Etika Bermedia Sosial

RemajaIslamHebat.Com - Belakangan ini, banyak sekali akun-akun yang dilaporkan ke polisi karena memuat status yang dianggap menghina atau menebarkan kebencian (hate speech). Mereka terancam terjerat UU ITE dengan ancaman penjara. Bagaimanapun, melontarkan hinaan dan menebar kebencian tidak diajarkan dalam Islam. Mengkritik boleh, tapi tetap ada etikanya. Supaya tidak terjerembab dalam kondisi demikian, perhatikan hal-hal sebagai berikut:
.
1. Dunia maya dan dunia nyata memiliki konsekuensi hukum yang sama.
Apa yang tidak pantas dilakukan di dunia nyata, juga berlaku di dunia maya. Bayangkan Anda berhadapan dengan subjek yang Anda komentari, persis di depannya. Apakah Anda berani mengutarakan maksud hati Anda dengan kata-kata buruk, kasar atau keji, sebagaimana bila Anda ketik di media sosial?
.
2. Identitas harus jujur.
Pemilik atau admin suatu akun, bisa ditelusuri jejaknya di dunia maya. Jangan merasa Anda aman melontarkan kekejian, mentang-mentang ini dunia maya. Bahkan, identitas kita di dunia maya juga semestinya tetap jujur sebagaimana apa adanya di dunia  nyata. Tidak boleh laki-laki mengaku perempuan dan sebaliknya misalnya, untuk menghilangkan jejak. 
.
3. Hadapi pemikiran dengan pemikiran.
Jangan menjatuhkan seseorang dengan melakukan pembunuhan karakter. Berikan argumentasi yang punya landasan ilmiah, dibanding membicarakan fisik atau kelakuannya di luar media sosial.
.
3. Jangan nyolot.
Berikan kritik yang membangun dan solutif. Bukan sekadar nyinyir atau melampiaskan kekesalan yang bersifat emosional.
.
4. Kumpulkan data-data yang akurat dan terpercaya.
Sebelum melontarkan sesuatu, jangan malas cek dan ricek. Hari ini banyak sekali bertebaran hoax. Harus hati-hati sekali menerima informasi dan menyebarkannya. Bahkan termasuk informasi yang terkesan islami, tidak terlepas dari hoax.
.
5. Menahan diri dan emosi.
Bersikap dewasalah, jangan mudah terpancing emosi. Banyak sekali status yang jelas-jelas bertentangan dengan sudut pandang pemahaman Islam. Jika kita kontra terhadap status seperti itu, harus mencernanya dengan kepala dingin.
.
6. Hindari labeling.
Jangan sekali-kali memberi label buruk pada person orang, padahal belum tentu seperti itu. Misal mencap seseorang sebagai PKI, kafir, dll, padahal kita tidak punya data dan faktanya dengan jelas. 
.
7. Dunia maya selalu berhubungan dengan manusia.
Berinteraksi dengan para netizen itu, seperti kita bergaul dengan manusia di dunia nyata. Pastinya kita ingin pergaulan yang baik. Tidak mencari musuh. Tidak memicu masalah. Berbuatlah sebagaimana kita ingin orang lain berbuat baik pula kepada kita.
.
8. Statusmu Harimaumu.
Pengguna dunia maya dicirikan dari apa yang dia tulis, baik di status maupun di komentarnya. Kita akan dicap kasar, jika sering melontarkan komentar kasar. Kita dicap sombong, jika sering menang sendiri di dunia maya. Maka, berpikirlah masak-masak sebelum melontarkan gagasan secuil apapun di dunia maya.(*)
.

Sumber:

FB: Kholda Naajiyah

Post a Comment

0 Comments