Ibu Hebat, Ibu Menyusui

Oleh: Evi Fitriani
Divisi Edukasi Komunitas Parenting Ideologis

KEHEBATAN gizi dalam ASI sudah tidak terbantahkan lagi. Kecanggihan teknologi sudah tuntas mengupas kuasa Allah dalam setiap tetesnya. Ketika prosesnya berlangsung yang justru jauh lebih mahal. Menyusui secara langsung mengajarkan banyak hal yang luar biasa.

Menyusui secara langsung mengajarkan kesabaran untuk menunggu sampai anak kenyang atau tertidur, agar bunda bisa melakukan hal-hal yang ingin atau terkadang harus ia lakukan, seperti ke kamar mandi. Para ayah tidak tahu pegalnya berbaring ke satu sisi berjam-jam karena kalau kita berhenti menyusui bayi yang tertidur itu kembali melek matanya, dan hal yang benar-benar kita harus lakukan itu jadi malah tertunda semakin lama.

Menyusui secara langsung dapat merangsang kreatifitas. Ketika mata bayi melihat wajah bunda saat menyusui, bunda biasanya membuat beragam bentuk muka atau mengajak ngobrol anaknya. Atau kalau dia sudah tertidur dan gadget yang biasa dipegang tidak tergapai, kita harus menghibur diri dengan hal-hal lain sambil menunggu tidur nya benar-benar nyenyak. Syukur-syukur kalau ada ayat Alquran yang harus di murajaah.

Menyusui secara langsung mengajarkan bersyukur. Sambil memandangi sempurnanya ciptaan Allah dari jarak sejengkal, 730 hari. Mata yang bulat, alis yang sempurna untuk komposisi wajahnya. Hidung kecil yang dielus-elus dan doakan agar kelak memanjang ke depan. Bibir keriting yang tidak bosan dan berhenti mengisap berpuluh-puluh menit. Rambut yang tumbuhnya tidak rata menutupi seluruh kepala dan kuping yang cuma kelihatan sebelah setiap kali menyusui itu didoakan agar nanti dapat bersabar menerima semua nasihat ibunya.

Menyusui mengajarkan istiqomah dan mengalah. Melakukan sesuatu dengan telaten, berhari, berminggu, berbulan, bertahun. Tidak ada cuti, tidak pandang libur, atau kesibukan. Ketika mulut kecil itu menangis, kita belajar untuk meletakkan segala hal lain yang sedang kita kerjakan, dan menyusui.
Menyusui mengajarkan ikhlas. Memberi dan terus memberi tanpa henti dan tidak mengharapkan balasan apapun, seperti matahari.
Selain berpahala karena melakukan salah satu jobdesc dari Allah, menyusui secara langsung menciptakan bonding yang tidak lekang waktu.
"You can't buy love. Because when it's real, it's priceless"
-----

Sumber:

Fanspage: Komunitas Parenting Ideologis

Post a Comment

0 Comments