Jaga Pergaulan (dalam Berteman)

RemajaIslamHebat.Com - Saya membaca 3 kitab yang membahas tentang adab belajar, dan diantara tiga kitab ini ada satu hal yg sama dalam pembahasannya. Dua kitab yang pertama adalah kitab buah karya Ulama Madzhab Hanafi, yakni Syaikh Al Zarnuji dengan Ta'limul Muta'alimnya dan Syaikh Muhammad Syakir dengan Kitab Washaya nya, dan satu kitab yg terakhir adalah Buah karya Ulama madzhab Syafi'ie asal Jawwa yakni Kitab adabul 'alim buah karya Syaikh Hasyim Asy'ari.
-
Hal yg sama dibahas dalam ketiga kitab itu adalah bab BERTEMAN. Betapa para Ulama begitu menekankan betapa kita harus berhati-hati dalam mengambil teman. Betapa para Ulama mengingatkan kita untuk menjauhi teman yg mampu membawa pengaruh buruk dalam diri kita. Kemudian para Ulama mengkaitkannya betapa pentingnya untuk bergaul dengan Orang shalih dalam meraih keberhasilan belajar menuntut ilmu.
-
Junjungan kita Nabi Muhammad SAW sendiri sudah mengingatkan kita terkait persoalan TEMAN ini. Beliau mengibaratkan teman yg baik itu seperti penjual minyak wangi, kalaupun kita tidak membeli minyak wangi, maka minimal kita ketularan bau wanginya. Sementara teman yg buruk ibarat seperti tukang pandai besi, minimal sekali jika dekat-dekat dengannya bisa kena bau arang.
-
Dalam kesempatan yg lain Nabi mengingatkan kita bahwa kadar agama seseorang bergantung dengan agama temannya. Lebih uniknya lagi bagida Rasulullah Muhammad SAW memberikan tips untuk mengetahui bagaimana kondisi agama seseorang, maka tipsnya adalah lihatlah dengan siapa ia berkawan.
-
Tidak sedikit diantara kita yg rusak karena salah berkawan. Apalagi dunia remaja yg mempunyai kecenderungan peer group, kecenderungan untuk berkumpul dalam rangka untuk menunjukkan eksistensi diri. Menunjukkan eksistensi diri yg ini adalah hal fitrah menjadi bermasalah ketika ekspresi eksistensi diri ini mengarah ke geng motor, aksi premanisme, komplotan Narkoba, menenggak minuman keras, Tawuran, vandalisme, gaul bebas, dan seabrek kriminalitas lainnya.
-
Oleh karenanya menjadi PENTING bagi kita untuk mendidik pemuda muslim hari ini dengan AKIDAH ISLAM. Akidah yg akan memberikan jalan terang bagaimana seharusnya menjalani kehidupan ini. Akidah yg menjadi petunjuk jalan untuk mengetahui peta jalan yg akan dilalui dalam mengarungi kehidupan ini, tentang siapa kita, untuk apa, dan akan kemana. Akidah yg akan menjadi benteng awal dalam memegang teguh prinsip ditengah kehidupan yg Sekularistik ini. Dan tentu saja sangat URGENT bin PENTING untuk mengingatkan kembali remaja kita bahwa konsekuensi Berakidah Islam adalah Taat pada Syariah Islam dalam seluruh aspek kehidupan ( Kaafah ).
-
Itulah beberapa hal yg saya share dalam Kajian Remaja Islam menjelang bukber sore ini. Untuk tempat dan peserta tidak saya tuliskan, khawatir nanti ada PERSEKUSI :-)
-
Purworejo, 12/06/'17
-
Pict : Kajian Remaja Islam Menjelang Bukber dengan tema " JAGA pergaulan, Demi MASA DEPAN ".

Sumber:

Fb: Pristian Surono Putro

Post a Comment

0 Comments