Kenikmatan dan Keberuntunganlah saat Berjuang dalam Jama’ah

RemajaIslamHebat.Com - Perjuangan itu harus ikhlas dan butuh pengorbanan bukan pada pembenaran. Maka, setiap perjuangan itu pasti diawali dengan perubahan pada pemahaman. Pada pemahamanlah pondasi dari segala pilihan-pilihan kehidupan. Maka, pemahamanlah yang harus dibentuk lebih awal karena ia adalah kekuatan mendasar.

Perjuangan bisa saja dengan sendiri, namun dalam hal yang besar dibutuhkan perjuangan dalam jama’ah. Perjuangan yang ia harus melangkah, berfikir, dan bertindak dalam arah dan tujuan yang satu secara bersama. Menggandeng ia yang di samping, menarik ia yang di belakang, dan mengejar ia yang di depan. Bahkan, menuntun ia yang kelelahan serta menandu ia yang terluka.

Maka tidak salah, jika perjuangan dalam jamaah terkadang nampak lebih menyulitkan, lebih lama, dan bahkan terasa membosankan. Sering kali pikiran-pikiran sombongpun menyapa;

“Seharusnya saya sudah begini dan begitu jika tidak…”,

“Mungkin, hal ini tidak akan terjadi jika tidak…”,

“Pasti akan lebih baik jika bukan dia yang…”. Dan pikiran-pikiran yang serupapun selalu berseliweran.

Namun, tak sadarkankah kita bahwa bagaimana jika kita berjalan sendirian...?. Seberapa kekuatan yang kita miliki. Seberapa ilmu yang kita kuasai. Seberapa lama kita akan bertahan saat berjalan sendiri. Dan mungkin jika kita berjuang sendiri tidak akan ada pula yang membutuhkan.

Berjuanglah dalam jama’ah, sebab ia yang akan memberi  pengajaran, pembentukan, dan pembinaan serta kekuatan yang sesungguhnya. Bersamanya kita akan belajar kesabaran, saling menerima, saling menghargai, belajar ikhlas serta ego yang ingin eksis namun disinilah akan ditangkis.

Saat engkau merasa paling bisa, maka bersama mereka engkau akan memahami bahwa kita tidak ada guna.

Saat engkau merasa berani, maka engkau akan temukan hamba-hamba diantara mereka yang tiada ketakutan kecuali hanya pada Allah SWT.

Saat engkau merasa paling kaya, maka engkau temukan hamba-hamba yang setiap harinya tiada henti memberikan hartanya.

Saat engkau merasa sudah berbuat untuk orang lain, maka engkau akan temukan hamba-hamba yang dalam terjaga ataupun tidurnya selalu memikirkan kehidupan manusia.

Saat engkau merasa kuat, maka engkau akan temukan hamba-hamba yang terluka namun tetap berdiri dalam barisan.

Saat engkau merasa sudah bersabar, maka engkau akan temukan hamba-hamba yang telah dicaci, disiksa, dan dihinakan, namun tetap mendoakan.

Saat engkau merasa sudah berkorban, maka engkau akan temukan hamba-hamba yang ingin mengorbankan diri dan nyawanya.

Saat engkau sudah merasa memahami Al Quran, maka engkau akan temukan hamba-hamba yang ia hanya akan berkata dan berbuat setelah ia jelas sesuai Al Qur’an.

Saat engkau telah merasa ikhlas, maka kau akan temukan hamba-hamba yang tiada harapan kecuali hanya ingin segera berjumpa dengan Tuhannya.

Saat kau merasa paling bahagia dengan segala yang dipunya, maka engkau akan temukan hamba-hamba yang sangat bahagia meski kondisi dalam siksa.

Saat engkau merasa aman degan segala perlindungan, maka engkau akan temukan hamba-hamba yeng sangat tenang meski dalam perang.

Saat engkau merasa menderita karena ingin mendapatkan kemuliaan, maka engkau akan temukan hamba-hamba yang rela terkelupas kulit dan daging dari tulangnya hanya ingin mempertahankan kemuliaan agamanya.

Saat engkau merasa sudah cukup Islammu dengan akhlak, ibadah, dan pakaianmu, maka engkau akan temukan hamba-hamba yang selalu berjuang untuk bisa bernaung hanya dalam aturan Islam.

“Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan umat yang menyeru pada kebajikan, menyuruh pada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang mungkar; merekalah orang-orang yang beruntung” (Ali Imran:104).

Jika engkau tetap ingin berjalan sendiri, maka tetap berjalanlah. Namun, engkau pasti akan menghabiskan banyak waktu untuk kesia-siaan. Sebab, berjalan sendirian hanya akan membutuhkan waktu yang lama dalam mengejar satu pengajaran. Sedangkan, dalam jama’ah, engkau hanya berada dalam SATU JAMA’AH namun engkau akan mendapatkan SEMUA PENGAJARAN.[]

Diambil dari FB: Uli Nice

Post a Comment

0 Comments