Kemesraan Suami Istri Meski Halal, Tak Perlu diumbar

Oleh:  Annisa Afriliani Hana

SEDIKIT-sedikit upload foto suaminya dengan caption "Suamiku yang soleh dan ganteng..ditunggu ya di rumah, udah masak nih spesial buat kamu.." atau "Dialah iman dunia akhiratku, love u so much suamiku"

Tak hanya itu, rajin juga menceritakan tentang kebaikan-kebaikan suaminya di medsos. Mulai dari suami selalu bantuin istrinya di rumah, jagain anak, ngasih hadiah, sampe menggambarkan karakter suaminya yang semuanya baik-baik.

Bahkan memposting foto kemesraan berdua dengan suami, sambil berpegangan tangan, berangkulan, senderan di bahu suami, dll.

Hati-hati ya ukhti, jaga muru'ah kita. Meski kita dan dia telah dihalalkan oleh ikatan pernikahan, tapi tak perlu semua orang tahu tentang romantisme dalam rumah tangga kita. Biarlah itu menjadi rahasia "kamar" kita.

Jika suami kita orang yang soleh, baik, penyayang, penyabar, tak perlu "mempromosikannya" di medsos. Untuk apa? Yang ada hanyalah membuat baper para jomblo. Mereka sesungguhnya sangat berharap memiliki kebahagiaan seperti yang kita rasakan, tapi apalah daya Allah belum mempertemukan mereka dengan jodohnya. Lalu, tegakah kita membuat mereka terus-menerus baper saat buka medsos?

Dengan tidak mengumbar kemesraan di medsos setidaknya kita berupaya menjaga hati para jomblo agar tidak terbangkitkan gharizah nau nya, kita pun berupaya menjaga muru'ah kita serta suami kita. Bukankah Rasul pun melarang mengumbar kemesraan di depan publik?

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الإِيمَانُ بِضْعٌ وَسَبْعُونَ شُعْبَةً وَالْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنَ الإِيمَانِ

Iman itu ada tujuh puluh sekian cabang. Dan rasa malu salah satu cabang dari iman. (HR. Ahmad 9361, Muslim 161, dan yang lainnya).

Wallahu'alam Bi Shawab...

Semoga Allah senantiasa menjaga kehormatan kita dan keluarga kita. Aamiin.[]

Post a Comment

0 Comments