Harus Darimana Dia Bisa Mengenali Anda?

RemajaIslamHebat.Com - Setiap orang pasti memiliki identitas yang bisa dikenali dari bagaimana kehidupannya atau bahkan hanya dengan pandangan. Sebab, identitas akan menunjukkan siapa seseorang itu. Dengan demikian, sudah tentu bagi seorang muslim akan menunjukkan sebagaimana identitasnya. Sehingga, ia bisa dikenal dengan kasat mata, meski kadang waktu itupun ada.

Sebagaimana, jika anda seorang laki-laki, namun anda masih ditanya, “Apakah anda laki-laki ?”. Maka, sebagai seorang laki-laki sejati sudah tentu rasa malu itupun membuncak, marah itupun akan menyapa, hingga pukulan itupun akan melayang. Saking ingin menunjukkan bahwa anda adalah laki-laki sejati. Namun, bagaimana jika anda tidak malu dan tidak marah atau malah anda tersenyum-senyum ?. Maka, itu berarti anda bukan laki-laki sejati alias bencong!.

Nah, terus bagaimana sikap anda yang sebagai seorang muslim ketika disodori pertanyaan dari dua hal yang berbeda.  Antara “Anda ikut aliran apa ?” dengan “Apakah anda muslim ?”

Pertanyaan yang pertama, mengindikasikan bahwa si penanya sangat mengenali bahwa anda adalah seorang muslim.  Mungkin dengan melihat pakaian anda, sikap anda, perkataan-perkataan, pilihan-pilihan anda, keteguhan dan keyakinan anda dalam memegang teguh apa yang anda yakini. Maka, bagi seorang muslim yang paham. Hal ini harusnya lebih ia syukuri sebab ia masih dikenali sebagai seorang muslim. “… yang demikian itu agar mereka lebih dikenal”.

Sedangkan, untuk pertanyaan yang kedua mengindikasikan bahwa si penanya tidak mengenali apakah anda seorang muslim atau bukan. Maka, seharusnya jika anda yang masih merasa muslim akan  malu dan mungkin akan marah sebab identitas anda saja tidak diketahui. Bahkan, saudara muslim sendiripun tidak mengenali.

Jika demikian, maka anda saudara siapa…?. Dia muslim dan anda muslim, dan bukankah sesama muslim adalah saudara. Namun, dia tidak mengenali anda, sebab tiada tanda yang menunjukan bahwa anda beragama sama.

Melihat, bagaimana seharusnya seorang muslim berpakaian dengan batas dan ketentuan yang ada, namun anda berbeda. Bagaimana seharusnya seorang muslim melaksanakan sholat, namun anda mengabaikan dan meninggalkan. Bagaimana seharusnya seorang muslim meninggalkan riba, namun anda mengambilnya. Bagaimana seharusnya seorang muslim saling menolong, namun anda mencaci maki dan memusuhinya. Bagaimana seharusnya seorang muslim tidak menjadikan sahabat orang kafir, namun anda malah menjadikannya pemimpin. Bagaimana seharusnya seorang muslim mengharamkan khamr dan perzinaan, namun anda menghalalkannya. Bagaimana seharusnya seorang muslim mencegah kemaksiatan, namun anda malah melindunginya LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender).

Hal ini terus semakin parah. Bagaimana seharusnya seorang muslim berhukum dengan hukum Allah, namun anda berjuang dengan hukum selainnya. Bagaimana seharusnya seorang muslim harus saling menjaga dan berdakwah, namun anda malah mengawasinya. Bagaimana seharusnya seorang muslim bangga dengan syiar-syiar Islam, namun anda malah mengkaburkan dan merendahkannya. Bagaimana seharusnya seorang muslim menghukum penista agama, namun anda malah membelanya.

Sebab, sebagaimana seharusnya seorang muslim yang harus dan hanya menempuh jalan yang menuju ke SurgaNya, namun anda menempuh jalan yang mana ?

Terus, harus darimana dia ‘seorang muslim’ bisa mengenali anda…???

Diambil dari Fb: Uli Nice

Post a Comment

0 Comments