IBARAT SARUNG

RemajaIslamHebat.Com - Ibadah sunnah itu laksana kain tambalan disebuah sarung, ia dapat menambal bagian-bagian sarung yang bolong, tapi tidak akan pernah menjadi sarung itu sendiri, kira-kira itu gambaran yang disampaikan seorang ustadzah saat mengisi pengajian.

Jadi teringat diskusi di grup WA, saat seorang teman memposting tulisan tentang kerugian karena tak melakukan ibadah sunnah.

Sebagian menganggap sunnah tetap sunnah, yang tak akan berubah menjadi wajib.  Sebagian lagi menganggap ungkapan tersebut sebagai bentuk penyepelean terhadap hal-hal yang sunnah.   Waduhhhh...jadi rumit..

Salah ga sih pernyataan kedua belah pihak yang diskusi itu?
Saya pikir tidak.   Hukum wajib tetap wajib.  Hukum sunnah tetap sunnah.  Masing-masing memiliki nilai yang berbeda.  Seseorang menjadi sangat rakus terhadap hal-hal yang sunnah, karena ia tahu, bahwa dalam pelaksanaan kewajibannya, mungkin masih banyak hal-hal yang harus ditambal.  Dan seseorang akan lebih rakus lagi terhadap hal-hal yang wajib, karena ia tahu, bahwa dengan yang wajib itulah dirinya dapat menutup tubuhnya dengan sarung yang utuh.

Dan tentu saja menutup tubuh dengan sarung adalah utama.  Namun ketika ditemukan sarungnya banyak lubangnya, maka menambalnya adalah sesuatu yang harus dilakukan. 

Bisa terlihatkah pentingnya sarung??

Sholat wajib adalah sarungnya, sedangkan sholat sunnah adalah tambalannya.  Zakat adalah sarungnya, sedangkan  infaq/shodaqoh adalah tambalannya.
Khilafah adalah sarungnya, beberapa amalan-amalan sosial kemasyarakatan adalah tambalannya.

Jika sarungnya telah kita miliki, perbanyaklah menambal, jangan sampai sarung kita berlubang-lubang.  Tapi jika sarungnyapun belum kita miliki, maka memiliki sarung lebih utama dibandingkan mengumpulkan kain perca tanpa ada tempat untuk menempelkannya.

Bisa dimengertikah??

Semoga..

Sumber:

Fb: Teh Iya

Post a Comment

0 Comments