JANGAN SEPELEKAN ISTRIMU, WAHAI SUAMI

Oleh: Amalia Sinta

"Saya gak dibolehin main FB lagi ama suami, mba. Katanya ga ada manfaatnya."

"Ogitu.. Berarti suami mba mau nutup akun nya juga?"

"Gak mba, dia tetep main FB. Saya doang yang disuruh berhenti.."

♧♧♧

"Saya gak boleh pergi kemana-mana mba, kudu di rumah terus. Kalo mo pergi harus sama suami."

"Oya bagus donk mba, emang bener kan istri jangan kelayapan sendiri di luaran."

"Iyaa, tapi dia nya sendiri suka kelayapan mba. Malem pulang kerja malah karokean ama temen2 perempuannya.."

♧♧♧

"Hape suami saya dikunci mba, di pasword. Saya gak boleh tau isinya."

"Hape mba juga di password?"

"Engga mba, dia sering liat-liat hape saya.."

♧♧♧

Saya menghela nafas panjang saat membaca curhatan semacam ini dari para istri.

Coba tolong itu ya, para suami model begitu, dulu tujuannya menikah untuk apa?

Melarang ini itu ke istri, tapi gak berlaku buat diri sendiri?

Kenapa?
Supaya gak ketauan?

Pak, Pernikahan itu bukan penjara, yang membelenggu istri di rumah. Sementara suami bebas melenggang pergi dan berbuat apa saja di luaran.

Pernikahan juga gak menganut sistem monarki. Gak tinggal dalam istana kan? Jadi suami bukan raja agung yang titahnya absolut. Yang gak mau menerima kritik dan saran dari istri.

Pernikahan itu juga bukan kantor swasta, yang sering kali aturannya hanya berlaku untuk karyawan saja. Lagipula istrimu kan bukan karyawanmu.

Istrimu adalah partner hidupmu.

Istrimu wajib dihormati, dihargai dan disayangi.

Perempuan itu berhak berpendapat, mengemukakan keinginan, pemikiran dan harapannya.

Inilah yang diperjuangkan R.A.Kartini berpuluh tahun silam.

Kartini memang tidak memegang senjata dan maju ke medan perang. Tapi ia lah penggagas kebebasan berpendapat bagi kaum wanita.

Memperjuangkan pendidikan bagi wanita agar melawan kebodohan dan mampu mengambil keputusan untuk hidupnya.

Maka bersuaralah Bunda, jangan diam saja. Suamimu takkan tahu perasaanmu bila kau tak berkata apa-apa.

Bicaralah Bunda, ungkapkan ketidaksetujuanmu. Kau punya hak untuk merumuskan aturan dalam rumah tangga.

Sampaikan dalam suasana tenang, obrolan tanpa emosi agar solusi dapat dicari.

Terima pula bila ada masukan dari suami. Bersama merubah diri menjadi lebih baik lagi.

Jangan marah bila diingatkan istri, ya Pak. Perilakumu yang membuat istrimu curiga, sikapmu yang membuat istrimu berprasangka.

Kaupun sangat boleh mengoreksi istri, Pak. Dengan kalimat saran yang membangun. Bukan dengan sejuta larangan untuk dia seorang.

Emm..sebetulnya gak susah-susat amat kok buat pahamin istri.

Dia gak menuntutmu jadi romantis ala drama korea yang pandai merayu. Tapi cukup dengan keterbukaan, tidak ada yang disembunyikan.

Dia juga gak minta dibelikan rumah mewah. Cukup kau menghargai perasaannya dan menjaga perilaku, tidak melakukan hal yang akan menyakiti hati istrimu.

Teringat sepenggal kalimat bagus dari R.A.Kartini :

"Banyak hal yang bisa menjatuhkanmu. Tapi satu-satunya hal yang benar-benar dapat menjatuhkanmu adalah sikapmu sendiri".

Ubahlah sikapmu, Pak.
Sebelum itu melukai hati istrimu
Dan berpotensi menghancurkan pernikahanmu

Sumber:

Fb: Amalia Sinta

Post a Comment

0 Comments