KEBLINGER JADI SOCIAL CLIMBER

Oleh : Amalia Sinta

SESEAKUN posting dengan caption :
"Gorgeous head to toe"

Upload foto :
Dress Zara, Kacamata Charles & Keith, Jam tangan Fossil, Tas Guess, Sepatu Prada

♧♧♧

Sesembak updet status :
"Setelah bulan lalu keliling Asia, bulan ini mo enjoy Eropa dulu" - with my love Mr. bla bla..

Upload foto :
Mesra di ujung kapal pesiar
Candle light dinner di Menara Eifell
Lempar2an koin berdua di Air Mancur Trevi

♧♧♧

Banjir komen :
"Waah keren-keren banget hasil huntingnya. Shopping dimana lu?"

"Ah curang, enak banget punya pacar kaya. Mau donk dikenalin ama temen doi yang tajir juga"

Si pemilik akun senyum-senyum puas melihat banyak likes dan komen yang mampir di postingannya.

Yes, makin banyak yang tau kalo aku kaya. Makin kagum orang sama penampilan dan holiday ku..

Dan dia membalas komen-komen itu dari sebuah kamar kos-kosan sempit, di tengah hiruk pikuk ibukota yang semakin menghimpit dada dengan kekaguman semu dan kebahagiaan palsu.

♧♧♧

Medsos ini adalah pedang bermata dua. Sisi positifnya untuk berbagi kebaikan dan pengetahuan. Sementara salah satu sisi negatifnya adalah memicu berkembangnya kaum social climber.

SOCIAL CLIMBER adalah orang-orang yang sebenarnya ekonominya pas2an atau bahkan miskin, tapi ingin sekali bisa masuk ke tingkat sosial yang lebih tinggi. Tapi pake cara yang salah euy, demi bisa tampil mewah dan menawan sepanjang waktu.

Setiap beli barang, harus bermerk. Setelah beli, harus di upload ke medsos. Selalu mengkukuhkan diri sebagai orang kaya berada nan keren.

Sering piknik ke luar negri. Setiap tempat wajib foto dengan pose menggoda, wajah full make up. Hotel bintang 5, makan di resto. Dan semua itu harus difoto dan dipamerin di medsos.

Eh, emang beli barang branded, liburan, trus pamer di medsos gak boleh?

Boleeeh.. Boleh aja kok. Kalo pake duit sendiri beli-beli atau liburannya. Hasil kerja keras atau hasil bisnis yang berhasil. Trus pastiin ajah udah ga punya utang ama temen di friendlist wkwkwk..

Tapi, soal para social climber ini, mereka aslinya kagak punya duit. Boro-boro bisnis, kerjaan ajah ga jelas.

Jadi caranya mereka dapet uang, dengan memaksa orangtua membelikan barang mahal, walau harus sampai jual-jual aset.

Atau pakai kartu kredit sampai over limit. Pinjam duit ke sana sini, sampe puluhan bahkan ratusan juta. Gak segan makan teman sendiri atau yang paling parah adalah jadi simpanan lelaki beristri.

Bisa juga nih sampai melakukan tindak kriminal seperti penipuan, seperti yang kemarin ramai diberitakan. Seorang mahasiswi yang menipu membuat travel agent bodong dan uangnya digunakan foya-foya jjs keluar negri.

Fiuh,, demi gitu doank ampe jadi buronan polisi dan akan berakhir di penjara.. OMG

Well, saya juga pernah kenal seorang gadis cantik yang dengan sadar menjadi pacar seorang lelaki dewasa beranak tiga.

Demi apa? Demi bisa pakai baju tas sepatu branded, lalu asik dipamerin di medsos. Padahal dia punya kerjaan yang lumayan. Pasti cukup kalo sekedar memenuhi biaya hidup.

Hubungan mereka makin intens. Makin girang saat diajak jalan ke luar negri. Makin gencar pamernya, makin putus urat malunya.

Bayangin, jadi simpanan kok bangga?
Menyedihkan sekali yaa..

Belakangan saya dengar mereka putus. Mungkin udah ketauan istrinya. Entah bagaimana nasibnya sekarang ini.

Selain itu, ada juga beberapa orang teman saat saya dulu kerja di Jakarta, jelas terlihat sebagai social climber. Hanya mau berteman dengan orang kaya, pengen banget jadi sosialita. Gak punya kepedulian, empati atau simpati atas kesusahan orang lain.

Mereka juga anti terlihat sederhana. Kagak mau makan di warteg. Alergi kalo pakai baju gak bermerk. Kagak sudi melangkahkan kaki ke rumah temen yang biasa ajah. Padahal saya tau gaji mereka gak besar-besar amat, tapi jiwa sosialita.

Fenomena social climber ini tidak bisa dianggap masalah enteng. Banyak anak muda yang terjebak di dalamnya.

Nah sebagai orangtua, PR kita besar sekali untuk membesarkan anak dengan baik, jangan sampai deh jadi social climber nantinya.

Gimana ya caranya?

Semoga cara ini bisa membantu :

1. Mengajarkan anak menerima kondisi keuangan keluarga.

Mau gaji 1jt, 10jt, atau 100jt, merasalah cukup, banyak bersyukur dan berpenampilan lah sesuai kemampuan.

Anak akan meneladani orangtuanya. Maka jangan pernah mengatakan, apalagi di depan anak-anak :

"Papa sih gajinya cuma segini. Mama jadi gak bisa punya 15 pembantu deeeh" #ehh

Anak jadinya akan berpikir, cara apapun boleh, asal jadi orang kaya. Termasuk menjadi penipu atau jadi simpanan orang

2. Hindari membandingkan dengan keluarga lain yang lebih kaya

"Tuh lihat dek, tetangga kita, beli mobil baru. Seneng banget ya kalo jadi mereka. Mobil kita mah panas, AC nya sering rusak"

Anak akan merasa tidak bahagia atas kondisinya yang sekarang. Ia akan tumbuh jadi pribadi yang mudah iri, dan ingin mengungguli kekayaan orang lain.

3. Tumbuhkan rasa percaya diri karena prestasi, bukan karena barang yang dimiliki.

Rasa percaya diri anak memang perlu ditumbuhkan. Tapi pastikan kita mengajarkan bahwa berprestasi di akademik / non akademik sesuai bakatnya adalah hal yang membanggakan. Bukan dari penampilan dan barang yang melekat di tubuh.

Dan apresiasi setiap anak berbuat baik. Bahwa memiliki hati yang baik itu jauh lebih indah daripada memiliki barang-barang mahal.

4. Tegas menolak ketika anak memaksa dibelikan barang mahal yang tidak sesuai kemampuan orang tua

Rasa sayang kepada anak, tidak perlu dibuktikan dengan selalu membelikannya semua barang yg diinginkan. Apalagi kalo memang keuangan gak cukup.

Ajari anak untuk bersabar dan bekerja keras (bisa ajarkan jualan barang buatannya) kalo ingin mewujudkan keinginannya memiliki barang mahal.

♧♧♧

KangMas Mark Zuckerberg sang pemilik facebook ini, dan istrinya Mbakyu Priscilla Chan, kata Forbes, hartanya mencapai 62.8 billion USD tahun ini. Tapi doi kemana-mana cuma pakai kaos abu-abu sama celana jeans. Gak pake jam tangan mewah, gak pake setelan jas mahal.

Istrinya juga sederhananya minta ampun. Gak pakai perhiasan, gak pakai dress, gak pakai high heels. Santai ajah kaya di pantaii...

Almarhum milyader Bob Sadino juga sederhana sekali penampilannya. Cukup baju safari dan celana pendek. Padahal banyak bisnisnya yang sukses berat menghasilkan pundi-pundi rupiah, antara lain Kem Chick, Kem Food, Kem Farm dan lain2nya.

Nah, semoga kita gak termasuk kaum social climber ini yaa.. Berat diongkos, hati gak tenang, jiwa gak tentram..

Jadilah kaya
Atas kerja keras dan usaha
Tampillah sesuai kemampuan
Tak perlu mengejar pujian

Alangkah hebatnya
Orang kaya raya
Yang penampilannya sederhana

Sibuk memakai harta
Tuk membantu orang di seluruh dunia
Selalu berbagi dan memberi
Sehingga hatinya penuh dengan kebahagiaan sejati..

Sumber:

Fb: Amalia Sinta

Post a Comment

0 Comments