EUFORIA V-DAY

RemajaIslamHebat.Com - Memasuki bulan Febuari, hiruk pikuk dunia remaja nampak terlihat berbeda. Bukan hanya dari mereka, namun seakan dunia pun telah menfasilitasinya.

Ya... Bertepatan tanggal 14 Febuari adalah hari yang dikatakan sebagai hari kasih sayang. Di mana Inggris menjadikan tanggal 14 Febuari sebagai "The National Importence Day". Lain halnya di AS, 14 Febuari sebagai " The National Condom Week".

Maka bukan hal yang tabu lagi jika kondom pun laris terjual menjelang perayaan ini. Tak tertinggal berbagai pernak-pernik dan makanan pun tersediakan. Tumpukan dan jajaran coklat dengan aneka bentuk, rupa dan warna, boneka dengan ciri khas warna pinknya, berbagai macam bunga dan masih banyak asesoris dalam bentuk-bentuk lainnnya. Lebih mirisnya pula tempat-tempat penginapan dan  hotel-hotel pun ditawarkan dengan berbagai tarif harga dari yang termahal sampai yang termurah. Seperti salah satu tempat penginapan di daerah Surabaya yang hanya mematok harga 35.000 dalam 3 jam.

Lengkap sudah rasanya, bahwa perayaan hari kasih sayang itu benar nyata maksiat adanya. Sebab, jika memang benar hari kasih sayang kenapa tidak ada yang merayakan dengan bakti sosial, pemberian bantuan ataupun sejenisnya. Bukankah kegiatan ini juga bagian dari wujud kasih sayang. Tapi, nyatanya tidak !

Deretan daftar kerusakan dan kemaksiatan itu pun semakin menambah babak belur, lembam birunya luka dunia remaja. Dimana, KPAI telah memapaparkan akan perilaku seksual remaja SMP dan SMU, 93,7% telah pernah ciuman, petting, oral seks, 62,7% remaja SMP sudah tidak perawan, 21,2% remaja SMU sudah aborsi, 97% pernah nonton film porno. Belum lagi dengan yang narkoba dan bunuh diri sebab alasan yang tidak lain adalah cinta. Hingga penyakit HIV/AIDS pun terus bertambah dari tahun ke tahun. Di tahun 2013 saja sudah mencapai 17.775 orang.

Semua memang nampak begitu mengerikan. Namun, anehnya remaja-remaja islam pun tetap kekeuh ikut merayakannya. Terlihat rasa bahagia itupun hadiri disetiap perasaan. Ntah sebab masih dangkalnya pemahaman atau memang abaikan akan peringatan. Jika demikian maka benar-benar صمّ بكْم عمْي mereka tuli, bisu dan buta.

Padahal, Rasul pun telah bersabda:
"Siapa saja yang menyerupai suatu kaum, ia termasuk golongan mereka" (HR Abu Daud dan Ahmad).

Kenapa bisa ? Karena ini bukan budaya kita. Valentine bukanlah ajaran Islam.
Ya meski, ada berbagai versi seperti di masa Romawi Kuno dan di masa Kristen Roma.

Perayaannya yang berawal untuk menghormati dewa yang nama Lupercus. Lupercus dianggap sebagai dewa kesuburan yang berkaki kambing dan berkepala kambing yang dianggap sebagai lambang kesuburan (reproduksi) atau lambang seks. Yang mana lupercus diyakini sebagai nama lain dari Dewa Pan (Namrudz) yang menikahi Dewi Aprodite yang melahirkan anak rupawan yang dinamakan Eros (Cupit) yang dianggap sebagai dewa cinta yang selalu membawa panah cinta. Diceritakan pula Cupit menggauli ibunya sendiri karena ibunya tertarik kepadanya.

Perayaan ini berbentuk upacara dan di dalamnya diselingi penarikan undian untuk mencari pasangan. Dengan menarik gulungan kertas yang berisikan nama, para gadis mendapatkan pasangan. Kemudian mereka menikah untuk periode satu tahun, sesudah itu mereka bisa ditinggalkan begitu saja. Dan kalau sudah sendiri, mereka menulis namanya untuk dimasukkan ke kotak undian lagi pada upacara tahun berikutnya.

Inilah salah satu versi dari sejarah valentine. Yang jelas apapun versinya ia bukanlah dari Islam. Maka kita haram ikut merayakannya 
Say No Valentin Day !!!

Islam tidak mengajarkan kecuali untuk kemuliaan. Begitu pula seharusnya remaja dalam Islam. Mereka adalah bagian dari para pemuda yang masanya akan dimintai pertanggung jawaban. Mengerahkan semua tenaga dan pikiran hanya untuk ilmu dan kebaikan. Bukan hanya ikut-ikutan tanpa pemahaman. Namun, kembali kepada Islam mengkaji, mempelajari, memahami dan mengaamalkan hingga idealisme itupun nampak dalam kehidupan.[]

Sumber:

FB: Uli Nice

Post a Comment

0 Comments