Jum'atan Berbarengan Ied

Ustadz Rivaldy.. Betulkah jika kita mendapati Ied pada hari jum'at, kita tdk perlu sholat jum'at?

Jawab :

Hadits hadits mengenai hal ini memang cukup banyak. Akhirnya kami katakan bahwa ia tetap melaksanakan jum'at, jika tidak ada hal yang merintanginya. Dan itulah yang utama.

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma, bahwa Rasulullah shallallahu 'alayhi wasallam bersabda:

اجتمع عيدان في يومكم هذا فمن شاء أجزأه من الجمعة ، وإنا مجمعون إن شاء الله

Telah berkumpul dua hari raya pada hari ini, maka siapa yang shalat 'Id maka itu sudah cukup baginya untuk tidak shalat Jumat, sedangkan kami akan shalat Jumat. (HR. Ibnu Majah, Al Bushiri berkata: isnadnya shahih, para perawinya terpercaya)

Hadits mursal, dari Dzakwan bin Shalih, dia berkata:

اجتمع عيدان على عهد رسول الله يوم جمعة ويوم عيد فصلى ثم قام، فخطب الناس، فقال: (قد أصبتم ذكراً وخيراً وإنا مجمعون، فمن أحب أن يجلس فليجلس -أي في بيته- ومن أحب أن يجمع فليجمع).

Telah berkumpul pada masa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam antara hari Junat dan hari raya, Beliau shalat 'Id lalu bangun dan berkhutbah:

"Kalian telah mendapatkan dzikir dan kebaikan, kami akan melaksanakan shalat Jumat. Barang siapa mau di rumah saja silahkan dia duduk di rumah saja, siapa yang shalat Jumat maka silahkan shalat."  (HR. Al Baihaqi dalam As Sunan Al Kubra)

Dari Zaid Ibn Arqam radhiyallahu 'anhu, bahwa Muawiyah Ibn Abi Sufyan radhiyallahu 'anhuma bertanya kepadanya:

هل شهدت مع رسول الله عيدين اجتمعا في يوم واحد؟ قال: نعم، قال: كيف صنع؟ قال: صلى العيد ثم رخص في الجمعة، فقال: (من شاء أن يصلي فليصل)

Apakah kamu pernah mengalami dua hari raya di hari Jumat bersama Rasulullah shallallahu 'alayhi wasallam?

Zaid menjawab: "Ya."

Muawiyah bertanya lagi: "Apa yang dilakukannya?" Zaid menjawab: "Beliau shalat 'Id, dan memberikan keringanan atas shalat Jumat. Siapa yang mau melakukannya, silahkan dia shalat."

(HR. Ahmad, Abu Daud, An Nasa'i, Ibnu Majah, Ad Darimi. Al Hakim berkata dalam Al Mustadrak: "Shahih sanadnya tapi tidak diriwayatkan oleh Bukhari - Muslim, hadits ini memiliki penguat yang sesuai standar Imam Muslim."  Disepakati Imam Adz Dzahabi. Imam An Nawawi berkata dalam Al Majmu': isnadnya jayyid.)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah shallallahu 'alayhi wasallam bersabda:

قد اجتمع في يومكم هذا عيدان، فمن شاء أجزأه من الجمعة، وإنا مجمعون

Telah berkumpul pada hari ini dua hari raya kalian,  maka barang siapa yang mau maka shalat 'Idnya itu sudah cukup, dan kami akan melakukan shalat Jumat juga." (HR. Al Hakim, Abu Daus, Ibnu Majah, Al Baihaqi, dll)

Dari Abdullah Ibn Umar radhiyallahu 'anhuma, dia berkata:

اجتمع عيدان على عهد رسول الله فصلى بالناس ثم قال: (من شاء أن يأتي الجمعة فليأتها ، ومن شاء أن يتخلف فليتخلف).

Pada masa Rasulullah shallallahu 'alayhi wasallam berkumpul dua hari raya, lalu Beliau shalat 'Id  bersama manusia. Kemudian bersabda: "Barang siapa yang mau shalat Jumat silahkan dia shalat Jumat, barangsiapa yang tidak mau mengerjakannya silahkan dia tinggalkan." (HR. Ibnu Majah)

  Dari Atha Ibn Abi Rabah, dia berkata:

صلى بنا ابن الزبير في يوم عيد في يوم جمعة أول النهار ثم رحنا إلى الجمعة فلم يخرج إلينا، فصلينا وحداناً، وكان ابن عباس بالطائف فلما قدمنا ذكرنا ذلك له، فقال : (أصاب السنة).

Ibnuz Zubair shalat bersama kami pada hari 'Id di hari Jumat di awal siang (pagi), lalu kami keluar untuk shalat Jumat, tapi Ibnuz Zubair tidak keluar lalu kami shalat dan dia shalat sendiri. Saat kami berjumpa Ibnu Abbas di Thaif, kami ceritakan itu kepadanya, dan dia berkata: "Dia telah sesuai sunnah." (HR. Abu Daud, dan Ibnu Khuzaimah dengan lafaz berbeda dan ada tambahan di akhirnya: Ibnu Zubair berkata: "Aku lihat Umar bin Al Khathab jika berkumpul dua hari raya, dia melakukan seperti itu")

Dari Abu Ubaid, pelayan Ibnu Azhar, dia berkata:

شهدت العيدين مع عثمان

بن عفان، وكان ذلك يوم الجمعة، فصلى قبل الخطبة ثم خطب، فقال: (يا أيها الناس إن هذا يوم قد اجتمع لكم فيه عيدان، فمن أحب أن ينتظر الجمعة من أهل العوالي فلينتظر، ومن أحب أن يرجع فقد أذنت له).

"Aku mengalami dua hari raya bersama Utsman Ibn 'Affan, saat itu di hari Jumat, lalu dia shalat sebelum khutbah, kemudian dia berkhutbah:

"Wahai manusia, sesungguhnya hari ini telah dikumpulkan bagi kalian dua hari raya, barang siapa yang mau menunggu shalat Jumat maka hendaknya dia tunggu, barang siapa yang ingin pulang maka aku telah mengizinkannya." (HR. Bukhari)

Dari Ali Ibn Abi Thalib radhiyallahu 'anhu, dia berkata saat dua hari raya berkumpul dalam satu hari:

(من أراد أن يجمع فليجمع، ومن أراد أن يجلس فليجلس). قال سفيان: يعني : يجلس في بيته.

"Barang siapa yang mau shalat jumat hendaknya dia shalat Jumat, dan barang siapa yang ingin duduk saja maka hendaknya dia dusuk saja." Sufyan berkata: yaitu duduk si rumahnya. (HR. Abdurrazaq dalam Al Mushannaf, juga Ibnu Abi Syaibah dalam Al Mushannaf). Wallaahu a'lam.

Sumber:

Telegram: Ngaji Fiqh Islam

Post a Comment

0 Comments