah diobrolin sama suami, ya buangin ajah itu poto n surat. Hapusin ajah itu sms. Daripada bikin masalah kan.

Lalu soal kalimat mesra yang dulu tertulis diantara suami dan mantannya. Apa salah? Tidak. Wajar aja kan orang pacaran kalo ngegombal.

Dan yang terakhir, soal kenangan.

Suka atau tidak suka, kita tidak bisa mengubah masa lalu. Termasuk masa lalu suami. Sebelum mengenal kita, dia mengenal sosok perempuan lain yang mengisi hatinya. Wajar masih ada sedikit sisa jejak kenangan dengan mantannya.

Secara psikologis, memory yang berkesan itu sulit dihapuskan.

Sebel ya? Iya.

Pengennya suami lupain total? Iya.

Tapi gak akan bisa kita memaksakannya.

Kenangan letaknya dalam pikiran. Tidak akan bisa diintervensi oleh orang lain, meski oleh pasangannya sekalipun. Yang bisa kita lakukan adalah, perlahan membuatnya pudar dan digantikan dengan memory tentang kita.

Jujur aja deh, kita pun, kadang masih inget sekilas tentang cowok yang dulu sempat dekat sama kita kan?

Walau suami paksa kita buat ngelupain, ya ga bisa dicegah misal suatu saat tetiba kita ingat sendiri kan?

Nah yang lalu biarlah berlalu. Tak perlu banyak diungkit. Semakin dibahas, semakin muncul ke permukaan itu memory masa lalunya.

Terus gimana donk biar ga khawatir berlebihan?

Ya ga usah over ramah dengan sengaja berkunjung ke rumah mantan saat lebaran besok wkwkwk..

Selain itu, cukuplah dengan menunjukkan bahwa kita adalah istri yang baik, perhatian ama suami, memenuhi semua kebutuhan suami, menjaga anak-anak tetap sehat.

Maka pelan-pelan, memory tentang mantan akan terkisis. Digantikan dengan ingatan yang lebih kuat, yaitu tentang istri dan anak yang menjadi hidupnya saat ini.

Eh gimana kalo ga sengaja ketemu mantan suami di jalan?
Senyumin ajah. Trus mlipir pergi gandeng suami

Ah, kan kita yang jadi istrinya, bukan dia. Jadi pede ajah.

Boleh ajah sih kalo pas lagi ngobrol soal mantannya, kita selipin kalimat semacam ini :

"Nyari cewek pas udah mapan sih gampang Pah. Tapi yang mau nemenin papa merintis dari nol, ya cuma mama"

"Kalo mama sibuk dandan melulu kaya dia, ntar siapa yang masakin buat anak-anak? Nemenin mereka makan lahap, sampe jadi sehat semua. Bikin pikiran tenang ya Pah."

Percayalah Mak,
Suami sudah memilih kita daripada mantannya, itu artinya kita yang lebih baik.

Yang mau menerima dia apa adanya, bukan ada apanya.

Yang mau bersusah payah hidup prihatin dulu di awal pernikahan.

Yang lebih cantik luar dalam, lebih menarik buat dijadikan teman diskusi.

Nah Mak, sekarang udah lebih tenang?

Waspada boleh, tapi janganlah curiga yang berlebihan. Jalin komunikasi yang terbuka dengan suami. Semua bisa dibicarakan baik-baik, asal pikiran gak penuh dengan prasangka negatif.

Selamat mudik ya, Mak
Selamat menikmati liburan
Bolehlah dekati kue lebaran
Tapi perlulah jauhi mantan

Sumber:

Fb: Amaliah Sinta

Post a Comment

0 Comments