FESBUK DAN PENYAKIT HATI

RemajaIslamHebat.Com - Kemarin, seorang kawan di dunia maya menghubungi saya via whatsapp. Meminta saya untuk mengabarinya jika ada buku baru. Sebab yang bersangkutan menyatakan undur diri dari jagad medsos.

“Mbak, kabari lewat nomor ini aja ya.. FB sudah saya hapus mbak. Nggak kuat menahan penyakit hati..”

Dan kami pun ngobrol ngalor ngidul. Menanggapi ceritanya, tentang dada yang bergemuruh setiap melihat timeline. Betapa FB menurutnya telah merampas ruang hati yang tenang, menjadi bising berdesing-desing.

“Sejak FB-an, saya sering stalking teman. Hasilnya saya jadi nggak bisa bersyukur. Manfaat yang saya dapat dari FB nggak sebanding dengan ketidaktenangan di hati saya..”

Kawan ini, adalah orang ke sekian yang bilang kepada saya, untuk memilih menutup akun fesbuk lalu menepi di dunia nyata. Daripada punya fesbuk, tapi dirongrong derita.

Alah.. . itu mah ibu-ibu baperiyun aja. Dia-nya aja yang dihinggapi penyakit iri dengki. Nggak bisa lihat orang seneng dikit.. nggak bisa lihat orang pamer dikit.. maunya FB diisi orang-orang susah. Baru dia merasa bahagia.

Barangkali ini tanggapan kita, atas apa yang dilakukan kawan tadi.

Tapi apa iya sih ini tanda-tanda Baper?

Atau jangan-jangan... memang eksis dan pamer itu seperti tamu tak diundang, yang menghinggapi siapa saja, membuat senang siapa saja. Tapi di sisi lain: menyakiti siapa saja.

Dan kalau mau jujur, salah satu tujuan kita bersosmed sedikit banyak adalah menggapai ke-eksis-an. Bahwa saya ada, saya punya berita, dan saya punya sesuatu yang tak semua orang punya.

Ada orang yang habis bangun rumah tingkat, mendadak hobi sekali berfoto di undakan tangga. Hari ini upload suaminya sedang duduk-duduk di lantai atas, dengan angle dari anak tangga. Besoknya, upload anaknya main boneka di tangga. Setiap hari, tiada foto tanpa tangga. Seolah seluruh friendlist-nya kudu tahu bahwa kini di rumahnya ada tangga

Ada yang habis beli mobil baru. Pengennya foto-foto sembari nempel di setir mobil melulu

Ada pedagang yang rajin upload transferan.. ada ibu yang purna perawatan dan memiliki wajah secemerlang berlian.. ada istri yang upload foto pelantikan suaminya yang jadi pejabat..ada ini..ada itu.. ada ratusan pasang mata yang melihat..

Dan ternyata: di kalangan penonton ada yang tumbang dan tidak kuat.

Mungkin mereka punya penyakit iri dengki. Soal hati, siapalah yang tahu.

Tapi benarkah kita pun juga bebas dari penyakit hati itu?

Ya sudahlah! Kalau nggak kuat menahan penyakit iri ya jangan mainan Sosmed, repot amat.. lagian mobil-mobil dia, rumah-rumah dia, yang pamer dia, kenapa situ yang sensi? Ngga suka ya udah unfollow, atau unfriend sekalian, beres kan?

Hehehe...

Kenapa nggak dibalik saja: kalau cuma berpotensi membuat saudaranya berpenyakit hati, mengapa hal-hal yang sifatnya “pamer” harus diumbar di sosmed? 

Manusia memang butuh pengakuan
Butuh dipertimbangkan
Butuh kekaguman

Tapi kawan..
Bila sosmed hanya membuat saudara kita muram,
Baik kiranya jika kita renungkan ulang
Adakah FB kita membawa kebaikan
Atau jangan-jangan hanya bisa membakar amalan...

(WULAN DARMANTO)

Sumber:

Fb: Wulan Darmanto

Post a Comment

0 Comments