KAPAN BERHENTI MEROKOKNYA?

Oleh : Amalia Sinta

HEY Pak, sedang apa sekarang?
Masih sibuk di kantor kah?
Kau pasti belum sempat baca, hari ini ada lagi bayi meninggal karena paru-parunya tercemar asap rokok.

Istrimu nanti malam akan menceritakannya padamu, Pak.
Apa reaksimu, diam saja seperti biasa?

Istrimu sering sekali membaca kisah nyata dari para orangtua yang kehilangan anaknya karena rokok. Istrimu gelisah setiap memikirkanmu yang terus merokok.

Btw saat ini bagaimana kabarmu, Pak?
Masih merasa bugar?
Yakin gak ada penyakit kronis yang sedang menggerogoti kesehatanmu?

Kenapa susah diminta berhenti merokok, ya Pak?

Permintaan itu dibuat istrimu, demi kesehatanmu sendiri. Kau mungkin akan ngeles dengan bilang umur orang sudah ditentukan dari sananya.

Oya iya, takdir itu pasti. Mati di angka usia berapa itu udah digariskan.

Tapi bedanya, kalau kau stop merokok, kau akan melanjutkan sisa hidup dengan Sehat. Istrimu ingin sekali kau hidup sehat lebih lama.

Sebaliknya, kalau kau terus merokok, ya racun nikotin akan terus masuk. Bisa mulut, tenggorokan, paru-paru, atau jantung yang bakal renyek. Atau gimana kalo jadinya impoten Pak? Mau?

Pak, udahlah jangan ngeles bilang brenti merokok itu susah. Lihat ajah mereka yang berhari-hari terbaring lemah di RS karena paru-paru rusak. Apa mereka masih merokok? Tidak kan?

Itu artinya, berhenti merokok secara langsung itu Bisa pak. Tinggal tergantung NIAT apa enggaknya.

Masa kudu tunggu dirimu yang terbujur di kasur RS, baru kau mau brenti ngebul?

Kalau kau merokok karena stress, maka selesaikan masalahmu. Hadapi. Bukan berusaha lari dari masalah dengan tenggelam dalam asap rokok.

Kalau kau merokok biar merasa hebat, perlu kiranya mengubah cara pikirmu. Lelaki hebat itu yang bisa mengendalikan dirinya, termasuk menjauhi rokok yang jelas merugikan kesehatan.

Kalau kau merokok sekedar buat gaya-gayaan, kau sudah ketinggalan jaman. Itu mungkin relevan saat kau masih ABG. Tapi sekarang kau udah jadi bapak-bapak. Dan bapak yang Keren itu yang Gak Merokok lowh Pak.

Gak percaya?

Bikin ajah pollingnya. Semua ibu-ibu bakal setuju 1000%.

Jadi tolong ya pak, stop merokok.

Sayang juga duitnya, Pak. Bisa buat bayar sekolah anak. Lebih cinta anak atau rokok, Pak?
Kalaupun kau udah kaya raya, mampu beli rokok banyaak, kira-kira bakal cukup sampai hari tua yang penuh obat dan operasi gak, Pak?

Oya Pak, meski kau merokoknya di luar rumah, racun nikotin tetep nempel di bajumu Pak. Lalu kau gendong anakmu. Dia hirup dan batuklah dia. Bukan batuk biasa Pak. Bagi bayi, bisa fatal sampai meninggal.

Terlebih lagi Pak, kalau sedang jalan-jalan dorong stroller, main sama anak di luar, pliss jangan sambil merokok. Itu jelas racunnya langsung dihirup anakmu. Sungguh, jangan sampai anakmu sendiri jadi korban keegoisanmu.

Jadi tolong ya pak, stop merokok.

Sayangi badanmu.
Sayangi anakmu.
Sayangi istrimu.

*sedih berkali-lagi membaca kisah nyata bayi meninggal karena paparan racun asap rokok.

Sumber:

Fb: Amalia Sinta

Post a Comment

0 Comments